Hukum Menguburkan Jenazah Suami dan Istri Satu Liang Lahat

kuburan suami istri
(Foto: @islam.ru)
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita IslamPortal Islam : Hukum Menguburkan Jenazah Suami dan Istri Satu Liang Lahat.

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, sebuah peristiwa berpisahnya ruh dengan jasad. Kedatangannya begitu mengejutkan serta tak memandang sosok dan usia. Kapan pun ajal mereka datang, tak ada yang bisa mengundurnya sedetik pun. Begitu pun tatkala ajal mereka belum saatnya, tak ada yang bisa memajukannya walau sesaat.

Sebagaimana diketahui bersama, ada empat kewajiban utama orang hidup terhadap orang yang telah meninggal: memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan. Pertanyaannya,

Bagaimana jika ada pihak keluarga yang berpesan kepada keluarganya yang lain agar ketika wafat nanti jenazahnya dimakamkan di makam istrinya yang lebih dulu wafat.

Terkait :   PBNU: Keliru Neno Warisman Anggap Pilpres sebagai Perang

Apakah boleh menurut agama menguburkan dua jenazah di satu makam?

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Ulama berbeda pendapat perihal pemakaman dua jenazah di satu lubang kubur.

Ulama Mazhab Syafi’i menyatakan keharaman praktik pemakaman dua jenazah di satu lubang kubur tanpa alasan darurat. Sedangkan As-Sarakhsi dari Mazhab Hanafi menyetakan kebolehan praktik pemakaman seperti meski tanpa alasan darurat darurat sekalipun.

Mazhab Syafi‘i berpendapat bahwa praktik pemakaman dua jenazah di satu makam boleh dilakukan dalam situasi darurat. Pemakaman dua jenazah di satu makam dimungkinkan bila kedua jenazah itu memiliki hubungan kemahraman dan hubungan suami-istri.

Terkait :   Zastrouw Al-Ngatawi: Negara Damai, Jalankan Syariat Islam Jadi Tenang

يحرم دفن اثنين من جنسين بقبر إن لم يكن بينهما محرمية أو زوجية

Artinya, “Haram memakamkan dua jenazah yang berbeda jenis kelamin di satu makam kecuali jika keduanya memiliki hubungan mahram dan hubungan suami-istri,” (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in, [Mesir, At-Tijariyatul Kubra: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 118).

Menurut Mazhab Syafi‘i, larangan pemakaman dua jenazah dalam satu makam bukan didasarkan pada syahwat, tetapi lebih pada kemungkinan menyakitkan. Oleh karena itu, praktik ini hanya boleh dilakukan dalam situasi darurat.

وذلك لأن العلة في منع الجمع التأذى لا الشهوة فإنها قد انقطعت بالموت

Artinya, “Illat atau alasan atas larangan penguburan dua jenazah di satu makam adalah ‘menyakiti’, bukan karena syahwat karena syahwat sudah terputus sebab kematian,” (Lihat Sayid M Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, [Mesir, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 118).

Terkait :   Berita Islam : Habib Luthfi bin Yahya, Jangan Coba-coba Goyang NKRI

Dari keterangan ini, kita dapat menarik simpulan bahwa dalam koteks pertanyaan di atas pihak keluarga dapat menjalankan pesan orang tuanya tersebut. Pasalnya, kedua jenazah tersebut terikat dalam hubungan suami dan istri.

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.

Sumber : NU Online


Berita, Populer


Be Smart, Read More