• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 21 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Imam An-Nasai, Pakar Hadits Sekaliber Al-Bukhari

Kamis. 6 Juli 2023 16:16
Reading Time: 5 mins read
433
A A
0
Imam An-Nasai, Pakar Hadits Sekaliber Al-Bukhari

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Imam An-Nasai, Pakar Hadits Sekaliber Al-Bukhari

Bagi kebanyakan orang, empat kitab Sunan, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidzi, dan Sunan Ibn Majah) berada pada strata yang sama. Namun, bagi pengkaji ilmu hadits, Sunan An-Nasa’i terkesan berada di level yang berbeda dengan tiga kitab Sunan lainnya. Al-Hafizh Ibn Hajar dalam An-Nukat-nya membuat kesimpulan demikian:
 

وفي الجملة فكتاب النسائي أقل الكتب بعد الصحيحين حديثا ضعيفا ورجلا مجروحا ويقاربه كتاب أبي داود وكتاب الترمذي ويقابله في الطرف الآخر كتاب ابن ماجه فإنه تفرد فيه بإخراج أحاديث عن رجال متهمين بالكذب وسرقة الأحاديث
 

Artinya, “Secara umum, kitab An-Nasa’i adalah kitab paling sedikit memuat hadits dan perawi lemah setelah Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Kitab Abu Dawud dan At-Tirmidzi kualitasnya mendekati kitab An-Nasai dalam hal ini. Kitab Ibn Majah berbanding terbalik dengan kitab An-Nasa’i, karena Ibn Majah meriwayatkan hadits-hadits dari perawi yang dicurgai sebagai pendusta dan mencuri hadits.” (Ibn Hajar, An-Nukat ‘ala Ibnish Shalah [Madinah: Kerajaan Arab Saudi, 1984], juz 1, halaman 484-485). 
 

Bahkan beberapa ulama pakar hadits secara terang-terangan mengatakan bahwa An-Nasai lebih ketat dalam menilai kredibilitas perawi dibanding Al-Bukhari dan Muslim. Di antara pakar tersebut adalah Adz-Dzahabi dalam Siyar-nya. Hal ini menambah rasa penasaran dan  ketertarikan untuk menelusuri profil An-Nasa’i. (Adz-Dzahabi, Siyaru A’lamin Nubala’ [Beirut: Mu’assasah Ar-Risalah, 1983], juz XVI, halaman 131).
 

 

Kelahiran Imam An-Nasai
Pakar hadis besar ini bernama Ahmad bin Syu’aib. Ia lahir di kota Nasa, Khurasan. Mengenai tahun kelahirannya, An-Nasa’i memperkirakan bahwa ia lahir sekitar tahun 215 Hijriah seperti yang dikutip dalam Tahdzibul Kamal. Setelah selesai belajar tentang dasar-dasar agama, ia memulai pengembaraan ilmunya dengan pergi ke Baghlan pada usia 15 tahun. Di sana ia belajar kepada Qutaibah bin Sa’id selama satu tahun dua bulan. Setelah itu An-Nasa’i berkeliling ke berbagai negeri muslim seperti kota-kota di Khurasan, Hijaz, Iraq, Syam, dan Mesir, di tempat inilah akhirnya An-Nasa’i tinggal dan para ulama pakar hadits dari berbagai negeri datang untuk belajar padanya. Di sana, ia didaulat menjadi seorang Qadhi, jabatan yang juga ia emban ketika di Homs, Syiria. Hal ini sekaligus menunjukkan kedalaman ilmu An-Nasa’i dalam bidang fikih. 
(Al-Mizzi, Tahdzibul Kamal [Beirut: Mu’assasatur Risalah, 1980], juz 1, halaman 338).
(Adz-Dzahabi, Siyaru A’lamin Nubala’, juz 14, halaman 125, 127-128, 132).

 

Guru dan Murid

An-Nasai dikenal sebagai ulama yang banyak keliling ke berbagai negeri. Karena hal ini serta karena ketokohannya, beberapa ulama penulis kitab sejarah kota dan negeri tertentu, memasukkan biografinya sebagai bagian dari sejarah kota atau negeri tersebut. misalnya Ibn Yunus dalam Tarikhul Ghuraba’ alladzina Nazalu Mishra, Al-Maqrizi dalam Al-Muqaffal Kabir, Al-Hakim dalam Tarikh Naisabur, Ibn An-Najjar dalam Tarikh Baghdad, dan Taqiyuddin Al-Fasi dalam Al-‘Iqduts Tsamin.
 

Dalam pengembaraannya tersebut, ia belajar banyak ilmu -khususnya yang berkaitan dengan hadits- pada banyak ulama. Syarif Hatim Al-‘Auni mencatat total guru An-Nasa’i mencapai 457. Banyak nama-nama besar yang tercatat menjadi gurunya. Ia belajar ilmu kritik hadits (naqdul hadits) pada Al-Bukhari, Abu Dawud, Abu Hatim Ar-Rozi, Abu Zur’ah Ar-Rozi, Ishaq bin Rohuwaih, dan selainnya. Belajar ilmu qira’at pada Ahmad bin Nashr An-Naisaburi dan Shalih bin Ziyad As-Susi. Belajar ilmu lughat pada Abu Hatim As-Sijistani. Ia juga belajar fikih dari murid-murid para imam mujtahid, seperti Muhammad bin Abdul Hakim dan Yahya bin Abdul Hakim (murid Imam Malik), Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi, Yunus bin Abdul A’la (murid Imam Syafi’i), dan Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, murid sekaligus putra Imam Ahmad bin Hanbal. 
 

Dididik oleh nama-nama besar, menjadi orang besar, dan mencetak nama-nama besar, sehebat itu silsilah keilmuan An-Nasa’i. Tercatat beberapa muridnya yang menjadi ulama besar. Seperti Abu ‘Awanah, Al-‘Uqaili, Abu Ja’far Ath-Thahawi, Abu ‘Ali An-Naisaburi, Ibn Yunus, dan masih banyak lagi. Bagi pengkaji ilmu hadits, nama-nama tersebut tentu cukup populer. Kita dengan mudah akan mendapati kesaksian tentang kehebatan para murid An-Nasa’i tersebut dalam kitab-kitab biografi para tokoh, seperti Siyar-nya Adz-Dzahabi, semua nama yang telah penulis sebut diberi gelar Al-Hafizh oleh Adz-Dzahabi. (Hatim Al-‘Auni, Tasmiyyatu Masyayikhin Nasa’i [Makkah: Daru ‘Alamil Fawa’id, 2002], halaman 10-13).

Strata Ilmiah

Untuk mengetahui tingkat keilmuan An-Nasai dapat kita telusuri melalui kesaksian ulama yang satu kurun atau ulama yang mendalami karya-karya An-Nasa’i sendiri. Adz-Dzahabi mengutip sebuah kisa yang menunjukkan tingginya tingat keilmuan An-Nasa’i dalam bidang hadits. Suatu ketika An-Nasai mengunjungi kota Tarsus, di sana telah berkumpul para pakar hadits dari Baghdad, di antaranya adalah Abdullah, putra Imam Ahmad bin Hanbal. Lalu mereka berunding menentukan siapa yang akan melakukan intiqa’usy syuyukh (menyeleksi hadits-hadits dari para perawi terdahulu) untuk kemudian dibacakan dan diperdengarkan bersama-sama. Lalu para ulama tersebut sepakat menunjuk An-Nasa’i. 

Kepakaran An-Nasai dalam ilmu hadits tidak berhenti pada meriwayatkannya saja, namun mencakup seluruh ilmu yang berkaitan dengan hadits, termasuk fiqhul hadits yang telah penulis singgung sebelumnya. mengenai fiqhul hadits, Al-Hakim mengomentari:

كلام النسائي على فقه الحديث كثير، ومن نظر في سننه تحير في حسن كلامه

 

Artinya, “An-Nasai banyak berbicara tentang fiqhul hadits, siapapun yang membaca Sunan-nya akan takjub dengan keindahan kalamnya.”

Kitab Sunan sendiri adalah bukti nyata dari kepakaran An-Nasa’i dalam melakukan istinbath dengan sebuah hadits dari berbagai arah. Ad-Daruquthni juga berkomentar “Pendapat An-Nasa’i dalam bidang hadits lebih unggul daripada pendapat siapapun ulama yang semasa dengannya”. Bahkan, Adz-Dzahabi tanpa ragu membuat sebuah statemen:

هو أحذق بالحديث وعلله ورجاله من مسلم ومن أبي داود ومن أبي عيسى وهو جار في مضمار البخاري وأبي زرعة
 

Artinya, “An-Nasai lebih mahir dari Muslim, Abu Dawud, dan Abu ‘Isa (At-Tirmidzi) dalam bidang hadits, ilmu ‘illat hadits, dan ilmu rijalul hadits. Dia (An-Nasa’i) satu level dengan Al-Bukhari dan Abu Zur’ah”. (Adz-Dzahabi, Siyaru A’lamin Nubala’, juz 14, halaman 130-133).

 

Wafat

Suatu hari, An-Nasai melakukan perjalanan, ia singgah di Damaskus. Pada waktu itu, banyak penduduk Damaskus yang berpaham Nashibi (pendukung Mu’awiyyah). Ia diminta meyebutkan hadits hadits keutamaan Mu’awiyyah, namun An-Nasai menjawab:
 

ألا يرضى رأسا برأس حتى يفضّل

 

Artinya, “Apakah Mu’awiyyah tidak rela hingga harus diutamakan?”
 

Jawaban itu spontan menyulut amarah orang-orang yang bertanya, lalu mereka memukuli An-Nasai. Sampai di sini, kemudian ada dua versi cerita. Pertama, menurut Ad-Daruquthni, setelah mendapatkan siksaan, Mu’awiyyah meminta dibawa ke Mekkah, kemudian ia wafat di Mekkah dan dimakamkan di antara Shafa dan Marwah. Kedua, menurut Ibn Yunus (murid An-Nasa’i), setelah disiksa kemudian An-Nasa’i dibawa ke Ramla, Palestina dan wafat di sana. Adz-dzahabi menilai versi kedua ini lebih sahih karena dituturkan oleh murid An-Nasa’i langsung yang mana lebih tahu tentang gurunya. Pakar hadits terkemuka ini menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 303 H. (Adz-Dzahabi, Siyaru A’lamin Nubala’, juz 14, halaman 132-133).

 

Ustadz Rif’an Haqiqi, Pengajar di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Berjan Purworejo

Sumber Berita: www.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: alBukhariAn-NasaiAnNasaiHaditsImamPakarSekaliberSunan An-Nasai

ADVERTISEMENT
Previous Post

Doa dan Zikir untuk Menenangkan Hati serta Menghilangkan Halusinasi

Next Post

2 Doa agar Dijauhkan dari Pikiran Kotor

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
2 Doa agar Dijauhkan dari Pikiran Kotor

2 Doa agar Dijauhkan dari Pikiran Kotor

KPAI Protes Polisi yang Hadirkan Anak Pembakar Sekolah dalam Jumpa Pers

KPAI Protes Polisi yang Hadirkan Anak Pembakar Sekolah dalam Jumpa Pers

Ini Khasiat Surat Al-Anbiya’ Ayat 79, Salah Satunya Sebagai Penenang Hati

Ini Khasiat Surat Al-Anbiya' Ayat 79, Salah Satunya Sebagai Penenang Hati

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD