• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 1 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Mendirikan Negara Madinah – Kisah Islam

Sabtu. 15 Februari 2025 02:29
Reading Time: 4 mins read
441
A A
0
Mendirikan Negara Madinah – Kisah Islam

#image_title

836
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Portal Berita Islam – Portal Islam Indonesia

Sejak hijrah ke Madinah, Rasulullah memiliki orientasi dan cara pandang yang berbeda dalam membangun masyarakat dibanding saat di Mekah. Selama tiga belas tahun di Mekah, Nabi fokus membangun individu. Namun saat tiba di Madinah, beliau berubah ke orientasi lebih luas, beliau memiliki visi membangun negara.

Nabi ingin membangun komunitas besar yang berbeda dari tradisi-tradisi Arab sebelumnya. Orang-orang Arab membangun komunitas mereka berdasarkan fanatisme suku atau letak geografis. Kali ini tidak. Beliau membangun negara berdasarkan ideologi. Berdasarkan wahyu Alquran dan sunnah dengan nilai peradaban yang unggul. Karena itu, negara ini disebut Madinah.

Tujuan dari berdirinya negara ini adalah mengokohkan akidah yang benar, menegakkan syariat, dan mewujudkan persatuan serta kesatuan kaum muslimin.

Tiba di Quba

Pada tanggal 12 Rabiul Awal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di wilayah Quba yang terletak di bagian Selatan Madinah. Sejumlah besar orang-orang Anshar menyambut beliau. Mereka bawa serta senjata mereka untuk melindungi Rasulullah sedari pertama beliau menginjakkan kaki di sana. Itulah janji mereka di Baitul Aqobah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di Quba selama dua pekan atau lebih. Saat itulah beliau dan para sahabat membangun masjid pertama, yaitu Masjid Quba.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan perjalanan. Tiba di Madinah, beliau tinggal di lingkungan keluarga beliau, Bani Najjar. Setelah itu, beliau membiarkan ontanya berjalan menuju titik yang Allah pilih untuk membangun peradaban. Di tempat itulah beliau membangun Masjid Nabawi dan rumahnya yang berdekatan dengan masjid. Selama pembangunan masjid, beliau tinggal di rumah sahabat Abu Ayyub al-Anshari selama tujuh bulan.

Kondisi Madinah di Awal Hijrah

Madinah memiliki komposisi penduduk yang berbeda dengan Mekah. Sebelum Nabi hijrah ke sana, sudah ada dua kelompok besar masyarakat penghuni Madinah. Orang Arab dan Orang Yahudi. Secara garis besar, suku-suku Arab di Madinah adalah bagian dari suku besar Aus dan Khazraj. Sementara Yahudi terdiri dari tiga suku besar; Kabilah Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Mereka semua keturunan Israil (Nabi Ya’qub ‘alaihissalam).

Kabilah-kabilah tersebut hidup dalam permusuhan. Orang-orang Arab tidak menyukai Yahudi, demikian juga sebaliknya. Kemudian sesama Arab, antara Aus dan Khazraj juga memiliki Sejarah persengketaan yang panjang. Demikian juga sesama kabilah Yahudi, mereka tidak hidup rukun berdampingan.

Kelompok lainnya adalah minoritas umat Islam yang terdiri dari Muhajirin dan Anshar. Jumlah kaum muslimin saat itu tidak lebih dari 1000 orang. Menurut Raghib as-Sirjani hafizhahullah jumlah ini hanya 13% atau 14% dari total keseluruhan penduduk Madinah. Meskipun minoritas, namun kepemimpinan Kota Madinah dipegang oleh kaum muslimin. Menunjukkan wibawa dan kehormatan mereka yang benar-benar berpegang teguh dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Inilah kondisi sosial masyarakat Madinah yang dihadapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal hijrahnya. Sejak awal, Rasulullah langsung membuat kebijakan yang sangat visioner untuk menghadapi isu ini. Menunjukkan kemampuan leadership beliau yang sangat luar biasa.

Masalah Penduduk Mekah Sebagai Imigran

Keluarnya penduduk Mekah menuju Madinah bukan sekadar hijrah fisik saja. Mereka meninggalkan segalanya di Mekah. Mereka meninggalkan tempat tinggal, harta benda, pekerjaan, dan barang-barang miliki mereka yang lainnya.

Artinya, kondisi mereka di Madinah benar-benar memulai hidup dari awal. Kalau tidak didukung kebijakan yang tepat, kedatangan mereka di Madinah selain menimbulkan lonjakan penduduk juga akan menimbulkan masalah sosial; kemiskinan, pengangguran, homeless, dll.

Kebijakan seperti apa yang dikeluarkan Rasulullah agar kedatangan Muhajirin tidak menimbulkan masalah:

Pertama: Mengubah Pola Pikir

Rasulullah memotivasi kaum Anshar bahwa hubungan sesama manusia itu tidak selalu bersifat timbal balik sesama manusia. Tapi ada yang lebih besar dari itu, yaitu pahala di akhirat. Beliau juga sampaikan persaudaraan itu lebih luas dari sebatas hubungan nasab, tapia da saudara seagama. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak boleh menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, Allah akan membantu kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari 2622].

Untuk muhajirin, Rasulullah menekankan bahwa hijrah ini bukan sekadar bebas dari kekuasaan dan cengkraman penguasa Mekah. Tapi ini adalah perjalanan keimanan. Seorang yang berhijrah harus banyak menyerahkan diri kepada Allah dan berharap pahala dari-Nya dari setiap rintangan yang dihadapi.

Kedua: Kekuatan Persaudaraan

Tali persaudaraan adalah ikatan emosional yang sangat kuat. Seseorang akan menaruh perhatian dan memberikan cinta yang lebih terhadap saudara mereka dibanding orang lain. Selain mempersaudarakan Anshar dan Muhajirin secara ideologi, Rasulullah juga mempersaudarakan dua kelompok ini seperti layaknya saudara biologis. Semakin bertambahlah rasa cinta, perhatian, dan persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar.

Saat itu, syariat mewajibkan bagi setiap rumah dari Anshar bertanggung jawab atas seorang Muhajirin. Mereka pun saling mewarisi antara satu dengan yang lain. Hingga turun firman Allah Ta’ala yang membatalkan hal tersebut.

وَأُو۟لُوا۟ ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

“Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Quran Al-Anfal: 75].

Masyarakat modern saat ini sangat menyadari bahwa kedatangan gelombang besar imigran ke negeri mereka bisa menimbulkan rentetan masalah. Karena itu, mereka menolak kedatangan imigran. Mereka berupaya menghindari masalah-masalah dengan kebijakan penolakan tersebut.

Di sisi lain, Rasulullah dihadapkan pada masalah tersebut. Dengan kepemimpinan dan visi yang beliau miliki sebagai seorang pemimpin, beliau mampu menghindarkan Madinah dari masalah-masalah tersebut. Kebijakan persaudaraan yang dilakukan Rasulullah ini membuat Madinah terhindar dari sekian banyak masalah yang biasanya muncul di suatu daerah yang kedatangan gelombang imigran.

Ketiga: Mempercepat Proses Adaptasi

Rasulullah menulis perjanjian Madinah. Di antara butir-butir perjanjian memberikan indikasi kuat status Muhajirin adalah sebagai penduduk (kebangsaan) Madinah. Karena mereka diwajibkan membela Madinah (bela negara) dari ancaman pihak luar yang menyerang. Karena kewajiban mereka sama dengan warga negara Madinah yang lain, mereka juga layak mendapatkan hak yang sama.

Dengan status yang jelas di Madinah, para sahabat tidak lagi memikirkan Mekah. Mereka sekarang penduduk Madinah dan warga negara Madinah. Karena itu, mereka harus segera beradaptasi dengan tanah air yang baru.

Inilah di antara upaya awal yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau langsung menetapkan ideologi negara. Visi misi negara dan masyarakatnya. Membangun persatuan sebagai modal kekuatan dan identitas. Dll. Semua ini bukti tentang kemampuan leadership yang kuat dari nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Sumber Berita: kisahmuslim.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: CeritaCintaislamJiwaKisahmadinahMendirikanNegarapenggugah

ADVERTISEMENT
Previous Post

Buku-Buku yang Berisi Kisah-Kisah Anekdot Islami – Kisah Islam

Next Post

Firasat Tajam Orang-Orang Shaleh – Kisah Islam

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Firasat Tajam Orang-Orang Shaleh – Kisah Islam

Firasat Tajam Orang-Orang Shaleh - Kisah Islam

Membangun Pondasi Masyarakat Islam – Kisah Islam

Membangun Pondasi Masyarakat Islam - Kisah Islam

Kalender Hijriyah Adalah Identitas Kaum Muslimin – Kisah Islam

Kalender Hijriyah Adalah Identitas Kaum Muslimin - Kisah Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern – Polemik Nasab Habib

6 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

6 hari ago
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD