• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Di Kota Ini, Angin Berubah Jadi Persaudaraan dan Cinta, Namanya Singkawang

Sabtu. 21 Oktober 2023 23:48
Reading Time: 3 mins read
446
A A
0
Di Kota Ini, Angin Berubah Jadi Persaudaraan dan Cinta, Namanya Singkawang

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Di Kota Ini, Angin Berubah Jadi Persaudaraan dan Cinta, Namanya Singkawang – Islami[dot]co

Lelaki itu bersila dan berbicara dengan nada lembut. Angin bertiup malas dari gunung dan kerap menerpa wajahnya yang tegas. Sesekali ia tertawa, berkali-kali ia mengucapkan syukur dan tasbih. Cuaca tak lagi terik. Asri. Empat orang mengelilingi lelaki itu. Pohon kelapa berdiri menjadi saksi,  serasa ikut mendengarkan.

Tujuh detik sebelumnya, tangan kiri lelaki itu memegang rambut hitam yang mulai memutih. Menggaruknya sebentar, lalu berpindah memetik peci hitam yang terbaring di pahanya. Dua puluh delapan detik setelahnya, ia mulai berbicara tentang sebuah kota.

“Selama puluhan tinggal di sini, tidak menemukan konflik karena perbedaan agama,” katanya, Selasa (17/10/2023).

Kota itu bernama Singkawang atau San Kew jong. Nama kota ini berasal dari bahasa Tiongkok yang bermakna  kaki gunung yang dekat dengan muara dan berada tak jauh dari laut.

Seperti pada siang itu, di kaki sebuah Gunung, Edy Purwanto Achmad, nama lelaki itu,  mengisahkan tentang kota yang pada tahun 2001 ia putuskan jadi Pelabuhan terakhir bagi keluarga kecilnya bertolak dari Jawa.

Beralaskan marmer putih pada bangunan yang bertuliskan Gedung Nahdlatul Ulama (NU) itu, Edy bercerita tentang banyaknya suku di Singkawang yang hidup bersama. Tiga suku besar terdiri dari Dayak, Melayu dan Tionghoa. Ada juga Bugis, Jawa, Padang dan suku lainnya.

Katanya, meskipun berisikan suku dan beragamanya agama dan kepercayaan di Singkawang perbedaan bukan jadi masalah yang diruncingkan atau menjadi angin ribut penambah kebisingan.

Keyakinan beragama dihormati laiknya matahari menghormati bulan yang beredar di orbitnya sendiri tanpa berusaha menubrukkan diri. Kalau toh ada perbedaan, biasanya bisa diselesaikan dengan suku terkait.

Beda pendapat itu biasanya terkait dengan pernikahan, dagang maupun gesekan sosial lainnya. Ketika saya bertanya soal musim politik dan pengaruhnya ke masyarakat Singkawang, Edy mulai memakai kopiah.

“Musim politik sih yang potensi ada gesekan,tapi bukan agama, tapi suku ,” katanya.

Tiga puluh tujuh menit sebelum kami berbincang, Edy sudah memakai baju khas melayu  berwarna biru muda dan khidmat mengikuti pembukan Festival Hak Asasi Manusia (Festival HAM 2023) yang digelar di Balaikota Singkawang. Festival HAM 2023 inisiasi International NGO Forum on (INFID) bersama dengan Komnas HAM, KSP dan sejumlah stakeholder lain.

Pikirannya pun menerawang, sesekali ia senyum. Kota yang ia cintai menapaki usai muda, 22 tahun dan bukan lagi daerah pemekaran dari Kalimantan Barat. Bahkan, tiga kali diganjar sebagai kota Toleran berdasarkan riset SETARA Institute, tahun 2018, 2021 dan 2022.

Toleransi beragama dan berkeyakinan dipahami sebagai hak tiap warga Singkawang menjalani hidupnya. Adanya momen politik membuatnya dan mereka yang peduli pada kota yang dijuluki Kota Seribu Vihara ini harus bersiap lebih keras dan waspada.

Politik praktis, Anda tahu, kerap menerebas segala batas dan ketidakmungkinan, termasuk tatanan sosial yang sudah tertanam dan mengakar. Perlu ada orang-orang yang mau menjadi pengusir angin kebencian dan jadi perekat jika masyarakat terbelah atau retak. Edy adalah salah satunya.

“Untungnya di Singkawang, pemuka agama itu biasanya juga di pemerintahan daerah. Jadi lebih enak, pasti yang dipikirkan adalah masyarakat,” Edy.

Posisi Edy saat ini merupakan Ketua NU Singkawang dan bekerja di Pemda setempat. Posisi itu menguntungkan lantaran ia bisa merasakan denyut langsung masyarakat, sekaligus menjadi tameng serta penghubung dengan kebijakan setempat.

Satu jam lima puluh menit usai saya berbincang dengan Edy, saya berpapasan dengan Min.

Ia Tionghoa dan saya bertemu dengan Min di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, vihara terbesar di Kalimantan Barat dan bertempat di Singkawang. Jaraknya 2,4 KM dari pusat Kota dan 4,5 jam dari Pontianak, ibu kota Provinsi.

Min berbicara dengan bahasa Tiongkok dengan temannya. Usia Min sekitar 53 tahun, berpakaian hitam dan celana pendek. Rambutnya tidak bersisir dan sedang bersandar di tangga Vihara. Ia tertawa kecil ketika saya datang menyapa.

Min bukan penjaga yang saban berada di Vihara itu. Ia tinggal di sekitar Vihara.

“Berdoa saja, nggak papa. Semoga baik di jalanan, selamat,” katanya.

Saya membungkuk mengucapkan terima kasih dan ia memegang pundak saya. Perasaan hangat mengalir dalam hati, keramahan yang membuat sekat terpecah. Cinta sederhana dari warga Tionghoa Singkawang.

Vihara ini, katanya, bukan sekadar tempat ibadah atau berdoa, tapi bisa jadi tempat bertemu warga yang tidak saling kenal sekadar bertegur sapa. Tidak hanya ruang bagi warga Tionghoa.

“Sebagai muslim, saya menikmati dan nyaman di tempat ini,” kata saya.

Min lantas tersenyum untuk kesekian kali. Senyum yang sama juga muncul dari sosk perempuan Tionghoa bernama Tjhai Chui Mie.

Ia adalah Wali Kota Singkawang 2017-2022 dan ketika ia menjabat, Singkawang membuat lompatan besar di kota ini. Ia memimpin Singkawang yang multi etnis hingga mendapatkan predikat sebagai kota Toleran.

“Toleransi jadi kekuataan kami. Semua orang tidak ingin konflik kan, termasuk kami di Singkawang ingin semuanya aman,” jelasnya.

Setelah 37 jam di kota ini, saya pun meyakini ucapan Edy, Min dan Tjhai Chui Mie bahwa kota Singkawang memang tercipta dari cinta dan kehangatan.

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AnginBerubahCintaDanIniIslamidotcoJadiKotaNamanyaPersaudaraanSingkawang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kisah Yitzhak Shamir Bangun Permukiman Besar-besaran di Tanah Palestina

Next Post

Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi

Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi

Nabi Musa dan Doanya: Kisah Nabi yang Perjalanan Sejarahnya Paling Sering Disebut dalam Al Qur’an

Nabi Musa dan Doanya: Kisah Nabi yang Perjalanan Sejarahnya Paling Sering Disebut dalam Al Qur'an

Kriteria Istri  dalam Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 34

Kriteria Istri dalam Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 34

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD