• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 16 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Ini Mengapa Penganut Majusi dan Nasrani Berbondong-bondong Masuk Islam

Rabu. 27 Desember 2023 09:49
Reading Time: 3 mins read
455
A A
0
Ini Mengapa Penganut Majusi dan Nasrani Berbondong-bondong Masuk Islam

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Ini Mengapa Penganut Majusi dan Nasrani Berbondong-bondong Masuk Islam

loading…

Konsep ajaran Islam di negeri-negeri yang menjadi sasaran serbuan pasukan Muslimin itu dapat menjadi jaminan. Ilustrasi: Ist

ADVERTISEMENT
Di masa Khalifah Umar bin Khattab , negeri Islam berkembang dari perbatasan China di timur sampai ke seberang Sirenaika (Cyrenaica) di barat, dan dari Laut Kaspia di utara sampai ke Nubia di selatan, termasuk Persia , Irak, Syam dan Mesir .

Muhammad Husain Haekal dalam buku yang diterjemahkan Ali Audah berjudul “Umar bin Khattab” (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengatakan suasana yang mewarnai konsep ajaran Islam di negeri-negeri yang menjadi sasaran serbuan pasukan Muslimin itu dapat menjadi jaminan bahwa konsep ini telah menjadi buah bibir setiap orang dan dalam setiap masyarakat.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

“Soalnya karena dasar rohani yang menjadi landasan konsep itu sangat sederhana, tak ada yang berbelit-belit, dan sistem moral yang merupakan cabang atau bagian dasar itu sangat luhur, cemerlang, dan begitu memesonakan,” tuturnya.

Demikian juga sistem sosial dalam Islam tidak kurang pula sederhana dan luhurnya dari sistem moral dan dasar spiritual itu. Inti konsep ajaran Islam waktu itu pada dasarnya dan dalam segala sistemnya masih murni, belum tercemar oleh segala macam kontroversi mazhab, dan liku-liku kontroversi itu tak sampai menutupi penglihatan orang dari inti ajarannya yang cemerlang.

ADVERTISEMENT

Sesudah kaum Muslimin masuk ke pusat-pusat Irak dan Syam, dan menyebar di Persia dan Mesir, tokoh-tokoh mereka berjalan di depan membawa panji kemenangan.

Penduduk negeri yang tersebar di kawasan-kawasan itu sudah tentu akan berpikir juga tentang rahasia kemenangan ini serta pangkal penyebabnya dalam konsep ajaran Islam.

Selanjutnya, pertentangan dalam sekte-sekte Nasrani dan dalam sekte-sekte Majusi ketika itu sudah pula sampai di puncaknya. Akibat pertentangan ini di beberapa negeri orang mengalami pelbagai macam tindak kekerasan dengan akibat keyakinan sebagian orang menjadi goyah kemudian meninggalkannya.

“Yang sebagian lagi malah bertambah fanatik pada keyakinannya dan untuk itu mau ia berkorban,” ujar Haekal. “Ini juga merupakan faktor lain lagi untuk membuatnya berpikir tentang agama yang baru ini dan apa pula isi ajarannya,” lanjutnya.

Di samping itu, ditambah lagi karena kaum Muslimin tak pernah memaksa siapa pun dari penganut-penganut berbagai aliran di kalangan Nasrani dan Majusi itu untuk menganut Islam. Bahkan kebebasan memeluk suatu keyakinan mereka jadikan dasar dakwah.

Menurut Haekal, inilah pengaruh yang dalam sekali merasuk ke dalam hati orang-orang yang fanatik terhadap sekte mereka itu dan kaum duafa yang terbawa-bawa, sehingga banyak mereka yang mengarahkan perhatian kepada agama baru ini serta pemeluknya, tanpa lagi dilandasi kebencian dan rasa dengki.

Haekal memberi contoh bahwa semua perjanjian yang dibuat oleh pihak Muslimin dengan pihak Syam, Irak, Persia dan Mesir dalam menghormati semua agama, agar jangan ada dari mereka masing-masing yang dibujuk, serta menghormati semua tempat ibadah dan tidak boleh diganggu.

Kemudian yang terjadi di Mesir, sampai berapa jauh kaum Muslimin mengajak sekte-sekte yang saling bertentangan itu agar mereka saling menghormati sekte masing-masing, dan tanpa harus mengganggu penganutnya.

“Jika demikian halnya wajar sekali penduduk negeri-negeri yang sudah dibebaskan itu akan memperhatikan agama baru dan penganutnya ini dengan penuh penghargaan serta sangat menghormati para pendatang yang telah menegakkan keadilan itu,” ujarnya.

Lebih-lebih lagi warga negeri-negeri yang dibebaskan itu berpikir tentang agama baru ini serta ajarannya, bahwa perjanjian yang menjamin kebebasan beragama itu membedakan antara penduduk yang masuk Islam dengan yang tidak.

Mereka yang tetap berpegang pada agama dan sektenya hanya dikenakan pembayaran jizyah sekadar imbalan dalam penjagaan dan perlindungan atas kebebasan keyakinan mereka.

Penduduk negeri yang sudah masuk Islam dibebaskan dari pembayaran jizyah; mereka disamakan dengan kaum Muslimin pendatang, segala hak dan kewajiban mereka sama, melaksanakan salat jamaah bersama-sama, dalam menghadapi perang pun mereka bersama-sama dalam satu barisan; sama-sama memperoleh hasil rampasan perang yang diperoleh dari pertempuran bersama. Juga mereka saling mengikat hubungan semenda.

Mengenai prinsip-prinsip agama ini tetap utuh dan sempuma. Mereka yang sudah menganutnya memperoleh semua hak itu. Sudah tentu, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, di negeri-negeri yang bukan berbahasa Arab dan penduduknya tidak dapat menghayati keindahan bahasa itu ada sejumlah orang – walaupun tidak begitu besar – mereka dan keislaman mereka dipersamakan dengan yang sudah bergabung dengan para penakluk.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: BerbondongbondongDanIniislamkristen romawimajusiMasukMengapanasraniPenganutpersia

ADVERTISEMENT
Previous Post

Konspirasi Yahudi: Kisah Chamberlain Mengundurkan Diri, Orang Kepercayaan Hitler Berkhianat

Next Post

Kedaulatan Islam Dibangun di Negeri Majusi dan Nasrani Kurang dari 10 Tahun.

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Kedaulatan Islam Dibangun di Negeri Majusi dan Nasrani Kurang dari 10 Tahun.

Kedaulatan Islam Dibangun di Negeri Majusi dan Nasrani Kurang dari 10 Tahun.

Kisah Khalifah Abu Bakar Mengutus Ala’ bin Hadrami Hadapi Kaum Murtad Bahrain

Kisah Khalifah Abu Bakar Mengutus Ala' bin Hadrami Hadapi Kaum Murtad Bahrain

Kisah Muslim Bahrain Murtad setelah Rasulullah SAW Wafat

Kisah Muslim Bahrain Murtad setelah Rasulullah SAW Wafat

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

10 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

11 jam ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

12 jam ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

13 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD