Beredar Hoaks Prabowo Menang Telak di Luar Negeri, KPU Imbau Polisi Tindak Pelaku

Ketua KPU Arief Budiman.
Ketua KPU Arief Budiman. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita IslamPortal Islam : Beredar Hoaks Prabowo Menang Telak di Luar Negeri, KPU Imbau Polisi Tindak Pelaku.

Jakarta – Telah beredar postingan berantai di sosial media Facebook hasil perhitungan suara di luar negri pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024, hasil perhitungan suara tersebut dibagikan oleh akun Facebook Arya Chandra Natanagara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta kepolisian untuk segera menindak penyebar hoaks penghitungan suara di luar negeri sudah dihitung dan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinyatakan menang.

Arief meminta polisi menindak pelaku hoaks tanpa harus menunggu laporan dari KPU. Sebab kejadiannya sudah meluas di masyarakat.

Terkait :   Jokowi Sebut Prabowo Punya Lahan 220.000 H di Kaltim dan 120.000 H di Aceh Tengah

“Kami mengimbau polisi bisa langsung menindak karena itu jelas, berita itu enggak benar,” kata Arief saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (10/4).

Arief menyebut kabar itu tidak benar. Sebab proses penghitungan suara akan dilakukan serentak pada 17 April 2019.

Dia juga berujar KPU sedang sangat sibuk dalam persiapan Pemilu 2019. Sehingga laporan ke polisi akan menyulitkan dan mengganggu KPU yang energinya sudah tidak bisa dipecah lagi untuk hal-hal lain di luar persiapan penyelenggaraan pemilu.

“Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak karena sudah tercurahkan tenaganya dengan persiapan-persiapan pelaksanaan pemilu ini,” ujar dia.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa pemilu di luar negeri sudah melewati tahap penghitungan suara. Kabar itu diunggah akun Arya Chandra Natanagara ke grup Facebook RELAWAN PRABOWO-SANDI MENUJU PEMIMPIN NKRI.

Terkait :   PM Selandia Baru Serukan Azan Jumat Live Secara Nasional

Unggahan itu mengklaim kemenangan telak Prabowi-Sandi di luar negeri. Bahkan paslon 02 diklaim menang lebih dari 80 persen di Amerika Serikat, Ukraina, dan Jerman.

Sumber : cnnindonesia



Be Smart, Read More