• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Hukum Islam

Ketika Perusahaan Melarang Karyawan Pakai Jilbab, Apa yang Harus Dilakukan?

Minggu. 14 Mei 2023 11:57
Reading Time: 3 mins read
451
A A
0
Ketika Perusahaan Melarang Karyawan Pakai Jilbab, Apa yang Harus Dilakukan?

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Menggugurkan Dosa Lewat Salaman, Mitos atau Kebenaran?

Apakah Kepiting Halal atau Haram? Ini Penjelasan KH. Muhammad Faiz – Berita Islam

KH. Muhammad Faiz Jelaskan Cara Menyikapi Makanan yang Belum Jelas Kehalalannya – Berita Islam

Ngaji Tasawuf Bareng Menteri Agama: Menuju Allah dengan Rendah Hati – Berita Islam

Bagi seorang perempuan yang bekerja di perkantoran, terkadang menjadi bingung ketika dari ada aturan khusus dari kantor yang berseberangan dengan agama dalam hal pakaian. Lantas, ia harus ikut aturan kantor atau terus berpedoman pada agama?

Perkantoran atau tempat perusahaan lainnya dalam Islam diperbolehkan untuk menetapkan suatu undang-undang dan aturan secara khusus, yang wajib ditaati oleh semua karyawan, bahkan Islam sangat mendukung jika undang-undang tersebut sejalan dan seirama dengan ajaran agama.

Namun demikian, undang-undang dan aturan yang seharusnya sama dengan agama itu terkadang tidak mendapat respon serius di suatu tempat perusahaan. Mereka menciptakan aturan sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Secara garis besar, aturan dalam sebuah perusahaan terbagi menjadi dua bagian, ada yang sesuai dengan aturan syariat Islam, ada juga yang justru bertentangan dengan Islam. Konsep yang pertama, seorang wanita harus patuh pada aturan kantor jika sudah sesuai dengan syariat, seperti aturan harus menutup aurat, tepat waktu dan lainnya. Hal ini seirama dengan salah satu kaidah fikih, yaitu:

اَلْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوْطِهِمْ، الجَائِزَةِ شَرْعًا أَيْ ثَابِتُوْنَ عَلَيْهَا

“Kewajiban umat Islam adalah mengikuti kesepakatan yang telah ditetapkan. Yaitu berupa kesepakatan yang dilegalkan secara syariat, maka (kesepakatan) itu menjadi wajib untuk diikuti.” (Imam al-Manawi, at-Taisir bi Syarhi al-Jami’i as-Shagir, [Riyadl, Maktabah asy-Syafi’i: 1988], juz II, halaman 884).

Sedangkan untuk konsep yang kedua, jika sebuah lembaga atau perkantoran memiliki undang-undang bahwa pegawai harus menggunakan pakaian terbuka, tidak menutup aurat, dan aturan-aturan lain yang bertentangan dengan syariat, maka dalam hal ini ia harus tetap mengikuti syariat Islam. Ia tidak boleh membuka aurat dengan alasan mengikuti aturan tersebut.

Berkaitan dengan hal ini, Sayyid Abdurrahman Ba Alawi al-Hadrami dalam salah satu kitabnya mengatakan bahwa kewajiban mengikuti pimpinan, lembaga, perkantoran, dan lainnya adalah ketika aturannya seirama dengan ajaran Islam dan tidak keluar darinya. Jika keluar, maka tidak wajib untuk taat dan patuh dengannya,

تَجِبُ طَاعَةُ الْإِمَامِ فِيْمَا أُمِرَ بِهِ ظَاهِراً وَبَاطِناً مِمَّا لَيْسَ بِحَرَامٍ

“Wajib mengikuti pimpinan (lembaga, isntansi, perkantoran) dalam hal-hal yang diperintah olehnya baik secara lahir maupun batin selain perintah yang haram.” (Sayyid Abdurrahman, Bughyatu al-Mustarsyidin, [Beirut, Darul Fikr: tt], halaman 189).

Selain itu, Rasulullah juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban taat jika diperintah untuk bermaksiat kepada Allah,

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan bagi manusia dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi)

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketika aturan di sebuah tempat perusahaan, seperti kantor misalnya, bertentangan dengan ajaran agama, maka wajib bagi karyawan untuk tetap patuh pada ajaran agamanya. Ia tidak boleh keluar dari ajaran agama.Dan, jika aturannya sudah sesuai dan sejalan dengan ajaran agama, maka tidak ada alasan untuk tidak taat dan patuh dengannya.

 Pelarangan Jilbab Pekerja Perempuan dalam Tinjauan Undang-undang

Sebagai negara hukum, Indonesia telah memastikan hak-hak pekerja perempuan, termasuk dalam hal ini busana pekerja perempuan.  Adapun perbuatan pengusaha atau pemberi kerja yang menambahkan aturan tentang larangan berhijab/berjilbab bagi pekerja wanita dapat dikategorikan sebagai perlakuan diskriminasi terhadap pekerja atas dasar agama.

Sebagaimana dikutip dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan  pada Pasal 5 dijelaskan bahwa  “Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan,”.

Dalam hal ini, sebagai penjelas dari UU Nomor 13 tahun 2003 ini, sebagaimana dikutip dari Hukumonline.com bahwa setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, dan aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan, termasuk perlakuan yang sama terhadap para penyandang cacat.

Lebih lanjut, berdasarkan Pasal 6 tentang  UU Nomor 13 tahun 2003 disebutkan, bahwa  setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha.

Penjelasan. Dengan demikian Pengusaha harus memberikan hak dan kewajiban pekerja/buruh tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, warna kulit, dan aliran politik.

Untuk itu, UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang tercantum dalam Pasal 5 dan 6 di atas, secara tegas melarang pemberi kerja atau pengusaha untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap pekerja. Setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama  untuk bekerja, tanpa adanya sikap diskriminasi  bermotifkan agama, jenis kelamin, asas suku, ras ataupun aliran politik.

Sumber Berita: islami.co
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: ApaDilakukanHarusJilbabKaryawanKetikaMelarangPakaiPerusahaanyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kekayaan tak Akan Berarti tanpa Akhlak: Belajar dari Kisah Kaum ‘Ad

Next Post

Ini Beberapa Keutamaan Membaca Surat Yasin

Berita Terkait

Menggugurkan Dosa Lewat Salaman, Mitos atau Kebenaran?
Berita Islam

Menggugurkan Dosa Lewat Salaman, Mitos atau Kebenaran?

by Panji Islam
Rabu. 12 November 2025 11:26
Apakah Kepiting Halal atau Haram? Ini Penjelasan KH. Muhammad Faiz – Berita Islam
Hukum Islam

Apakah Kepiting Halal atau Haram? Ini Penjelasan KH. Muhammad Faiz – Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 25 April 2025 23:05
Apakah Kepiting Halal atau Haram? Ini Penjelasan KH. Muhammad Faiz – Berita Islam
Hukum Islam

KH. Muhammad Faiz Jelaskan Cara Menyikapi Makanan yang Belum Jelas Kehalalannya – Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 25 April 2025 22:50
Hukum Islam

Ngaji Tasawuf Bareng Menteri Agama: Menuju Allah dengan Rendah Hati – Berita Islam

by Panji Islam
Senin. 17 Maret 2025 11:47
Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Ramadhan
Hukum Islam

Puasa yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW Sebelum Syariat Puasa Ramadan Diturunkan – Berita Islam

by Panji Islam
Sabtu. 8 Maret 2025 21:36
Hukum Islam

Ngaji Tasawuf Bareng Menteri Agama: Panduan Utama Perjalanan Spritual – Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 6 Maret 2025 23:21
Hukum Islam

Menafsirkan Keadilan Allah dalam Konteks Pasangan yang Belum Dikaruniai Buah – Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 11 Februari 2025 18:19
Next Post
Ini Beberapa Keutamaan Membaca Surat Yasin

Ini Beberapa Keutamaan Membaca Surat Yasin

NU Mojokerto: Perayaan Ulang Tahun Boleh, Tiup Lilin Tinggalkan

NU Mojokerto: Perayaan Ulang Tahun Boleh, Tiup Lilin Tinggalkan

Prof Quraish Shihab Tegaskan Nasab ke Nabi Muhammad Mestinya Jadi Cerminan Akhlak Nabi

Prof Quraish Shihab Tegaskan Nasab ke Nabi Muhammad Mestinya Jadi Cerminan Akhlak Nabi

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

9 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD