PANJI ISLAM – Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam
Kisah masuk Islamnya Abdullah bin Salam menjadi salah satu bukti bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan manusia, melainkan wahyu dari Allah SWT. Ia adalah seorang tokoh Yahudi terkemuka di Madinah yang dikenal luas karena kedalaman ilmunya dalam memahami Taurat.
Ulama Yahudi yang Menanti Nabi Terakhir
Sebelum memeluk Islam, Abdullah bin Salam merupakan seorang alim dari kalangan Bani Israil. Ia mempelajari Taurat dengan sungguh-sungguh dan memahami berbagai tanda tentang akan datangnya seorang nabi terakhir. Dalam kitab yang dipelajarinya disebutkan bahwa nabi tersebut berasal dari keturunan Nabi Ibrahim melalui jalur Nabi Ismail dan akan muncul di Jazirah Arab.
Keyakinan terhadap kabar tersebut telah lama tertanam dalam dirinya. Karena itu, ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Abdullah bin Salam termasuk orang yang paling ingin memastikan kebenaran kenabian beliau.
Menguji Kebenaran Rasulullah SAW
Setelah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, Abdullah bin Salam memperhatikan dengan cermat sifat, akhlak, dan ajaran yang dibawa beliau. Ia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan dan membandingkannya dengan kabar-kabar yang terdapat dalam Taurat.
Dari pengamatannya, ia menyimpulkan bahwa ciri-ciri Rasulullah SAW benar-benar sesuai dengan yang disebutkan dalam kitab sucinya. Ajaran yang dibawa pun mengandung kebenaran dan tidak bertentangan dengan wahyu Allah sebelumnya.
Akhirnya, tanpa ragu, Abdullah bin Salam menyatakan keislamannya dan menjadi pengikut setia Rasulullah SAW.
Isyarat Al-Qur’an tentang Dirinya
Kisah keimanan Abdullah bin Salam diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahqaf ayat 10:
“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika Al-Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an, lalu dia beriman, sedangkan kamu menyombongkan diri? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.’”
Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa “saksi dari Bani Israil” dalam ayat tersebut adalah Abdullah bin Salam. Keterangan ini diriwayatkan dalam hadis oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Jarir, dan Ibnu Mardawaih.
Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Salam menyebutkan bahwa ayat tersebut turun berkaitan dengan dirinya. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan dan kesaksiannya atas kebenaran Al-Qur’an.
Dijamin sebagai Ahli Surga
Keutamaan Abdullah bin Salam juga disebutkan dalam hadis sahih. Dari Sa’ad bin Abi Waqqas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyatakan seseorang sebagai ahli surga yang masih hidup di dunia, kecuali Abdullah bin Salam. Riwayat ini disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari.
Pernyataan tersebut menjadi bukti betapa tulus dan kuatnya iman Abdullah bin Salam setelah menerima Islam.
Pelajaran dari Kisah Abdullah bin Salam
Kisah ini memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam. Abdullah bin Salam tidak menolak kebenaran karena fanatisme golongan atau kesombongan. Ia menggunakan akal sehat dan ilmunya untuk menilai kebenaran. Ketika bukti-bukti telah jelas, ia tidak ragu untuk mengikuti petunjuk Allah.
Sebaliknya, Al-Qur’an juga menyinggung bahwa kesombongan dan kezaliman dapat menjadi penghalang datangnya hidayah. Orang yang menutup diri dari kebenaran akan sulit menerima petunjuk, meskipun bukti telah nyata di hadapannya.
Abdullah bin Salam menunjukkan bahwa ilmu yang disertai kejujuran hati akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran. Ia menjadi contoh bahwa hidayah Allah dapat datang kepada siapa saja yang mau mencari dan menerima kebenaran dengan lapang dada.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post