• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Misi Diplomatik Melalui Haji di Masa Revolusi

Selasa. 13 Juni 2023 13:58
Reading Time: 4 mins read
428
A A
0
Misi Diplomatik Melalui Haji di Masa Revolusi

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Misi Diplomatik Melalui Haji di Masa Revolusi

Haji bukanlah sekadar menunaikan kewajiban melaksanakan rukun Islam yang kelima. Lebih dari itu, haji bagi umat Islam Indonesia di masa-masa perjuangan juga mengemban misi kemerdekaan dan risalah kebangsaan.

Di Kota Suci Makkah, saban tahun, umat Islam dari berbagai penjuru di dunia berkumpul dalam rangka melaksanakan ibadah haji, satu hal yang wajib dilaksanakan bagi Muslim yang memiliki kemampuan secara keuangan dan fisik.

 

Namun, ibadah haji tidaklah dilaksanakan secara murni hanya untuk berhaji dengan melaksanakan segala rukun dan wajib haji, dan mengupayakan segala sunnahnya. Di masa perjuangan kemerdekaan, haji juga menjadi momentum yang tepat nan penting untuk menggalang dukungan dari sejumlah bangsa negara lain.

Pasalnya, kumpulan umat Islam dari berbagai penjuru umat Islam terlalu sederhana untuk disepelekan dan dilepaskan begitu saja. Karenanya, umat Islam Indonesia tidak menyia-nyiakan waktu haji ini hanya untuk menjalankan ibadah mahdlah, yakni yang berhubungan langsung dengan Allah, tetapi di waktu yang sama, mereka juga menunaikan ibadah ghairu mahdlah, yakni ibadah yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan, dalam hal ini adalah mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Masa kolonialisme

Ibadah haji sulit untuk dilaksanakan di masa-masa perjuangan. Bukan saja karena medan perjalanan yang berat mengingat masih menggunakan kapal laut dan waktu yang lama, tetapi juga faktor politik yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Kesulitan itu tidak berhenti di situ, tetapi juga faktor alam lain yang membuat perjalanan haji kian berat, seperti adanya wabah yang membuat umat Islam harus menjalani sejumlah karantina dan pemeriksaan yang sangat ketat.

Namun, di balik semua itu, umat Islam Indonesia di sana menemui sejumlah ulama dan tokoh penting dari berbagai penjuru dunia, khususnya dari Nusantara, guna belajar memperdalam ilmu agama Islam.

 

Sebagaimana disebutkan Eric Tagliacozzo dalam The Loungest Journey: Southeast Asians and The Pilgrimage to Mecca, para haji ini memperpanjang waktu tinggal mereka selepas menunaikan rukun Islam kelima itu guna menyerap wawasan keagamaan yang lebih luas dari para guru dan ulama di sana.

Tentu mereka tidak saja bertemu dengan guru-guru itu, tetapi juga menjalin komunikasi dengan murid-murid lainnya. Dari situlah, mereka membentuk jaringan sanad keilmuan dan keagamaan. Dalam praktiknya, bukan hanya itu saja, mereka juga membangun jaringan sosial.

Masa Revolusi

Praktik ini terus berlanjut meskipun Indonesia telah berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945. Pasalnya, Indonesia tidak atau belum betul-betul lepas dari kekangan Belanda. Mereka masih berupaya untuk kembali menguasai negeri yang ratusan tahun pernah dijajahnya itu. Karenanya, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dengan upaya yang mereka lancarkan.

Melalui haji ini, pemerintah Indonesia mengirimkan sejumlah delegasi untuk kembali menggalang dukungan pengakuan atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Di satu sisi, Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) melalui Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari umat Islam tidak wajib melakukan ibadah haji karena suasana genting negara yang perlu untuk mengusir penjajah. Di sisi lain, pemerintah mengirimkan Misi Haji pada tahun 1948. Misi Haji ini terdiri dari KH Mohd Adnan, TH Ismail Banda, H Saleh Suaidy, dan TH Syamsir St R Ameh.

Saat itu, bendera Merah Putih berkibar saat wukuf di Padang Arafah. Bangsa Indonesia yang bermukim di Makkah pun terharu melihat kibaran Merah Putih. Di saat yang sama, kibaran Merah Putih juga membangkitkan semangat perjuangan bangsa lain yang tengah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dari jajahan negara-negara Barat. Pun bangsa Indonesia memperoleh dukungan dan pengakuan dari negara-negara Arab. (Sumuran Harahap dan Mursidi, Lintasan Sejarah Perjalanan Jamaah Haji Indonesia. Jakarta: Insan Cemerlang, 1994)

Di tahun sebelumnya, Pemerintah Belanda mengirimkan misi haji dari Indonesia Timur ke Arab Saudi, tepatnya pada tahun 1947. Namun, pemerintah Arab Saudi mengakui kemerdekaan Indonesia sehingga misi yang dilancarkan penjajah itu gagal.

Sementara pada tahun 1949, terdapat dua misi haji dari Indonesia, satu dari pemerintah Indonesia, satu lagi dari Belanda. Raja Saudi mau menerima misi haji dari Belanda (disebut Ali Hasjmy sebagai Misi Haji Boneka) asalkan bergabung dengan misi haji yang diutus langsung oleh Pemerintah Indonesia.

Misi haji kedua pemerintah Indonesia itu pun memperoleh kemenangan diplomasi yang cukup besar, sebagaimana disebut Ali Hasjmy dalam tulisannya yang berjudul Naik Haji Sambil Melaksanakan Tugas Diplomasi dalam Naik Haji di Masa Silam Tahun 1900-1950 (2019).

Misi Haji Indonesia kedua itu dijalankan oleh enam orang, yakni (1) Syekh H Abdul Hamid sebagai ketua, (2) S R H Ameh Sjamsir, (3) Mohammad Noer El Ibrahimy, (4) Prof Abdulkahar Muzakkir, (5) Ali Hasjmy, dan (6) Syekh Awab Syahbal.

Diceritakan Ali Hasjmy dalam tulisan yang sama, bahwa mereka berangkat pada pertengahan bulan September ke Yogyakarta. Di sana, mereka bertemu dengan Presiden Sukarno, Menteri Sosial/Perhubungan Koesnan, Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim, Menteri Agama KH Masykur, Panglima Jenderal Besar Sudirman, dan Bung Tomo.

Kemudian, mereka kembali ke Jakarta dan kesulitan untuk menggunakan paspor Indonesia mengingat masih ada Belanda. Mereka berangkat dengan pesawat KLM milik Belanda pada tanggal 27 September 1949 dan tiba di Jeddah pada tanggal 30 September 1949. Kedatangan mereka pun disambut oleh HM Rasjidi selaku Duta Besar Indonesia dan beberapa tokoh Indonesia, serta wakil Kerajaan Arab Saudi.

Pada kesempatan itu, mereka bukan saja berhaji, melainkan juga mengadakan sejumlah pertemuan dengan perwakilan pemerintah Arab Saudi, tokoh dari Palestina, Pakistan, Mesir, Turki, Suriah, Tiiongkok, Iran, Yaman, dan juga wakil jamaah haji Indonesia, serta mukimin Indonesia di Hijaz.

Mereka juga sempat menghadap Raja Abdul Aziz bin Saud di Istana Mina dan Istana Makkah. Sang raja pun memberikan berbagai fasilitas bagi delegasi itu. Delegasi Misi Haji Indonesia juga mengabarkan berita kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar dan radio.

Penulis: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

Sumber Berita: www.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: Diplomatikhajihaji di masa revolusiMasamelaluiMisiRevolusisejarah hajisejarah haji masa lampau

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tata Cara Salat Istisqa Lengkap dengan Waktu Pelaksanaannya

Next Post

Bertambah 9 Orang, 56 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Bertambah 9 Orang, 56 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Bertambah 9 Orang, 56 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Tiga Perempuan Amirul Hajj 2023: Alissa Wahid, Indah Natraprawira, Badriyah Fayumi

Tiga Perempuan Amirul Hajj 2023: Alissa Wahid, Indah Natraprawira, Badriyah Fayumi

Pemenang MQK Jatim 2023 Terima Hadiah: Terima Kasih Penyelenggara

Pemenang MQK Jatim 2023 Terima Hadiah: Terima Kasih Penyelenggara

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD