Marsudi Wahyu Kisworo, Sebut Sulit Merekayasa Situng KPU

Ahli IT yang dihadirkan KPU menyatakan sulit untuk merekayasa situng KPU.(Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bagikan:

Panji Islam: Jakarta, Ahli IT Marsudi Wahyu Kisworo menyebut situng alias Sistem Informasi Penghitungan Suara tidak dapat direkayasa terkait dengan perhitungan suara di Pilpres 2019. Hal itu dipaparkannya di sidang sengketa hasil Pilpres yang berlangsung hari ini di Mahkamah Konstitusi (MK).

Marsudi merupakan ahli IT yang dihadirkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dia menuturkan yang sering dipermasalahkan pun sebenarnya bukan situng melainkan situs dari situng yang tidak ada di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/

“Situng sesungguhnya itu ada di dalam KPU yang hanya bisa diakses di dalam KPU. dan merupakan sistem intranet dalam KPU,” ujar Marsudi.

Sebagian informasi dari yang ada di situng, kata Kisworo, kemudian divirtualisasi atau seolah-olah dibuat cerminannya yang berupa situng yang biasa dilihat.

Terkait :   Jokowi Sebut Prabowo Punya Lahan 220.000 H di Kaltim dan 120.000 H di Aceh Tengah

“Sangat sulit karena situng kan langsung inputnya dari C1 daerah masing-masing,” kata dia. “Kalau saya mau merekayasa saya tidak dari situng tapi dari rekapitulasi berjenjangnya. Tapi saya kira itu akan sangat sulit.

“Sesungguhnya situng yang sebenarnya hanya bisa diakses dari dalam KPU, dan dilengkapi dengan berbagai macam keamanan termasuk lokasi-lokasi termasuk di bencana misalnya,” tuturnya.

Marsudi mencontohkan dulu pernah situng dirancang untuk di tiga lokasi di KPU. Namun dua lokasi tidak boleh diketahui keberadaannya oleh siapapun karena merupakan cadangan jika terjadi bencana.

Di samping itu, Marsudi menyatakan Situng KPU pun diatur agar tidak menguntungkan salah satu peserta dalam kontestasi pemilu.

Terkait :   Amien Rais: Ada Kecurangan di Pemilu, Kita People Power Tidak ke MK

“Ya kalo melihat data ini tidak ada [menguntungkan salah satu pihak],” kata Marsudi.

sumber: cnnindonesia.com



Be Smart, Read More