Perdana Menteri Australia, Scott Morrison: Desak Erdogan Tarik Ucapan Soal Teror Selandia Baru

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (Reuters/David Gray)
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita Islam – Berita IslamPortal Islam : Perdana Menteri Australia, Scott Morrison: Desak Erdogan Tarik Ucapan Soal Teror Selandia Baru.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, tidak terima dengan pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menyinggung soal sentimen anti-Islam dalam aksi teror penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Dia mengancam akan mempertimbangkan untuk meninjau ulang hubungan Negeri Kanguru dengan Turki jika pernyataan itu tidak dicabut.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menurut saya sangat menyinggung bangsa Australia dan sangat ceroboh di waktu yang sensitif seperti saat ini,” kata Morrison, seperti dilansir AFP, Rabu (20/3).

Terkait :   Tagar #INAelectionObserverSOS Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Pakar

Morrison menyatakan dia sudah memanggil Duta Besar Turki untuk Australia, guna meminta klarifikasi. Dia menyatakan enggan menerima permintaan maaf dari sang diplomat.

“Saya berharap dan telah meminta supaya pernyataan ini diklarifikasi dan ditarik,” ujar Morrison.

Sedangkan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, enggan menanggapi terlalu jauh pernyataan Erdogan. Namun, dia mengatakan Wakil PM, Winston Peters, akan melawat ke Turki untuk menyampaikan sikap mereka.

“Wakil perdana menteri akan mengkonfrontasi pernyataan itu di Turki. Dia akan menyelesaikannya secara tatap muka,” kata Ardern.

Dalam ajang kampanye pemilihan kepala daerah di Antalya, Erdogan menayangkan rekaman teror penembakan di Selandia Baru yang dilakukan warga Australia Brenton Tarrant, dengan alasan sebagai pengingat akan propaganda anti-Islam. Erdogan turut menyitir isi manifesto Tarrant yang ditulis sebelum beraksi yang menyatakan hendak mengusir bangsa Turki dari Eropa.

Terkait :   Pilpres 2019: Inilah Beda Jokowi dan Prabowo Soal Pemenang Pilpres 2019

Erdogan mengancam bakal memerangi pihak-pihak yang hendak menebar teror anti-Islam di Turki. Dia juga menyinggung soal peristiwa Pertempuran Gallipoli pada 1915 dalam Perang Dunia I.

Saat itu pasukan Kekhalifahan Ottoman menaklukkan pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang hendak menguasai kota itu. Tercatat ada delapan ribu pasukan Australia meninggal dalam pertempuran itu.

Erdogan menyatakan warga asing yang hendak menebar teror anti-Islam bakal menghadapi nasib sama seperti pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru dalam pertempuran Gallipoli.

“Kami sudah berada di sini seribu tahun, dan akan terus di sini hingga kiamat. Insya Allah. Buyut kalian datang dan pulang dalam peti mati. Saya tidak ragu kalian juga bakal bernasib sama seperti itu,” ujar Erdogan.

Terkait :   Berita Islam : Kontroversi Bisnis MLM yang Diharamkan Munas Alim Ulama NU

Sumber : cnnindonesia.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More