• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Kamis, 23 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Kisah Supir Taksi Online Alami ‘Persekusi’ Berbasis Agama; Surplus Beragama, Darurat Empati

Rabu. 4 Oktober 2023 14:50
Reading Time: 5 mins read
442
A A
0
Kisah Supir Taksi Online Alami ‘Persekusi’ Berbasis Agama; Surplus Beragama, Darurat Empati

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Kisah Supir Taksi Online Alami ‘Persekusi’ Berbasis Agama; Surplus Beragama, Darurat Empati

Seorang kawan membagikan pengalamannya menaiki taksi online di kota perantauan. Sebuah cerita yang menyadarkannya, bahwa kota rantau (baca: Depok) menyimpan sebuah realita yang tak pernah ia temui sebelumnya.

Sebuah pesan singkat dari seorang kawan masuk di WA, Minggu (1/10/2023). “Sida ngopi neng ndi, bro?”. Kami memang berencana ngopi hari itu. Untungnya si kawan ini mengingatkan. Saya membalas pesannya. Bukan hanya membalas, saya juga mengirim titik lokasi tempat ngopi kita nanti. Sebuah café yang cukup cozy, di bilangan Jl. Raya Margonda, Depok.

Agenda ngopi ini memang sudah menjadi rutinan mingguan kami. Bukan hanya berdua, kami berkumpul dengan kawan-kawan lain senasib sepenanggungan. Sesama perantau yang kebetulan diikat dalam satu almamater yang sama, di sebuah kampus negeri di pelosok Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ngopi kali ini berbeda. Kawan saya ini datang membawa kisah pengalaman pertamanya di Tamah orang, yaitu obrolan dengan supir taksi online. Seorang ibu-ibu paruh baya yang mengantarkannya ke asrama. Pikir saya, apa istimewanya? Namun, saya langsung tertarik ketika dia tiba-tiba misuh. Perilaku yang tidak pernah saya liat selama saya berteman dengan dia dua tahun di Jogja. Saya menyimpulkan. Pasti berkesan sekali ceritanya.

Supir Taksi Online yang Membuka Mata Seorang Perantau

Kawan saya satu ini, sebut saja namanya Amat (26), baru saja diterima sebagai mahasiswa S3 di salah satu kampus bergengsi di Indonesia. Kebetulan kampusnya ada di Depok. Ketika tahu dia diterima, saya sontak me-rename kontaknya dengan tambahan ‘Ph.D Cand.’.

“Ris, tak ceritani. Aku wingi numpak Gocar driver e ibu-ibu!”

“Ha njuk ngopo, mat?” Saya tak sabar menunggu punchline-nya.

Sembari menyeruput es coffee latte with brown sugar, ia menjelaskan bahwa selama di dalam taksi online, si ibu yang notabene supirnya, menceritakan salah satu keluh kesahnya selama menjadi supir taksi online.

Si ibu driver, begitu kami menyepakati julukannya, pernah mendapat klien beberapa ibu-ibu bercadar. Kata Amat, menyadur cerita ibu driver, ibu-ibu itu hendak berangkat ke sebuah kajian keagamaan sebuah titik di Kota Depok. Kesepakatan kedua, kami setuju memanggilnya ibu-ibu kajian. Rombongan ibu kajian itu kompak menggunakan cadar dan pakaian serba lebar, katanya.

“Ibu-ibu itu ris, malah nasehatin si ibu driver. Katanya, ngapain si ibu jadi supir taksi online. Keluar sendirian ngga ada mahrom. Ibu sama aja zina loh nanti!” Amat bercerita dengan intonasi yang tak wajar. Saya cukup yakin dia sedang berusaha meniru gaya bicara ibu-ibu kajian itu.

Si ibu-ibu kajian itu tampak lebih terlihat menghakimi alih-alih menasehati. Ibu-ibu kajian itu sukses membuat kawan saya itu emosi. Kenapa bisa ibu driver yang sudah mengantarkan mereka ke kajian, justru dibayar dengan penghakiman yang mungkin mengacaukan mental si ibu driver. Sebuah perasaan yang sebenarnya tidak sebanding dengan cuan yang didapatkan.

Disambut dengan Realita Keagamaan yang Miris

Tidak hanya sampai situ, ibu-ibu kajian itu lantas memberikan saran untuk si ibu driver untuk tinggal saja di rumah. Ia harusnya mengabdi pada suami, mendoakan anak-anaknya, dan jangan melibatkan diri dalam zona-zona rawan maksiat. Seperti jadi supir taksi online mungkin maksud si ibu-ibu kajian.

Sesekali Amat misuh. Sesekali Amat mengutuk. Katanya, si ibu driver itu sampai menangis sesenggukan mendengarkan ‘penghakiman barbar’ yang dialamatkan padanya. Si ibu driver tak bisa membantah. Secara relasi kuasa ia kalah. Si ibu hanyalah supir yang tugasnya melayani klien sampai ke tujuan.

Mendebat si ibu-ibu kajian hanya akan memperpanjang masalah dan berakhir dengan ‘bintang satu’ di aplikasi ojek online-nya. Konsekuensi yang secara konkret justru lebih mengerikan baginya.

“Terus kamu bilang apa sama si ibu driver itu, mat?” tanya saya.

Amat menjawab kalau dia berusaha memberi alternatif respon kepada si ibu driver. “Ibu bilang aja sama mereka, kenapa ibu-ibu ini juga keluar tanpa mahrom? Kenapa ibu-ibu ini masih lanjut di mobil saya kalau tidak sepakat dengan kerjaan saya?” ujar Amat masih dengan intonasi yang tak wajar.

Amat bercerita dengan level emosi yang keliatannya sudah berada di titik nadir. Ia hanya tak menyangka, ibu-ibu dengan atribut keagamaan yang sedemikian lengkap dan rapi justru sangat fasih menghakimi sesamanya. Saya juga sangat yakin, ibu-ibu agamis itu tidak memahami apa latar belakang si ibu driver hingga mengambil jalur jalanan sebagai lahan mencari penghidupan.

Tiba-tiba saya memotong dengan pertanyaan yang out of the box.

“Itu kok bisa muncul obrolan begitu, kontesknya apa mat?” tanya saya heran. Kok bisa baru kenal tapi si ibu sudah pede berkeluhkesah.

Ia kembali menyeruput es coffee latte with brown sugar. Setelah berdehem, ia menjelaskan bahwa si ibu driver adalah orang Semarang dan si Amat adalah orang Sragen. Menyadari kesamaan identitas sebagai warga Jateng, bahasa obrolan yang semula ‘saya-anda’ berubah menjadi ‘kulo-panjenengan’. Memang, kesamaan identitas sangat berkorelasi pada level kenyamanan komunikasi sehingga bisa membongkar sekat-sekat obrolan yang tabu.

Jangan-jangan Ada Banyak Penghakiman Serupa di Tempat Lain

“Kira-kira di tempat lain ada yang seperti itu ngga ya, mat?” Saya memancing Amat.

“Mbuh, ris.” Ia tampak kehabisan energi menjawabnya.

Masih di bulan yang sama, King’s College London mengeluarkan sebuah survei yang salah satu respondennya adalah Indonesia. Survei ini mengungkap nilai-nilai apa yang menjadi prioritas untuk anak di keluarga. Para responden yang notabene adalah para orang tua di Indonesia lantas ditanya hal-hal apa saja yang paling penting diajarkan ke anak-anak di rumah.

Hasilnya, mereka ternyata sangat peduli dalam hal kepercayaan agama. Sebanyak 75% responden dari Indonesia menyatakan bahwa agama penting diajarkan untuk anak-anak. Namun survei mengungkap, kesadaran akan pentingnya pendidikan agama pada anak tidak berbanding lurus dengan kesadaran akan pentingnya edukasi toleransi.

Survei menunjukkan bahwa orang tua Indonesia mengesampingkan dua nilai penting, yaitu toleransi dan sikap tidak egois. Jika memang survei itu benar adanya, si ibu-ibu kajian itu mungkin salah satu orang tua yang tanggap agama, namun darurat kemanusiaan.

Dan tampaknya, masih banyak orang dengan atribut keagamaan yang megah namun miskin rasa empati dan menghargai. Saya jujur gregetan. Namun, Amat tampak lebih emosional.

Saya menyenggol Amat sembari berkata bahwa mungkin kejadian serupa sangat bisa terjadi di tempat lain. Hanya saja tidak terangkat ke ruang publik. Sebelum pulang, saya titip pesan ke Amat, kebetulan dia ini pernah nyantri dan sedang mengambil Doktoral di bidang Pendidikan di kampus barunya. Saya pesen ke dia untuk mengedukasi moral orang-orang agar beragama dengan sehat dan mendamaikan.

“Siap, ris. Yo bareng-bareng to mosok aku dewean.” katanya tertawa. Intonasinya berubah normal.

Sesaat sebelum memasuki parkiran, ia menyeloroh,“Kunci motorku ndi yo, ris?” ujarnya dengan mimik serius.

“Weeelaah.” Batinku.

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: agamaAlamiBeragamaBerbasisDaruratEmpatiKisahOnlinePersekusiSupirSurplusTaksi

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bolehkah Lamaran Tanpa diketahui Orang Tua? Ini Jawabannya

Next Post

Inilah Urutan 10 Tanda Kiamat Besar Menurut Syaikh Imran Hosein

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Inilah Urutan 10 Tanda Kiamat Besar Menurut Syaikh Imran Hosein

Inilah Urutan 10 Tanda Kiamat Besar Menurut Syaikh Imran Hosein

Buhul Jadi Tema Madani International Film Festival: Mengenalkan Kembali Kekayaan Makna Bahasa Indonesia

Buhul Jadi Tema Madani International Film Festival: Mengenalkan Kembali Kekayaan Makna Bahasa Indonesia

Keutamaan dan Khasiat Doa Ya Farijal Ham Ya Kasyifal Ghom

Keutamaan dan Khasiat Doa Ya Farijal Ham Ya Kasyifal Ghom

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD