• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Kamis, 18 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Khutbah Jumat: Perjalanan Ruh Seorang Mu’min Menuju Alam Kubur 

Kamis. 8 Juni 2023 11:28
Reading Time: 7 mins read
453
A A
0
Khutbah Jumat: Perjalanan Ruh Seorang Mu’min Menuju Alam Kubur 

#image_title

832
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Khutbah Jumat: Perjalanan Ruh Seorang Mu’min Menuju Alam Kubur 

Perjalanan hidup kita menuju alam akhirat ternyata masih panjang. Sekarang ini kita baru berada di alam dunia setelah melewati alam ruh dan alam rahim.

 

Melalui khutbah yang berjudul, “Perjalanan Ruh Seorang Mu’min Menuju Alam Kubur”, akan diuraikan gambaran perjalanan seorang hamba mukmin sejak sakaratul maut kemudian detik-detik kematian, lalu memasuki alam barzakh, hingga mendapat balasan taman surga.

 

Untuk mencetak, silahkan klik fitur download di bagian atas atau bagian bawah naskah khutbah ini.

 

Khutbah I:

 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم، يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَقَالَ: يا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ  ارْجِعِي إِلى رَبِّكِ راضِيَةً مَرْضِيَّةً ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ، أَمَّا بَعْدُ

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah        
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah swt., Dzat yang tak henti-hentinya melimpahkan nikmat kepada kita semua. Tak terkecuali nikmat taufik dan hidayah sehingga kita bisa duduk bersimpuh di tempat yang mulia ini. Setiap geliat ibadah yang kita tunaikan hingga saat ini senantiasa mendapat ridha-Nya.

 

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Baginda Alam, Habibana, Muhammad saw. Penghulu para nabi dan rasul. Pelita kegelapan akhir zaman. Panutan yang senantiasa kita harapkan syafaatnya kelak di yaumil qiyamah.

 

Shalawat dan salam juga semoga terlimpah kepada para sahabatnya, para tabiin dan tabiatnya, hingga kita yang senantiasa berharap diberi kekuatan untuk mengikuti  sunah dan ajarannya.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah 
Melalui minbar yang mulia ini, untuk pribadi dan jamaah Jumah sekalian, khatib berpesan, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, jelas dan nyata bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah hamba yang bertakwa dan berserah kepada-Nya. Untuk itu, selagi masih ada kesempatan marilah kita memperbaiki dan mengabdikan diri pada Allah. Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah dan pertolongan Allah untuk melakukannya.

 

Hadirin yang berbahagia   
Selaku orang mukmin, kita tentunya yakin bahwa kematian pasti datang dan dialami semua makhluk yang bernyawa. Adapun kapan, di mana dan bagaimana caranya hanya Allah yang tahu. Selain itu, kita juga yakin bahwa kematian bukan akhir dari perjalanan hidup manusia, tetapi masih ada  banyak peristiwa yang harus dilaluinya.

 

Mulai alam barzakh, kehancuran semesta, kebangkitan, perkumpulan di padang Mahsyar, ada penantian syafaat, ada hisab atau pemeriksaan amal, ada penyerahan buku amal manusia, ada mizan atau penimbangan amal, ada telaga Kautsar, ada perlintasan di jembatan ash-shirath, ada surga dan neraka di mana keduanya merupakan muara perjalanan panjang manusia. Hamba mukmin yang diridhai akan mendiami surga, sedangkan orang kafir yang dimurka akan mendiami neraka.

 

Meski kematian dan alam akhirat merupakan perkara yang pasti, kita ingin mendapat bocoran seperti apa gambaran perjalanan manusia yang beriman dan kufur kepada Allah di akhirat?

 

Bagaimana sesungguhnya perjalanan ruh orang mukmin mulai sejak menghadapi kematian sampai ditempatkan di liang lahat sehingga mendapatkan beragam nikmat kubur. Dalam kaitan ini, kita tidak bisa mengira-ngira dan meraba-raba kecuali melalui informasi yang didapat dari ayat Al-Quran dan penjelasan hadis shahih. Antara lain yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Abu Majah, an-Nasa’i, Imam Ahmad, dan yang lainnya.

 

Dalam riwayat itu diceritakan bahwa pada suatu hari, Baginda Nabi saw bersama para sahabat mengantar satu jenazah sahabat Anshar. Setibanya di pemakaman, karena proses penggalian liang lahat belum selesai, Rasulullah saw. akhirnya duduk di atas satu gundukan tanah sambil menghadap kiblat. Sementara para sahabat duduk di sekitarnya. Mereka tak berani bicara sepatah kata pun karena takut akan ada hal penting yang disampaikan Nabi saw kepada mereka.

 

Kemudian, Nabi saw mengorek-ngorek satu gundukan tanah. Lantas beliau menengadah ke langit dan kembali menunduk. Begitu beliau melakukannya hingga tiga kali. Tak lama berselang, beliau bersabda di hadapan para sahabat, “Kalian harus memohon perlindungan dari siksa kubur”. Kemudian beliau berdoa:

 

اَللَهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ 

 

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari  siksa kubur,” (Hingga tiga kali).

 

Hadirin sidang Jumah yang dirahmati Allah
Nah doa itu pula yang menjadi pembuka hadis panjang yang menggambarkan bagaimana keadaan seorang hamba mukmin sejak awal kematian hingga dimasukkan ke liang lahat, ditinggalkan oleh keluarga yang mengantarnya, serta menghadapi fitnah dan nikmat kubur.

 

Lantas apa saja yang terjadi kepada hamba mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, kematian? Serta apa saja yang menimpanya setelah kematian?

 

Diungkap dalam hadis di atas bahwa keadaan manusia yang dijemput kematian ada dua keadaan: keadaan orang mukmin dan orang kafir. Mengapa dibedakan, sebab di antara keduanya terpaut keadaan yang jauh berbeda.

 

Diceritakan, hamba yang beriman, ketika akan meninggalkan alam dunia, ditemui rombongan malaikat langit. Lagi pula, malaikat yang menemuinya juga tampak dalam rupa yang terbaik dan berpakaian yang terbaik. Wajah mereka juga tampan dan menyenangkan. Ceria, bercahaya, dan berseri-seri.

 

Di tangan mereka tampak kain kafan dan minyak wangi dari surga yang akan dipergunakan untuk membungkus dan membalur ruh si hamba mukmin tadi.

 

Karenanya, tak heran jika ada seorang hamba yang jasadnya semerbak wangi setelah meninggalnya. Itu menunjukkan bahwa hamba tersebut termasuk hamba mukmin yang ruhnya dimasukkan kain kafan yang sudah dibalur minyak wangi para malaikat tadi.

 

Kejadian wanginya jasad seorang hamba mukmin juga dialami langsung oleh Baginda Nabi saw ketika menjalani perjalanan Isra Mi’raj. Olehnya tercium satu aroma yang sangat wangi. Karena penasaran, beliau bertanya kepada malaikat Jibril. Dijawab oleh malaikat Jibril, itu adalah aroma wangi yang keluar dari kuburan Siti Masyithah, seorang perempuan yang merawat anak-anak Firaun. Dan demi mempertahankan akidah dan keimanannya kepada Allah, Masyithah rela dihukum oleh Firaun dengan cara dimasukkan ke dalam minyak panas bersama anak-anaknya hingga ajal menjemputnya.

 

Sidang Jumah yang berbahagia 
Tak lama setelah para malaikat langit turun ke hadapan hamba mukmin yang hendak dicabut nyawa, malaikat maut pun menyusul dan duduk di dekat kepalanya. Ia berkata kepada si hamba:

 

يا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ اِرْجِعِي إِلى رَبِّكِ راضِيَةً مَرْضِيَّةً

 

Artinya, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai,” (Q.S. al-Fajr [89]: 27-28).

 

Begitu disampaikan seperti itu, ruh si hamba pun tak bisa menolak. Ia perlahan keluar dari jasad. Mengalir bagaikan air dari ceret. Kondisinya jernih dan bersih. Setelah itu, semua malaikat langit dan malaikat bumi pun mengiring kepergiannya. Pintu-pintu langit pun segera dibuka. Semua pintu berharap agar Allah menjadikan dirinya sebagai jalan lewat ruh si hamba.

 

Ketika ruh si hamba berhasil dikeluarkan malaikat maut, para malaikat yang hadir menyaksikan kematian tak membiarkan sekejap pun ruh tersebut. Mereka segera mengambil si ruh lalu menyimpannya di atas kain kafan yang sudah dilumuri minyak minyak wangi dari surga.

 

Demikian sebagaimana yang telah digambarkan oleh Allah dalam Al-Quran:

 

إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

 

Artinya, ”Apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya,”  (Q.S. al-An‘am [6]: 61).      

 

Setelah ruh berpisah dari jasad, terciumlah aroma wangi hampir memenuhi seantero dunia. Namun hanya hamba yang dikehendaki yang dapat menciumnya. Rasulullah sendiri telah menggambarkan melalui salah satu sabdanya, “Aroma wangi yang keluar dari ruh hamba mukmin bagaikan aroma minyak kesturi yang paling wangi yang pernah ada di mika bumi”.

 

Setelah berhasil menggenggam ruh si hamba, para malaikat lantas bertolak ke langit paling atas. Di perjalanan, setiap kali bertemu dengan kumpulan malaikat, mereka ditanya tentang ruh yang tercium wangi yang mereka bawa tadi. Salah satu dari mereka menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan. Tak lupa mereka memanggil nama hamba tersebut dengan panggilan yang terbaik yang pernah terdengar di muka bumi.

 

Setiba di langit dunia, para malaikat pembawa ruh memohon izin kepada para malaikat penjaga langit dunia. Setelah diizinkan, mereka diiring oleh para malaikat langit dunia hingga ke langit berikutnya. Demikian seterusnya hingga sampai di langit ke tujuh. Setiba di langit ketujuh, Rabbul Izzati berfirman, “Tuliskan nama hamba-Ku ini pada illiyyin”, sebagaimana yang diungkap dalam Al-Quran:

 

وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ، كِتَابٌ مَرْقُومٌ، يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ 

 

Artinya, “Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu? (Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)  yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).,” (Q.S. al-Muthaffifîn [83]:  19-21).

 

Sidang Jumah yang dirahmati Allah
Setelah dituliskan nama sang hamba dalam illiyyin, kemudian disampaikan kepada para malaikat, “Kembalikan lagi ruh hamba itu ke bumi. Sebab, Kami berjanji kepada manusia akan menciptakan, mengembalikan, dan membangkitkan mereka di bumi”.  Hal itu seperti yang tersurat dalam Al-Quran:

 

مِنْها خَلَقْناكُمْ وَفِيها نُعِيدُكُمْ وَمِنْها نُخْرِجُكُمْ تارَةً أُخْرى

 

Artinya, “Darinya (tanah) itulah Kami menciptakanmu, kepadanyalah Kami akan mengembalikanmu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkanmu pada waktu yang lain,” (Q.S. Thoha [20]: 55).

 

Ruh pun dikembalikan ke bumi dan dimasukkan lagi ke dalam jasad. Sehingga ia bisa mendengar suara sandal saudara-saudara, kerabat, serta kolega yang mengantarkan dirinya yang bergegas pulang menuju rumah masing-masing.

 

Tak lama berselang, sang hamba didatangi dua malaikat yakni Munkar-Nakir yang suaranya keras, lantang, dan mengagetkan. Si hamba didudukkan lantas ditanya empat hal. Pertanyaan pertama tentang Tuhan yang disembahnya sewaktu di dunia. Pertanyaan kedua tentang agama yang dianutnya. Pertanyaan ketiga tentang nabi yang diikutinya. Pertanyaan keempat tentang qiblat yang jadi arah shalatnya. Dan pertanyaan kelima tentang pemimpin atau kitab yang diikutinya.

 

Semua pertanyaan menunjukkan fitnah kubur sekaligus fitnah terakhir yang dilalui seorang hamba mukmin. Pada saat itu, tiada artinya kecerdasan, tipu daya, dan kebohongan mulutnya. Seandainya, ada seorang kafir yang sejak di dunia menghapal jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi, maka tetap tidak ada gunanya. Sebab, yang akan menjawab adalah amal baiknya dan pertolongan Allah. Berkat keduanya, insya Allah ia akan bisa menjawab dengan teguh, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran:

 

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ َما يَشاءُ

 

Artinya, “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki,” (Q.S. Ibrahim [14]: 27).

 

Setelah itu, terdengar ada suara panggilan dari langit, “Hamba-Ku benar!  Maka dihamparkanlah satu taman dari surga untuknya. Beri pakaian dari surga. Buka satu pintu surga.” Maka datanglah kepadanya aroma wangio dari surga. Dan dilapangkanlah kuburannya sejauh mata memandang.

 

Hilang suara tadi, datang kepadanya satu sosok yang menyerupai laki-laki. Laki-laki itu sangat tampan dan menyenangkan. Pakaiannya sangat bagus dan menyampaikan kabar gembira kepada si hamba.

 

Ketika ditanyakan siapa laki-laki itu sebenarnya, maka diketahui bahwa ia adalah jelmaan dari amal saleh yang diperbuatnya semasa di dunia. Sementara keluarga dan anak-anaknya tak satu pun yang menemani. Yang tetap bersamanya adalah amal kebaikan dan kesalehannya.

 

Saking nikmat-nikmatnya si hamba di alam kubur, sampai-sampai ia memohon kepada Allah agar segera didirikan kiamat. Tujuannya agar dirinya segera menerima nikmat yang lebih besar di negeri yang sangat indah yakni surga Allah swt. sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya. Disampaikan kepadanya, “Tenanglah, segala sesuatu juga ada waktunya. Ketika waktu itu datang, maka apa yang ditetapkan Allah akan terjadi, maka akan terjadi”.

 

Sidang Jumah yang dimulyakan Allah
Itulah gambaran yang terjadi pada seorang hamba mukmin mulai sakaratul maut, sampai dibangkitkan dari alam kubur, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi saw.

 

Mudah-mudahan kita semua termasuk hamba mukmin yang dimudahkan dalam menghadapi sakaratul maut, mendapat pangkat kematian yang husnul khotimah, nama kita kelak tercatat dalam illiyyin, serta saat masuk alam barzakh diteguhkan dalam menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir, juga selama di alam barzakh kita ditempatkan dalam salah satu taman surganya Allah.  Amin ya mujibas sa’ilin.

     
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

Khutbah II:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

 

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Ustadz M Tatam Wijaya, Penyuluh dan Petugas KUA Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.

Sumber Berita: islam.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AlamJumatKhutbahkhutbah jumat terbaru 2023KuburMenujuMuminPerjalananRuhSeorang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Yusril Fahriza sampai Priska Barusegu Tampil di Islami Fest 2023: Kolaborasi Komika dan Ulama di Dakwahtainment

Next Post

Mengenal 4 Macam Cairan yang Sering Dialami Kaum Muslimah Beserta Hukumnya

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Mengenal 4 Macam Cairan yang Sering Dialami Kaum Muslimah Beserta Hukumnya

Mengenal 4 Macam Cairan yang Sering Dialami Kaum Muslimah Beserta Hukumnya

Kiat Raih Beasiswa di Jepang ala Fatharani Wafda

Kiat Raih Beasiswa di Jepang ala Fatharani Wafda

Dialog Abu Dzar Al-Ghifari dengan Rasulullah SAW dari Masalah Salat sampai Wahyu Paling Besar

Dialog Abu Dzar Al-Ghifari dengan Rasulullah SAW dari Masalah Salat sampai Wahyu Paling Besar

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD