Miris, Pastor di Gereja Jerman lecehkan Anak anak

pelecehan anak oleh pastor katolik, sumber : detik.com
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita Islam Terkini – Miris, Pastor di Gereja Jerman lecehkan Anak anak

Gereja Katolik Jerman kaget dan malu atas pelecehan seksual anak-anak oleh ribuan pastor selama puluhan tahun. Pernyataan ini disampaikan setelah bocornya sebuah laporan yang mengungkapkan bahwa ribuan anak-anak menjadi korban pelecehan seks oleh para pastor.

Studi yang dilakukan oleh Konferensi Uskup Jerman tersebut akan dirilis secara resmi pada 25 September mendatang. Namun sejumlah media lokal Jerman membocorkan temuan-temuan penting, termasuk temuan mengejutkan bahwa lebih dari 3.600 anak-anak mengalami serangan seks oleh para pastor di Jerman selama hampir 70 tahun.

Penulis laporan tersebut bahkan mengingatkan bahwa skala pelecehan seks bisa jadi jauh lebih besar mengingat sejumlah dokumen “dimusnahkan atau dimanipulasi”.

Terkait :   Begini cara islam memuliakan anak tanpa memandang gender

“Kami tahu cakupan pelecehan seksual yang ditunjukkan oleh studi tersebut. Kami kaget dan malu atas hal itu,” ujar Uskup Stephan Ackermann atas nama Konferensi Uskup Jerman yang meminta penyusunan laporan tersebut.

“Saya tekankan bahwa studi ini adalah utang kami, bukan hanya kepada Gereja tapi juga yang paling penting, kepada mereka yang terdampak,” imbuhnya seperti dilansir AFP, Kamis

Dikatakannya, tujuan penelitian tersebut adalah untuk menyoroti “sisi gelap gereja kami, demi mereka yang terdampak, tapi juga bagi kami untuk melihat kesalahan dan melakukan segalanya untuk mencegah itu terulang”.

Laporan tersebut merupakan pukulan terbaru bagi Gereja Katolik setelah kasus-kasus pelecehan seks anak-anak oleh para pastor terungkap di berbagai negara lainnya di dunia.

Terkait :   Inovasi mahasiswa jember cegah stunting dengan abon lele

Menurut laporan terbaru tersebut seperti dibocorkan oleh media Spiegel Online, sebanyak 1.670 pastor di Jerman melakukan beberapa bentuk serangan seksual terhadap 3.677 anak-anak dalam kurun waktu antara tahun 1946 hingga 2014. Sebagian besar korban adalah anak laki-laki.

Disebutkan bahwa lebih dari separuh korban berumur 13 tahun atau di bawahnya saat kejadian. Hasil tersebut diperoleh setelah memeriksa sekitar 38 ribu dokumen dari 27 keuskupan Jerman.

Sumber : detik.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More