• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 24 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Masih Relevankah Diskusi Kebangsaan Di Era Polemik Nasab – Polemik Nasab Habib

Senin. 8 Juli 2024 10:22
Reading Time: 3 mins read
447
A A
0
Masih Relevankah Diskusi Kebangsaan Di Era Polemik Nasab – Polemik Nasab Habib

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Masih Relevankah Diskusi Kebangsaan Di Era Polemik Nasab

Oleh: Ahmad Suhadi

Teori pengenalan suatu ide gagasan masih relevankah ketika diskursus nasab sedang berlangsung?

Pertanyaan di atas tentu saling keterkaitan sesuai kemampuan dan kapasitas para penggerak untuk disampaikan kepada publik. Memang beberapa tahun ke belakang yang sering disorot terjadinya gunjang-ganjing hingga hampir terjadi polarisasi sesama anak bangsa adalah dari prilaku sekelompok orang dan individu tertentu yang notabene merupakan imigran Yaman yang mengklaim dirinya sebagai cucu Nabi Muhammad SAW.

Pengakuan sebagai cucu Nabi tidak berbanding lurus dengan akhlak dan prilaku sebagai bentuk pola dakwah yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dalam membangun kerukunan. Namun sebaliknya ajaran yang disampaikan para oknum habib sebagai bentuk memecah belah umat Islam di Indonesia karena syarat dakwah yang bermuatan politik. Walaupun tidak semua habib dalam dakwahnya bermuatan caci-maki tapi yang baik dalam berdakwah terkesan ada pembiaran sehingga oknum habib yang senang caci-maki makin menjadi-jadi arogansinya.

Indonesia sebagai negara besar yang memiliki kekayaan alam dan suku bangsa serta bahasa yang beraneka warna, menjadi potensi terjadi perpecahan, bisa juga berpotensi majunya peradaban dan kemajuan jika dikelola secara baik dengan management konplik yang tepat dan terukur.

Menyoal polemik nasab akhir-akhir ini yang menyedot perhatian publik, sehingga apapun pemberitaan baik politik, kriminal, sosial keagamaan hingga serba-serbi infotainment, rasanya kurang menarik untuk disimak dan menjadi bahasan diruang media.

Media FB, WhatsApp, IG dan YouTube kesehariannya selalu menayangkan berita tentang kasus nasab klan Ba’Alwi, yang saat ini mungkin sudah rungkad karena bantahan yang mereka lakukan hanya praming dan ancaman semata-mata. Apalagi klaim sepihak yang dilakukan habib telah dibongkar habis oleh penelitian Kyai Imadudin Utsman al-Bantani dan kawan-kawan, yang diperkuat dengan ilmu pilologi, ilmu sejarah, ilmu genetik melalui pendekatan studi kasus. Tak bisa kita pungkiri dengan diskursus nasab ini pasti mendapat reaksi keras dari klan Ba’Alwi sendiri maupun dari para pendukungnya. Walaupun sampai saat ini Robithoh Alawiyah atau yang mewakilinya belum mampu membuat bantahan atas penelitian Kyai Imadudin Utsman tersebut.

Mengenai diskusi-diskusi publik terkait konsesi tambang, kampanye toleransi, dan lain-lain, rasanya kurang menarik untuk dibahas. Kurang menariknya diskusi konsesi tambang, kasus kriminal, dan lain-lain semuanya sudah terserap dan bersenyawa oleh gerakan pemikiran, sekaligus aksi mencaounter munculnya kelompok-kelompok intoleran, yang selama ini bukan rahasia umum. Bahwa para aktor pembuat kerusuhan di negeri ini adalah orang-orang yang menisbatkan dirinya mengklaim sebagai cucu Nabi Muhammad SAW.

Misalnya saja Rizik Shihab dan Bahar Smith, mereka adalah aktor pelaku ramainya opini publik atas gunjang-ganjingnya negeri di era saat ini. Terlebih lagi mereka berdua adalah representasi para pembangkang dalam dakwah mengenalkan Islam yang ramah, malahan ajaran yang mereka gaungkan adalah mengajak untuk membenci pemerintah, mencaci maki NU dan kyai NU, menghina orang yang tidak sependapat dengannya.

Dengan penghinaan terhadap Gusdur yang dikatakan “Gusdur Buta Mata Buta Hati” juga penghinaan terhadap presiden RI yang sah yaitu Jokowi Dodo yang disebutnya “Presiden banci, Jokowi Jokodok” bahkan penghinaan tesebut menyasar kepada Kiai Ma’ruf Amin, dibilangnya “Mar’uf Amin Ba….i”.

Sikap dan ucapan mereka yang membuat muak masyarakat waras, dan adanya semangat membangun karakter bangsa yang beradab. Rasanya ucapan dan sikap para habib untuk tidak diikuti menjadi perlawanan seluruh anak bangsa yang masih sehat dan waras.

Dengan munculnya Kiai Imadudin dalam meneliti nasab habib Ba’Alwi, adalah sebagai pemantik gerakan moral sekaligus gerakan kebangsaan, agar bangsa dan negara lebih punya harga diri dimata dunia Islam khususnya, dan sebagai pembangkit gerakan peradaban di masa depan.

Kita sudah maklumi bersama, setiap ide gagasan untuk pembangunan baik yang dilakukan pemerintah, maupun gerakan pemikiran ormas Keagamaan seperti NU, Muhammadiyah atau stakeholder lainnya yang menjadi penghambat, tak lain adalah dari kelompok habib klan Ba’Alwi, karena mereka tidak bisa membedakan mana kritik dan mana caci-maki.

Kita tidak perlu risau dan aneh, kalau mereka para pengacau selalu membuat narasi preming playvictim, dan bahkan mereka mampu membuat bias sesuatu yang sudah pasti dan matang. Definisi selalu dibuat oleh mereka sendiri, dan sangat wajar jika menurut mereka benar padahal salah, menurut mereka batil padahal hak, menurut mereka haq padahal bathil. Itulah Dajjal! yang mana semua nabi pasti mengingatkan bahayanya dajjal, karena Dajjal mengajak kepada kepalsuan.

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: DiskusiEraHabibkebangsaanMasihNasabNasab HabibPolemikRelevankah

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jadwal Puasa Tasu’a, Asyura dan Ayyamul Bidh Berikut Bacaan Niatnya

Next Post

Mengenal Telaga Al Kautsar, Telaga yang Dibanggakan Rasulullah SAW

Berita Terkait

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 22 April 2026 12:11
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 21 April 2026 00:33
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 18 April 2026 20:30
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 18 April 2026 11:17
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

by
Jumat. 17 April 2026 12:45
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 16 April 2026 18:25
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 16 April 2026 14:20
Next Post
Mengenal Telaga Al Kautsar, Telaga yang Dibanggakan Rasulullah SAW

Mengenal Telaga Al Kautsar, Telaga yang Dibanggakan Rasulullah SAW

Syaikh Yusuf An-Nabhani Mengitsbat Ba’Alwi Berbasis Subjektifitas Tanpa Data Dan Dalil – Polemik Nasab Habib

Syaikh Yusuf An-Nabhani Mengitsbat Ba’Alwi Berbasis Subjektifitas Tanpa Data Dan Dalil - Polemik Nasab Habib

Mengapa di Bulan Muharram Dianjurkan Banyak Berpuasa?

Mengapa di Bulan Muharram Dianjurkan Banyak Berpuasa?

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

6 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD