• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 30 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

“Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama – Polemik Nasab Habib

Jumat. 22 November 2024 11:12
Reading Time: 4 mins read
429
A A
0
Menjawab Tuduhan Hanif Dkk Terhadap Tesis Penulis – Polemik Nasab Habib
829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Daftar Reportasi Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU – Polemik Nasab Habib

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara – Polemik Nasab Habib

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – “Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama

Terpaksa kalimat “Tarekat” dalam judul penulis bubuhi dua tanda kutip. Hal itu karena memang diksi “Tarekat Alawiyah” itu tidak jelas. Karena akan banyak pertanyaan yang akan sulit dijawab oleh para pemerhati tarekat, seperti: Apakah benar Klan Ba’alwi mempunyai tarekat, jika ada siapa pendirinya? Apakah benar tarekatnya bernama “Tarekat Alawiyah”? Bagaimana sanad “Tarekat” Alawiyah sampai kepada Rasulullah SAW? Apa wiridan khusus “Tarekat” Alawiyah? Siapa hari ini Mursyid “Tarekat” Alawiyyah dan kepada siapa ia bertalqin dan berbaiat? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan sulit untuk dijawab oleh para pemerhati dunia tarekat.

Pertanyaan pertama yaitu apakah benar Klan Ba’alwi mempunyai tarekat dan siapa pendirinya akan bisa dijawab, jika pertanyaan-pertanyaan selanjutnya bisa dijawab terlebih dahulu. Contoh pertanyaan tentang siapa mursyid “Tarekat” Alawiyah sekarang dan kepada siapa ia bertalqin dan berbaiat akan sulit dijawab. Tidak pernah ada Klan Ba’alwi kita dengar menasbihkan diri sebagai mursyid “Tarekat” Alawiyah. Seorang Ba’alwi, Lutfi bin Yahya (LBY), yang pernah menjadi ketua Jamaah Ahli Tarekat Mutabarah al-Nahdliyyah (Jatman) pun malah mengaku dirinya bertarekat Al-Syadziliyah yang katanya ia bertalqin kepada Mbah Abdul Malik Banyumas. Yang kemudian para pemerhati tarekat menganggap sanad “Tarekat Al-Syadziliyah” LBY kepada Mbah Malik juga bermasalah karena Mbah Abdul Malik lebih dikenal sebagai Mursyid Tarikat Naqsyabandiyah Kholidiyah, bukan Syadziliyah. Kejanggalan kedua adalah nasab Mbah Abdul Malik yang merupakan keturunan Raden Dipowongso cicit dari Pangeran Diponegoro kemudian ditulis oleh Tim Kanzushalawat pimpinan LBY sebagai keturunan Bin Yahya Ba’alwi.

Kembali kepada masalah “Tarikat” Alawiyah. Setiap tarekat biasanya mempunyai wiridan khusus setiap ba’da sholat atau di waktu-waktu tertentu dalam suluk, seperti Tarekat Qadiriyah yang mewajibkan para jamaahnya yang telah bertalqin dan berbaiat untuk membaca kalimat tauhid sebanyak 165 kali. Lalu Tarekat Alawiyah apa wiridan khususnya?

Pertanyaan lain seperti tentang nama misalnya juga akan sulit dijawab. Sejak kapan nama Tarekat Alawiyah dikenal dan siapa yang mendirikan?

Jika mereka menjawab: dalam kitab Syarhul ‘Ainiyyah dikatakan bahwa Tarekat Alawiyah didirikan oleh Faqih Muqoddam yang ia dapatkan dari ayahnya terus ke kakeknya, dari anak ke ayah sampai ke Ubaidillah dan terus ke Ahmad bin Isa sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah tarekat yang diwariskan keturunan Nabi secara turun temurun (h.165).

Penulis menjawab: Faqih Muqoddam tidak terbukti sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, bagaimana bisa dikatakan “Tarekat” Alawiyah sebagai tarekat yang diwariskan keturunan Nabi secara turun temurun; nama Ubaidillah tidak terbukti sebagai anak Ahmad bin Isa, dan nama-nama seperti Sahib Mirbat, Ali Khali Qasam, Alwi kedua, Muhammad, Alwi pertama dan Ubaidillah adalah nama-nama yang tidak terbukti sebagai sosok historis, nama-nama itu tercipta di abad sembilan dalam kitab Ali al-Sakran. Bagaimana sebuah tarekat bisa dipercaya sanadnya tersambung kepada Rasulullah SAW, jika nama-nama dalam sanad itu tidak pernah disebut oleh para ahli tasawuf, ahli tarekat, ahli nasab dan ahli sejarah?

Jika mereka berkata, bahwa menurut kitab Syarhul ‘Ainiyyah Fakih Muqoddam mendapatkan sanad tarekat bukan hanya dari ayahnya tetapi juga dari Syekh Abdullah bin Ali al-Shalih lalu ia dari gurunya Abdurrahman Al-Maq’ad lalu ia dari gurunya Syekh Syuaib Abi Madyan (w.594 H.) (h. 165). Abu Madyan lahir di Sevila Spanyol dan wafat di Tilmisan Al-Jazair. Ia adalah pendiri “Tarekat Madyaniyah” yang berkembang di Maroko dan Spanyol. Nama Abu Madyan juga disebutkan oleh Ali al Sakran dalam Al-Burqat al-Musyiqah (h.49).

Penulis menjawab, Kalau begitu, tarekat itu bukan “Tarekat Alawiyah” tapi “Tarekat Madyaniyah”, dan bersanad bukan kepada keturunan Nabi Muhammad SAW, karena Abdullah al-Shalih dan Abdurrahman al-Maq’ad bukan keturunan Nabi. Berarti “Tarekat” Alawiyah adalah tarekat yang sanadnya bersambung kepada seorang “Akhwal” dan “Ajam” bukan keturunan Nabi.

Jika Faqih Muqoddam bertarekat Madyaniyyah , pertanyaan selanjutnya: kenapa sekarang namanya menjadi “Tarekat” Alawiyah? Sejak kapan nama Tarekat Alawiyah itu dikenal? Kenapa para Ba’alwi sekarang tidak mempopularkan nama “Tarekat Madyaniyah”? kenapa Ba’alwi sekarang tidak membesarkan nama dan menghauli Syekh Abu Madyan? Apakah karena Klan Ba’alwi ragu Faqih Muqoddam mendapatkan ijajah yang terputus dari Abu Madyan?

Klaim-klaim kitab-kitab internal Ba’alwi yang menyebut Faqih Muqoddam mendapat sanad tarekat dari Abu Madyan jelas meragukan. Karena nama Abdurrahman al-Maq’ad yang katanya disebut sebagai murid Abu Madyan namanya majhul di kalangan ulama tarekat. Murid-murid Abu Madyan yang terkenal membawa ajaran Abu Madyan adalah Ja’far bin Sidbunah al-Khuza’I dan Abdurrazaq al-Jazuli. Sedangkan nama Abdurrahman al-Maq’ad yang katanya mempunyai murid bernama Abdullah al-Shalih kemudian ia mempunyai murid Faqih Muqaddam adalah sosok yang tidak dikenal.

Kisah tentang baiat Faqih Muqoddam terhadap Tarekat Madyaniyah pun janggal. Biasanya seorang murid tarekat mendatangi gurunya untuk berbaiat, tetapi untuk kasus Faqih Muqoddam, katanya, gurunya, Abdullah Shalih, sengaja datang ke Tarim untuk membaiat Faqih Muqoddam.

Ditulis dalam sumber-sumber Klan Ba’alwi, sebuah drama pembaiatan Faqih Muqoddam kepada tarekat Abu Madyan. Dikisahkan bahwa Abu Madyan memerintahkan muridnya, Abdurrahman al-Maq’ad untuk datang ke Hadramaut agar membaiat warga Hadramaut, dan Abu Madyan menyatakan bahwa Al-Maq’ad akan mati ditengah jalan, kemudian Al-Maq’ad akan mengutus muridnya untuk membaiat warga Hadramaut. Lalu benarlah terjadi apa yang dikatakan oleh Abu Madyan, Al-Maq’ad wafat di Makkah, lalu ia mengutus muridnya yang bernama Abdullah Shalih untuk pergi ke Tarim. Sebelum wafat, ia berwasiat kepada muridnya itu agar ia ke Tarim untuk menemui Faqih Muqoddam. Dalam wasiatnya itu ia menyatakan bahwa muridnya ini akan menemui Faqih Muqoddam ketika ia sedang bersama Bamarwan membawa pedang yang diletakan di atas kedua kakinya. Ketika Abdullah Shalih bertemu Faqih Muqoddam ia menemuinya dalam keadaan seperti yang dikatakan gurunya itu (lihat Syarhul ‘Ainiyyah h. 167).

Kisah dramatis pembaiatan Faqih Muqoddam terhadap Tarikat Madyaniyah itu mencurigakan. Seperti sudah penulis sampaikan bahwa nama Abdurrahman al-Maq’ad disebut sebagai murid dari Abu Madyan hanya ada dalam kitab-kitab internal Ba’alwi, bahkan sosoknya saja tidak dikenal dalam sejarah. Nama Abdurrahman al-Maq’ad muncul pertama kali dalam kitab Al-Burqat karya Ali al Sakran setelah 301 tahun wafatnya Abu Madyan tanpa dapat diverifikasi oleh kitab apapun sebelumnya.

Kesimpulan tulisan tentang “Tarekat” Alawiyah ini adalah: “Tarekat” Alawiyah hari ini tidak definitive disebut tarekat. Ia tidak mempunyai mursyid, ia tidak mempunyai wirid khusus sebagaimana tarekat lainnya, sanad yang pertama terputus dan sanad yang kedua tidak terkonfirmasi dan tidak terverifikasi. Maka, “Tarekat” Alawiyah ini tidak memenuhi syarat untuk dimasukan ke dalam kategori tarekat muktabarah dalam kalangan Nahdlatul Ulama.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AlawiyahdalamDisebutHabibLingkupMemenuhiMuktabarohNahdlatulNasabNasab HabibPolemikSyarattarekatTidakulama

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bulan Ramadan Tahun 2025 Berapa Hari Lagi?

Next Post

PPN Naik Menjadi 12%: Begini Syarat Pemungutan Pajak Menurut Islam

Berita Terkait

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Reportasi Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 29 Juni 2026 15:47
Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 29 Juni 2026 14:45
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 23:37
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 16:30
Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 06:17
Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 18 Juni 2026 21:55
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 02:38
Next Post
PPN Naik Menjadi 12%: Begini Syarat Pemungutan Pajak Menurut Islam

PPN Naik Menjadi 12%: Begini Syarat Pemungutan Pajak Menurut Islam

Bacaan Marhaban Maulid Nabi Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan

Bacaan Marhaban Maulid Nabi Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan

Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Bisa jadi Pembelajaran Bagi Umat Muslim

Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Bisa jadi Pembelajaran Bagi Umat Muslim

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286

Berita Terbaru

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Reportasi Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU – Polemik Nasab Habib

14 jam ago
Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara – Polemik Nasab Habib

16 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

6 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD