Menurut Keterangan Dokter, Peserta Aksi di MK Kena Maag BUkan Keracunan

RS Budi Kemuliaan menjelaskan penyebab peserta aksi pingsan dan muntah, yang sebelumnya dirumorkan keracunan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bagikan:

Panji Islam: Jakarta, Pihak Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan menjelaskan kondisi perempuan peserta aksi yang sebelumnya diduga keracunan saat ikut aksi kawal sidang putusan MK, Kamis (26/6). Rumah sakit memastikan penyebab peserta muntah dan pingsan karena gangguan pencernaan, dispepsia atau sejenis maag.

“Diagnosis dari kami adalah dispepsia, itu adalah semacam gangguan pencernaan. Seperti orang sakit maag-lah,” kata Direktur Pelayanan Medik dan ketua tim siaga RS Budi Kemuliaan, dr M Rifki dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/6).

Sebelumnya, perempuan berinisial H, dilarikan ke RS Budi Kemuliaan usai muntah dan pingsan sehabis melahap sepotong roti. Perempuan berusia 53 tahun itu dilarikan ke RS Budi Kemuliaan dengan bantuan RS Bhineka dengan ambulan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Terkait :   Puan Maharani: Ikuti Aturan Konstitusi, Soal Amien Rais Ancam People Power

Rifki menjelaskan, penanganan yang dilakukan terhadap H yakni sebatas pemberian obat maag dan diinfus. Rifki menegaskan pasien sewaktu datang ke rumah sakit Budi Kemuliaan dalam keadaan sadar.

“Sekarang pasien masih di dalam (ruang perawatan),” kata Rifki.

Rifki mengonfirmasi bahwa pasien berasal dari Palembang. Menurut dia, pembuktian keracunan dapat dilakukan dengan melakukan uji coba spesimen muntahnya. Namun demikian, pasien mengaku muntah di lokasi aksi.

“Pasien mengatakan bahwa dia muntah di lapangan, kita dari Budi Kemuliaan tidak melihat sama sekali seperti itu (keracunan),” ujar Rifki.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi massa kawal sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6) diwarnai rumor peserta aksi keracunan.

Terkait :   Kebijakan Jokowi Naikkan Gaji PNS Menjadi Sorotan Tim Hukum Prabowo

Koordinator Lapangan aksi kawal putusan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konsititusi (MK), Abdullah Hehamahua menyarankan agar para peserta aksi tak membeli makanan maupun minuman yang dijajakan oleh pedagang asongan maupun yang diberikan orang tak dikenal agar tak diracun.

“Kepada aksi massa kalau dikasih makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal jangan diterima. Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini,” kata Abdullah saat berorasi di atas mobil komando, Kamis (27/6).

sumber: cnnindonesia.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More