• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Kenapa Tesis Kyai Imad disenangi oleh NU Kultural? – Polemik Nasab Habib

Kamis. 6 Juni 2024 13:38
Reading Time: 3 mins read
449
A A
0
Kenapa Tesis Kyai Imad disenangi oleh NU Kultural? – Polemik Nasab Habib

#image_title

833
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Kenapa Tesis Kyai Imad disenangi oleh NU Kultural?

Oleh: Ahmad Suhadi

Tesis pada dasarnya ialah karya tulis ilmiah yang isinya memaparkan secara ilmiah yaitu logis dan sistematis suatu bahasan atau serangkaian gagasan yang merupakan hasil kajian berdasarkan fakta yang disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sejak hampir dua tahun lalu ada seorang kyai dari Banten yang sangat produktif menulis kitab dari mulai tulisan tentang sejarah, ilmu nahwu, ilmu shorof, ilmu bilaghoh, ilmu fiqih, ilmu Mantiq dan sebagainnya, sekitar hampir 30an kitab yang ia tulis dan karang baik dengan menggunakan bahasa Arab maupun berbahasa Indonesia. Bahkan yang sangat penomenal dan sangat menghebohkan saat ini yaitu terkait tentang nasab Ba’Alwi, yang katanya munqothi’un mardudun (terputus dan tertolak).

Menyoal tulisan kyai Imadudin tentang Nasab akhir-akhir ini yang dikatakannya tidak tersambung kepada Rosulullah SAW menjadi pemantik diskusi hingga debat antara yang pro Ba’Alwi dan yang kontra Ba’Alwi. Diskusi tentang nasab sering terjadi diruang-ruang publik, kejadian diskusi nasab malah sering terjadi di warung kopi hingga kampus perguruan tinggi, semua itu menjadi penomena penyebab hiruk kikuknya diskusi di ruang publik yang sangat mencerahkan.

Diskusi dan perdebatan diranah publik tentang nasab seakan-akan muncul akibat tesisnya kyai Imadudin, bahkan beliau difitnah sebagai pemecah belah. Kalau mereka sadar atas apa yang terjadi selama ini bahkan jauh sebelum munculnya tesis kyai Imadudin pasti akan sadar, betapa bahayanya doktrin cinta untuk sebuah faham ta’asubiyah yang bisa merusak tatanan peradaban Islam dimasa akan datang.

Penelitian nasab Ba’Alwi bukan karena kyai Imadudin dan pendukungnya benci kepada klan ba’lawi yang sering di panggil habib, atau ada keingin mengambil alih ruang dakwah mereka ditengah masyarakat, akan tetapi karena bermunculan akhir-akhir ini banyak penomena gelar habib digunakan sebagai klaim kalau mereka adalah sebagai dzuriyah Rosulullah yang paling shoheh, yang dimanfaatkan untuk Dawir atau berkeliling ketengah masyarakat melakukan pemalakan dari mulai memalak materi hingga istri yang telah bersuami.

Perilaku yang kurang baik dari klan ba’Alwi yang dawir di zaman sekarang, dan berdakwah untuk mendoktrin umat demi kepentingan kelompok mereka, maka sangat perlu dilakukan penelitian secara komprehensif dengan metodologi ilmu nasab, ilmu sejarah, ilmu pilologi dan diperkuat oleh sains modern demi mencari kebenaran nasab mereka; sebenarnya mereka keturunan siapa, dari mana mereka berasal, dan budaya siapa yang mereka gunakan?.

Maka dengan munculnya kyai Imadudin merupakan representasi kyai kampung, pemimpin pesantren asal kampung yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di akar rumput, sebagai intelektual muda, produktif, penulis kitab. Beliau mencoba melakukan menelitian keberadaan klan Ba’Alawi dengan tesisnya agar masyarakat Indonesia khususnya, bisa tercerahkan dan tidak melulu dijadikan objek kepentingan.

Cuma Ironisnya, gerakan pemikiran untuk mendobrak kebekuan berpikir dan pembodohan umat secara masif mulai ada yang membendung. Padahal sejak mulai muncul pemahaman bahwa pintu ijtihad telah tertutup, pemahaman agama yang terlalu tekstualis, mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang lain yang berbeda pemikiran, hingga terlalu berlebihan mengkultuskan sosok seseorang yang dihormati. Sejatinya dengan munculnya diskursus nasab kebekuan berpikir harus mulai dicairkan bukan karena faktor ada unsur benci atau tidak benci, suka atau tidak suka, tapi hal ini sebagai gerakan ilmu dalam melakukan perubahan moral dan gerakan spiritual terhadap klan Ba’Alwi dan juga kelompok selain klan Ba’Alwi yang menjadi penyebab matinya sikap kritis akibat malas mikir.

Harus diketahui oleh semua pihak, bahwa pemikiran kyai Imadudin dan kawan-kawan yang mendukung beliau adalah sebagai bentuk untuk membendung kecongkakan dari kebodohan klan Ba’Alwi sendiri yang selama ini telah banyak memanfaatkan masyarakat sebagai objek kepentingan pribadi, kepentingan politik, hingga kepentingan merubah budaya bangsa. Tapi anehnya, masih saja ada masyarakat yang mengikuti mereka yang dikatakan sebagai Muhibbinnya(pecinta) klan Ba’Alwi, bahkan secara masif mereka melakukan perlawanan gerakan masyarakat arus bawah. Bahkan bisa dibilang upaya membendung gerakan perlawanan kaum intelektual di Grassroots yang dikomandoi kyai Imadudin dan kawan-kawan.

Membendung gerakan masyarakat arus bawah ini ada indikasi dilakukan oleh sebagian oknum elit pengurus NU struktural sendiri, padahal struktural punya beban tanggungjawab besar untuk jadi penengah bahkan jika diperlukan sebagai motor penggerak kebangkitan kaum intelektual dikalangan Nahdliyin. Menjadi sebuah kewajaran seharusnya NU struktural bisa menjaga warganya agar tidak menjadi korban kerusakan doktrin kejumudan dari pihak manapun, yang hal itu menjadi peluang besar terjadi penyimpangan ajaran aqidah ahlussunah waljamaah annahdliyah yang di gagas oleh para muasis NU.

Rasanya tidak berlebihan, jika gerakan pemikiran dan gerakan spiritual untuk menghidupkan kembali semangat dakwah Walisongo dan penelusuran ulang sejarah bangsa, sebagai bentuk perlawanan terhadap Ba’Alwi jumlahnya makin hari terus bertambah sehingga sulit untuk dibendung. Bisa dikatakan bertambahnya dukungan masyarakat terhadap tesis kyai Imadudin adalah gerakan NU Kultural yang sudah cukup lama terpendam. Masyarakat akar rumput merasa senang dan gembira ada orang yang mampu menjadi penggerak pemikiran dalam melawan kedzoliman yang mengatasnamakan doktrin agama dan kesucian nama Rosulullah SAW.

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: DisenangiHabibImadKenapaKulturalKyaiNasabNasab HabibolehPolemikTesis

ADVERTISEMENT
Previous Post

Alasan Skema Murur Didahulukan Pergerakannya dari Arafah

Next Post

Ingat! 6 Juni Jemaah Visa Umrah Harus Tinggalkan Arab Saudi

Berita Terkait

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 18 Juni 2026 21:55
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 02:38
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 01:37
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 00:35
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 15 Juni 2026 23:34
KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 15 Juni 2026 22:33
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Ky – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 15 Juni 2026 21:32
Next Post
Ingat! 6 Juni Jemaah Visa Umrah Harus Tinggalkan Arab Saudi

Ingat! 6 Juni Jemaah Visa Umrah Harus Tinggalkan Arab Saudi

Tesis Nasab, Tuduhan Wahabi dan Posisi Kita – Polemik Nasab Habib

Tesis Nasab, Tuduhan Wahabi dan Posisi Kita - Polemik Nasab Habib

Hati-hati, 6 Jenis Tobat Ini Tidak akan Diterima Allah SWT

Hati-hati, 6 Jenis Tobat Ini Tidak akan Diterima Allah SWT

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD