• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 26 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Mengenang Tragedi Mina 1990: Detik-Detik Paling Mematikan dalam Terowongan

Sabtu. 1 Juli 2023 18:12
Reading Time: 5 mins read
456
A A
0
Mengenang Tragedi Mina 1990: Detik-Detik Paling Mematikan dalam Terowongan

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Mengenang Tragedi Mina 1990: Detik-Detik Paling Mematikan dalam Terowongan

Menyaksikan ribuan jamaah haji yang 24 jam mengalir di terowongan Mina menuju jamarat adalah menyaksikan semangat ibadah yang tak kunjung surut meski tampak melelahkan. Seruan talbiyah dan doa beradu keras dengan deru mesin kipas raksasa yang menempel di langit-langit. Namun, siapa sangka di balik kesyahduan itu, ada kenangan mengerikan yang sukar terlupakan.

Mina pada 2 Juli 1990 menorehkan peristiwa paling mematikan dalam sepanjang penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Tragedi itu bermula ketika terowongan al-Muaisim disesaki sekitar 50 ribu orang yang sedang berangkat ke tempat lempar jumrah (jamarat). Lalu, arus jamaah tiba-tiba tidak bisa bergerak. Sementara mereka yang berada di jamarat pun tak sanggup beranjak. Terjadilah saling desak antara jamaah yang menuju dan yang hendak keluar dari jamarat yang berjarak sekitar 200 meter dari mulut terowongan.

Menurut Komandan Keamanan Haji Pemerintah Arab Saudi saat itu, Mayor Jenderal Abdulkader A. Kamal, seperti diberitakan Harian Kompas, 29 Juli 1990, terowongan ini sebetulnya berkapasitas hanya 26.000 orang. Artinya, kala situasi penuh sesak itu terowongan telah diisi hampir dua kali lipat dari daya tampung seharusnya.

Dalam terowongan berbentuk setengah silinder dengan panjang 600 meter, lebar 15 meter, dan tinggi 9 meter ini, puluhan ribu manusia merasakan kondisi amat sesak nan pengap. Oksigen minim dan udara panas. New York Times, 3 Juli 1990, melaporkan, jamaah haji terlibat saling dorong karena ingin menghindari panas 112 derajat Fahrenheit atau 44,44 derajat celsius. Ventilasi udara kala itu juga diduga mati.

Walhasil, korban mulai berjatuhan. Jamaah yang kehabisan nafas akhirnya pingsan. Dalam situasi tak terkendali itu, mereka yang tak sadarkan diri bukannya mendapat pertolongan malah tergencet lautan manusia. Yang jatuh pun akan segera terinjak-injak jamaah lain. Buntutnya, mayat bergelimpangan dan seolah tidak ada yang peduli.

Buku Haji Kita: Fakta & Problema Penyelenggaraan Haji Indonesia 1990-2000 yang diterbitkan Asosiasi Wartawan Muslim Indonesia (S. Satya Dharma, 2000) mengungkap penjelasan saksi mata atas tragedi itu. Kepanikan terjadi karena di mulut terowongan dekat jamarat, 7 jamaah terjatuh ke bawah jembatan akibat desak-desakan. Teriakan orang jatuh disambut jeritan orang-orang yang melihatnya. Keadaan serba takut dan bingung ini lantas membuat jamaah yang masuk dan keluar bercampur aduk. Jalur keluar-masuk pun menjadi kacau. 

“Saya didorong dan jatuh menimpa sekitar 20 mayat dan orang-orang masih saja menggencet saya dalam dua arah dan berjalan di atas tubuh saya,” kata salah seorang penyintas yang tampaknya berasal dari Lebanon saat diwawancarai Televisi Saudi, seperti dikutip Washington Post, 3 Juli 1990.

Korban dari Indonesia

Mula-mula tak ada keterangan resmi apa pun dari pemerintah Arab Saudi pascainsiden itu. Negara monarki ini juga tak terlalu terbuka dengan media. Pemberitaan tentang tragedi terowongan Mina oleh media-media internasional saat itu mayoritas diperoleh dari para saksi mata yang tak mau disebutkan namanya.

Satu-satunya angka definitif korban muncul dari keterangan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Nayef, 36 jam setelah kejadian, yang menyebut korban meninggal dunia mencapai 1.426 jamaah, tanpa melaporkan jumlah korban luka-luka. Sebelumnya, seorang pejabat Saudi menyebut laporan awal 1.400 kematian oleh sejumlah media massa sebagai “berlebihan”.

Khusus soal jumlah korban dari Indonesia, media-media mengumumkan angka yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan 560, ada juga yang menyebut lebih dari 600. Menurut Majalah Tempo edisi 14 Juli 1990, dari total korban jiwa, 631 orang adalah jamaah haji Indonesia. Sementara Harian Kompas, 13 April 1991, melaporkan angka 649 jiwa. Dibanding negara lain, korban dari Indonesia adalah terbanyak.

Terlepas dari perbedaan versi jumlah, tragedi terowongan Mina tahun 1990 menimbulkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Dalam catatan Satya Dharma (2000), pemerintah RI menetapkan hari itu sebagai hari berkabung nasional. Usai shalat Jumat, masjid-masjid di Tanah Air menggelar shalat ghaib bagi syuhada haji yang gugur di Mina.

Kepada pemerintah Arab Saudi, pemerintah Indonesia meminta agar jamaah haji Indonesia yang meninggal di terowongan al-Muaisim dimakamkan dalam satu tempat. Permintaan itu diajukan Munawir Syadzali selaku Amirul Hajj dan Wahono sebagai wakilnya kepada Menteri Urusan Haji dan Wakaf Arab Saudi.

Dimensi Politik Tragedi Mina

Di dalam negeri Indonesia, tragedi terowongan al-Muaisim mengundang gelombang protes. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, misalnya, lewat ketua umumnya M. Iqbal Assegaf meminta Menteri Agama Munawir Syadzali mengundurkan diri. Meskipun, menurut Ketua PBNU Bidang Hubungan Kelembagaan Negara Cholid Mawardi, pejabat mundur karena gagal menjalankan tugas belum pernah terjadi selama Orde Baru.

NU sendiri berseru bahwa pemerintah Arab Saudi mesti bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa terowongan Mina itu. Langkah protes NU itu ternyata diikuti sejumlah organisasi massa lainnya. Sejumlah pimpinan ormas pemuda Indonesia, melalui kedutaan besar Arab Saudi di Jakarta, memprotes keras perlakukan, tindakan, dan penjelasan yang tidak tuntas tentang musibah tersebut dari pemerintah Arab Saudi. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) bahkan lebih keras lagi. Pemerintah Arab Saudi, kata Ikadin, sesuai dengan asas hukum internasional, bertanggung jawab atas segala kerugian material dan imaterial yang diderita jamaah haji di terowongan al-Muaisim.

“Keluarga korban dan pemerintah Indonesia dapat menuntut pemerintah Arab Saudi di pengadilan internasional di Denhaag, Belanda,” seru Ikadin. 

Setengah bulan setelah itu, persisnya pada 3 Januari 1991, Ketua Misi Persahabatan non-Pemerintah Arab Saudi Dr Mohammad Abduh Yaman berkunjung ke Presiden Soeharto dan mengatakan, pemerintahnya sedang mempersiapkan pembangunan 17 terowongan baru. Katanya, tidak mustahil satu di antaranya untuk jamaah haji dari Indonesia. Wacana ini tidak sepenuhnya terealisasi hingga sekarang.

Tragedi yang memakan korban ribuan jiwa ini juga seperti memberi amunisi kepada Iran yang dalam beberapa tahun sebelumnya melancarkan kritik atas pengelolaan eksklusif oleh Arab Saudi terhadap ibadah haji. Iran menghendaki internasionalisasi ibadah haji dan umrah, yang otoritasnya juga bisa melibatkan negara-negara muslim lain.

Pasrah dan Kasus yang Menguap

Pemerintah Arab Saudi memang meminta maaf dan menyebut kejadian itu sebagai kecelakaan yang tidak disengaja. Namun, Raja Arab Saudi Fahd bin Abdulaziz Al Saud menyalahkan jamaah yang ia nilai gagal mengikuti aturan keselamatan yang pihaknya keluarkan menjelang musim haji.

Alih-alih memenuhi tuntutan ganti rugi, Fahd menyebut mereka yang meninggal dunia di terowongan al-Muaisim sebagai syuhada (mati syahid). “(Kecelakaan itu) adalah kehendak Tuhan, yang di atas segalanya. Itu adalah takdir. Seandainya mereka tidak mati di sana, mereka akan mati di tempat lain dan pada saat yang sama,” katanya seperti dirilis kantor berita Arab Saudi sebagaimana dikutip Washington Post.

“Tidak ada yang bisa menyalahkan Arab Saudi atas kecelakaan ini karena pihak otoritas dan masyarakatnya telah menyediakan semua fasilitas untuk jamaah,” kata Fahd. 

Menurut raja yang memimpin dalam kurun 1982-2005 ini, tragedi tersebut adalah sebuah kecelakaan dan tidak disengaja. Ia mengaku percaya bahwa setiap muslim merasakan kesedihan yang sama seperti yang dialami Arab Saudi.

Terkait hal ini, pemerintah Indonesia tidak melayangkan protes keras kepada Arab Saudi. Sejumlah tuntutan warga dalam negeri, seperti soal ganti rugi material dan nonmaterial, seperti hilang begitu saja. Indonesia memilih jalur damai hingga pelaksanaan haji tahun berikutnya terlaksana sebagaimana biasa. Ketegangan mereda dan kasus pun menguap begitu saja.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Editor: Fathoni Ahmad

Sumber Berita: www.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: dalamDetikDetikMematikanMengenangMinaPalingTerowonganTrageditragedi di terowongan minatragedi mina 1990tragedi mina paling mematikan

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bacalah 5 Doa Pendek Ini saat Hati Sedang Sedih

Next Post

Kenali 5 Hukum Nun Sukun dan Tanwin Beserta Contohnya

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Kenali 5 Hukum Nun Sukun dan Tanwin Beserta Contohnya

Kenali 5 Hukum Nun Sukun dan Tanwin Beserta Contohnya

Kecam Pembakaran Al-Qur’an, Komunitas Muslim Swedia: Kewajiban Polisi Cegah Kejahatan Rasial

Kecam Pembakaran Al-Qur'an, Komunitas Muslim Swedia: Kewajiban Polisi Cegah Kejahatan Rasial

Adakah Sanksi Syariat untuk Orang Mampu Tapi Tidak Mau Melaksanakan Ibadah Kurban?

Adakah Sanksi Syariat untuk Orang Mampu Tapi Tidak Mau Melaksanakan Ibadah Kurban?

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

18 jam ago
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

6 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD