NU Sumenep Pastikan Beri Beasiswa Pendidikan Bagi Korban Yang Selamat

Ketua PCNU Sumenep dan rombongan menjenguk korban kapal tenggelam.
Bagikan:

Panji Islam: Sumenep, Puluhan nyawa hilang dan beberapa lainnya dalam perawatan. Hal ini akibat musibah yang menimpa kapal kayu bernama Amin Jaya yang ditumpangi 61 orang, tenggelam di perairan timur laut pulau Gili Iyang, Sumenep, Jawa Timur beberapa waktu berselang.

Pada kesempatan tahlilan hari ketujuh yang digelar di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Abdul Hadi selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) setempat memastikan memberikan bantuan beasiswa pendidikan. Bantuan diberikan bagi anak yang selamat.

“Kejadian ini merupakan duka bersama dan sebagai peringatan untuk saling waspada terhadap segala sesuatu,” kata Abdul Hadi, Senin (24/6).

Menurutnya, para korban yang selamat telah dijumpai oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. “Mereka masih terlihat shock dan terpukul atas musibah yang dialami,” tutur Hadi.

Sebelumnya, Ketua PCNU Sumenep, KH Pandji Taufiq langsung mendatangi sejumlah korban yang dirawat di Puskesmas Dungkek.

Dengan didampingi sejumlah pengurus lain, Kiai Pandji mendatangi korban kecelakaan. “Atas nama pribadi dan PCNU Sumenep, kami sangat berduka dan prihatin atas apa yang terjadi kepada warga yang menjadi korban kecelakaan,” katanya.

Kiai Pandji juga sempat menanyakan nama dari salah satu korban yang masih anak-anak, bahkan PCNU Sumenep bersedia memondokkan yang bersangkutan, “Jika pihak keluarga dan anak tersebut berkenan, PCNU Sumenep, siap membiayai untuk anak tersebut melanjutkan pendidikan di pondok pesantren,” tutur Kiai Pandji.

Tidak hanya itu, PCNU Sumenep, melalui LAZISNU, secara langsung memberikan bantuan berupa dana kepada para korban. “ini adalah bentuk keprihatinan dan kepedulian kami, meskipun tidak seberapa,” ungkapnya.

Dalam pandangan Kiai Pandji, para korban tidak hanya membutuhkan bantuan materi, juga semangat dan dukungan untuk terus bersabar dan bisa menghadapi musibah. “Dan bisa meyakinkan bahwa mereka tidak sendiri,” tegasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, sebuah kapal kayu bernama Amin Jaya yang ditumpangi 61 orang, tenggelam di perairan timur laut pulau Gili Iyang, Sumenep, Senin (17/6), sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapal itu berlayar dari Pulau Gua-gua di Kecamatan Raas, menuju pelabuhan Kalianget, Sumenep. Akibat insiden ini, 21 orang dilaporkan meninggal dan 1 hilang. Sedang sebanyak 38 orang penumpang dinyatakan selamat dan dievakuasi ke Kecamatan Dungkek. Penumpang yang selamat dalam keadaan luka, dirawat di Puskesmas setempat.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kapal kayu Amin Jaya, dengan gross tonnage (GT) 3 dan kru 2 orang, dari pelabuhan Pulau Gua-gua dengan membawa sebanyak 61 orang, berangkat sekitar pukul 13.00.

Namun saat melintas di perairan Pulau Giili Iyang, laju kapal kayu itu mulai tidak stabil karena beberapa kali dihempas ombak besar. Saat itu masih tetap bertahan, hanya saja sudah terombang-ambing di tengah lautan. Tetapi berselang tidak lama, ombak disertai gelombang besar kembali menghantam kapal kayu sehingga mengakibatkan tenggelam.

sumber: NU Online



Be Smart, Read More