Diguncang Tiga Bom, Puluhan Orang Di Ibu Kota Afgnanistan Meninggal

Seorang korban bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. (Omar Sobhani/Reuters)
Bagikan:

Panji Islam: Kabul, Bom bunuh diri mengguncang Kabul, Afghanistan pada Kamis (25/7). Dilaporkan, ada tiga bom yang meledak di ibu kota Afghanistan itu. Akibat dari insiden itu, dilaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi menjelaskan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.10 waktu setempat dan menargetkan sebuah bus yang mengangkut pegawai pemerintahan di Kabul Timur.

“Kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat lokasi serangan bus dan ledakan ketiga terjadi ketika sebuah mobil diledakkan oleh gerilyawan yang tidak dikenal,” kata Rahimi, diberitakan Aljazeera.

Ledakan pertama menyebabkan lima orang tewas, sementara ledakan kedua menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya. Tidak ada korban dalam ledakan ketiga. Adapun bus yang menjadi target serangan bom bunuh diri itu milik Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan.

Kelompok militan Afghanistan, Taliban, mengkalim bertanggung jawab atas salah satu bom bunuh diri di Kabul tersebut, namun membantah terlibat dalam dua ledakan lainnya. Beberapa pengamat menilai, pihak Taliban sengaja meningkatkan serangan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam perundingan dengan pemerintah Afghanistan.

Di tempat lain pada hari yang sama, tujuh warga sipil –enam perempuan dan seorang anak- tewas dalam pemboman di pinggir jalan di Provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur. Sementara empat lainnya, termasuk seorang perempuan, terluka dalam insiden yang terjadi di distrik Khogyani itu.

Sementara, setidaknya 35 polisi terbunuh dalam sebuah serangan yang dilancarkan Taliban di Provinsi Takhar, Afghanistan Utara. Sebelumnya, pada Rabu (24/7) malam waktu setempat, sedikitnya 12 orang, termasuk enam polisi, terluka dalam pertempuran lima jam dengan Taliban.

sumber: NU Online



Be Smart, Read More