Real Count KPU, Selisih Jokowi dan Prabowo 7,8 Juta Suara

Arsip Siluet Ketua KPU Arief Budiman
Arsip Siluet Ketua KPU Arief Budiman saat melakukan monitoring rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng di Gedung KPU, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama)
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita IslamPortal Islam : Real Count KPU, Selisih Jokowi dan Prabowo 7,8 Juta Suara.

Jakarta – Perolehan suara calon presiden Joko Widodo mempunyai selisih 7.814.701 suara atau 12,56 persen dari perolehan suara Prabowo Subianto berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum atau Situng KPU pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB.

Catatan suara untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah 35.032.504 atau 56,28 persen, sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandi adalah 27.217.803 suara atau 43,72 persen dari total suara yang sudah di-input ke dalam sistem.

Berdasarkan real count KPU itu, Jokowi – Ma’ruf unggul di 21 provinsi dan luar negeri, sementara Prabowo – Sandi unggul di 13 provinsi.

Terkait :   Pasca Pilpres, Perubahan Klaim Angka Kemenangan Prabowo-Sandi

Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah tercatat adalah sebanyak 331.367 TPS atau 40,74 persen dari dari total 813.350 TPS di dalam dan luar negeri.

Situng bisa diakses secara bebas melalui laman pemilu2019.kpu.go.id. Penghitungan suara di laman ini terus dimutakhirkan secara berkala.

Data yang dimasukkan ke Situng adalah data formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem.

Penghitungan suara pada Situng yang seringkali disebut dengan “real count KPU” itu merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau proses pascapemilu.

Walaupun demikian, data pada Situng KPU tidak akan menjadi hasil resmi perolehan suara akhir. Penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.

Terkait :   PDIP Unggul Berdasarkan Hasil Quick Count Sementara

Penghitungan manual di tingkat nasional sesuai jadwal semestinya telah dilakukan Kamis (25/4), namun KPU menyatakan belum bisa memulai karena masih menunggu rekapitulasi dari provinsi.

Sumber : tempo.co



Be Smart, Read More