• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Kamis, 14 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Abu Bakar bin Thufail, Filosof Muslim yang Mempromosikan Ibnu Rusyd

Minggu. 14 Mei 2023 04:27
Reading Time: 4 mins read
452
A A
0
Abu Bakar bin Thufail, Filosof Muslim yang Mempromosikan Ibnu Rusyd

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

Namanya tidak setenar filosof muslim semacam Al-Kindi, Al-Farabi, atau Ibnu Sina. Namun, ide-ide yang tertuang dalam karyanya mampu mengilhami filosof setelahnya seperti Gottfried Leibniz hingga John Locke. Akademisi di Eropa berlomba-lomba untuk menerjemahkan karyanya ke dalam banyak bahasa. Sang filosof itu bernama Abu Bakar bin Thufail atau Ibnu Thufail yang lebih populer di Barat dengan sebutan Abubacer.

Biografi Abu Bakar bin Thufail

Abu Bakar bin Thufail atau Ibnu Thufail bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Thufail. Ia lahir di Guadix (Wadi Ash), sebuah kota kecil di Spanyol yang berjarak 40 hingga 50 mil ke arah timur laut dari kota Granada, Spanyol. Tidak diketahui secara pasti tanggal kelahirannya, hanya tahun kelahirannya yang dapat diidentifikasi, yakni tahun 506 H atau 1112 M (Ada yang menyebut tahun 504 H). Itu berarti, ia lahir setahun setelah wafatnya seorang cendekiawan muslim yang sangat berpengaruh saat itu, yang tak lain adalah Abu Hamid al-Ghazali, yang wafat pada tahun 505 H atau 1111 M.

Ibnu Thufail dikenal sebagai seorang dokter, ahli matematika, astronom, filosof, hingga penyair. Ia tercatat pernah berguru kepada seorang filosof besar Spanyol bernama Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin Al-Saigh bin Bajjah atau Ibnu Bajjah atau Avempace. Pada masa awal hidupnya, keadaan politik di Spanyol sedang dalam kondisi tidak stabil pasca peralihan kekuasaan dari Dinasti Murabithun kepada Dinasti Muwahhidun.

Ibnu Thufail hidup ketika filsafat sedang meredup. Semua itu lantaran pada masa Dinasti Murabithun, filsafat menjadi ilmu yang terlarang untuk dipelajari, bahkan hingga terjadi pembakaran buku-buku filsafat. Hal itu masih berlanjut pada masa awal Dinasti Muwahhidun. Dibawanya karya-karya Al-Ghazali dari timur oleh Ibnu Tumart, pendiri Dinasti Muwahhidun, membuat pengaruh filsafat semakin memudar dan ilmu-ilmu keagamaan seperti fikih semakin berjaya. Kondisi seperti itu baru berubah pada masa pemerintahan Yusuf bin Abdul Mu`min.

Karir Ibnu Thufail dimulai ketika ia ditugaskan oleh sultan Abdul Mu`min untuk menjadi sekretaris Gubernur untuk wilayah Granada. Posisi itu ia pegang hingga masa pemerintahan sultan Yusuf bin Abdul Mu`min. Kepiawaiannya dalam bidang kedokteran terendus oleh sultan. Ia pun diperintahkan untuk pindah ke Maroko dan diangkat menjadi dokter pribadi istana sekaligus penasehat sultan. Hubungan sultan dan penasehat itu bertahan lama, mengingat keduanya memiliki kecintaan yang sama terhadap pengetahuan. Setiap kebijakan yang diambil oleh sultan tidak terlepas dari saran dan masukan dari Ibnu Thufail, termasuk ketika ia mempromosikan Ibnu Rusyd kepada sang sultan, yang kemudian menggantikan perannya saat dirinya mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut Lawrence I. Conrad, jabatan sebagai dokter sekaligus penasehat istana diemban oleh Ibnu Thufail hingga dirinya mengundurkan diri pada tahun 578 H. Ia wafat pada tahun 581 H, setahun setelah wafatnya sahabatnya, yaitu sultan Yusuf bin Abdul Mu`min, pada tahun 580 H. Di antara banyak karyanya dalam berbagai bidang keilmuan, hanya satu karya yang dapat terselamatkan, yaitu novel filofofis yang berjudul Hayy ibn Yaqdhan. Karya inilah yang dimaksud dalam pembuka tulisan ini. Salah satu edisi terjemahan novel tersebut adalah Philosopus Autodidactus yang merupakan terjemahan edisi bahasa Latin.

Mempromosikan Ibnu Rusyd

Sama seperti Ibnu Thufail, Abu al-Walid Muhammad bin Muhammad bin Rusyd atau Ibnu Rusyd atau Averroes juga merupakan salah seorang filosof muslim yang berasal dari Spanyol. Ia dilahirkan di Cordoba, Spanyol, pada tahun 510 H, atau 5 tahun setelah kelahiran Ibnu Thufail. Kebesaran namanya dalam dunia intelektual Islam berawal dari kiprahnya dalam membantu sultan Ya’qub bin Yusuf mengembangkan pendidikan Islam pada masa kekuasaan Dinasti Muwahhidun. Ia mendapat dukungan penuh dari sang sultan. Di balik semua itu, ada sosok yang memiliki andil besar dalam perjalanan karir Ibnu Rusyd, ia adalah Ibnu Thufail.

Sejarawan Al-Marrakasyi dalam al-Mu’jib fi Talkhish Akhbar al-Maghrib, menuliskan riwayat dari seorang murid Ibnu Rusyd, yang mendengar langsung dari gurunya, tentang awal mula Ibnu Rusyd dipromosikan oleh Ibnu Thufail kepada sultan Yusuf bin Abdul Mu`min. Ibnu Rusyd mengisahkan, pada saat ia diundang ke istana oleh sultan Yusuf bin Mu`min. Dalam ruangannya, sultan bersama seseorang yang tak lain adalah Ibnu Thufail.

Sebelum Ibnu Rusyd memperkenalkan diri, Ibnu Thufail telah lebih dulu memperkenalkan secara detail latar belakangnya kepada sang sultan. Setelah itu, sultan memulai perbincangan dengan Ibnu Rusyd. Ia bertanya perihal penciptaan alam semesta: Apakah ia qadim atau hadits? Ibnu Rusyd tidak menjawab, ia Berkillah bahwa dirinya mengetahui persoalan filsafat dan tidak memahami pertanyaan yang diajukan tersebut.

Setelah itu, lanjut Ibnu Rusyd dalam kisahnya, sang sultan dan Ibnu Thufail berbisik-bisik. Selanjutnya, sultan nampak memahami ketakutan dan rasa malu dalam diri Ibnu Rusyd, hingga akhirnya melemparkan pertanyaan tadi kepada penasehatnya. Ibnu Thufail pun menjelaskan dengan detail persoalan yang ditanyakan, menukil penjelasan para filosof seperti Plato dan Aristoteles serta pendapat para cendekiawan muslim. Setelah perbincangan selesai, Ibnu Rusyd dipersilahkan pulang dan diberi sangu berupa uang dan kendaraan.

Al-Marrakasyi juga menyitir kisah yang ia dapatkan dari sumber yang sama. Kali ini, Ibnu Rusyd mengisahkan momen ketika ia diminta oleh Ibnu Thufail untuk memberi penjelasan atas karya-karya Aristoteles. Mulanya, sang sultan yang kesulitan memahami ide-ide Aristoteles memerintahkan Ibnu Thufail menjelaskan kepadanya. Namun, penasehatnya itu justru merekomendasikan nama Ibnu Rusyd untuk melaksanakan tugas itu. Alasannya, karena ia merasa usianya sudah senja dan hendak melakukan pekerjaan lain yang menurutnya “lebih penting”. Ibnu Rusyd menambahkan bahwa itulah yang membuatnya bergelut dengan karya-karya Aristoteles dan menyusun karya-karya, khususnya yang berbentuk ringkasan atas buku-buku Aristoteles.

Demikianlah sekelumit kisah Ibnu Thufail yang mempromosikan Ibnu Rusyd. Dari dua riwayat yang berasal dari Ibnu Rusyd di atas, seakan-akan dirinya melihat potensi yang ada pada diri Ibnu Rusyd. Bahkan, ia tanpa ragu mengajukan nama Ibnu Rusyd untuk menjadi penggantinya sebagai penasehat sultan. Dan benar saja, sosok yang ia promosikan itu hingga kini dikenal sebagai salah seorang filosof muslim yang besar dan memiliki banyak karya.

*****
Lihat: : Sumber Berita

Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AbuBakarbinFilosofIbnuMempromosikanmuslimRusydThufailyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jejak Karomah Abah Anom, Mursyid Asal Sunda dan Kisah Spiritual Cing Abdel  

Next Post

May Ziyadah, Sang Pioner Karya Fiksi Arab yang Memikat Hati Kahlil Gibran

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
May Ziyadah, Sang Pioner Karya Fiksi Arab yang Memikat Hati Kahlil Gibran

May Ziyadah, Sang Pioner Karya Fiksi Arab yang Memikat Hati Kahlil Gibran

Kisah dan Pengaruh Buya Hamka, Jadi Imam Salat Jenazah Bung Karno Meski Beda Pandangan Politik

Kisah dan Pengaruh Buya Hamka, Jadi Imam Salat Jenazah Bung Karno Meski Beda Pandangan Politik

Kolaborasi Shafiec UNU dan Bursa Efek Indonesia Kenalkan Investasi Syariah pada Santri dan Gen-Z

Kolaborasi Shafiec UNU dan Bursa Efek Indonesia Kenalkan Investasi Syariah pada Santri dan Gen-Z

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib

6 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

7 jam ago
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

8 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

9 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD