Yusril Makin ‘Pede’, Karena Banyak Dalil 02 Yang Dinilai MK Tak Terbukti

Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Bagikan:

Panji Islam: Jakarta, Ketua tim hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra semakin percaya diri permohonan PHPU Pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal ditolak oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi. Dia merujuk dari sebagian pernyataan hakim sebelum sidang diskors.

Diketahui sejauh ini majelis hakim telah menyatakan sejumlah tuduhan kubu Prabowo-Sandi tidak terbukti. Misalnya, soal ketidaknetralan polisi dan intelijen, serta pengerahan PNS BUMN untuk kampanye.

“Jadi itu sudah lebih dari setengah itu dibacakan dan tinggal Pak Kiai Ma’ruf Amin soal BUMN itu belum dibacakan. Saya kira enggak akan lama lagi. Sejam lagi dibacakan selesai. Pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif sebagian besar ditolak,” tutur Yusril di Gedung MK, Jakarta, Kamis (26/6).

Terkait :   Klaim Kemenangan BPN Sebut Hasil Exit Poll: Prabowo 55,4%, Jokowi 42,8%

Yusril seolah tak heran dengan pernyataan majelis hakim yang tidak menemukan bukti kuat kecurangan TSM pada Pilpres 2019 lalu. Yusril mengatakan dirinya pun tidak menemukan alat bukti kuat dari kubu Prabowo-Sandi.

Yusril menyebut majelis hakim MK pasti sudah mengecek semua alat bukti yang diserahkan tim hukum Prabowo-Sandi. Termasuk video-video yang disertakan untuk menunjang pokok permohonan.

Jika majelis hakim tetap menganggap banyak tuduhan yang tidak terbukti, lanjutnya, maka bukti video tersebut diragukan kebenarannya.

“Hakim konstitusi sudah nonton semua video-video yang sebagai bukti, ternyata isi video itu tidak berkesesuaian, tidak berhubungan dengan apa yang didalilkan. Jadi dalam kata lain itu banyak video-video yang isinya bohong-bohongan,” tutur Yusril.

Terkait :   Ini Tanggapan Mendikbud Terkait Viral Video 'Pelajaran Agama Islam Dihapus Jika Jokowi Terpilih'

Yusril lalu mengatakan bahwa semua pihak telah menjalankan perannya masing-masing selama persidangan sengketa Pilpres 2019 berlangsung. Dari mulai pengajuan permohonan hingga menghadirkan saksi serta ahli.

Semua pihak, baik tim hukum Prabowo-Sandi, KPU, tim hukum Jokowi-Ma’ruf serta Bawaslu telah diberikan kesempatan yang sama oleh majelis hakim. Karenanya, Yusril berharap tim hukum Prabowo-Sandi tidak menyalahkan pihak manapun apabila permohonannya ditolak oleh MK.

“Jadi kalau nanti permohonannya ditolak bukan salah siapa-siapa, karena memang buktinya tidak cukup atau memang tidak ada sama sekali,” kata Yusril.

“Jangan lagi di tuduh-tuduh bahwa Mahkamah Konstitusi ini tidak benar, tidak adil, tidak serius, tidak independen. Kita berikan kesempatan untuk membuktikan tuduhannya di MK ini tapi menurut pendapat saya tidak terbukti sama sekali,” ujarnya

Terkait :   Gubernur Papua: 100% Rakyat Papua Untuk Jokowi

sumber: cnnindonesia.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More