Ada Fatwa Nonmuhrim Dilarang Ngopi Semeja di Aceh

fatwa haram minum kopi berduaan non muhrim di aceh, sumber : detik.com
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita Islam Terkini – Ada Fatwa Nonmuhrim Dilarang Ngopi Semeja di Aceh

Aturan standardisasi syariah warung kopi, kafe, dan restoran di Bireuen, Aceh, menuai kontroversi. Dalam edaran yang diteken Bupati Bireuen Saifannur, pria dan wanita yang bukan muhrim dilarang ngopi semeja. Lalu bagaimana aturan di perkantoran?

“Ada beberapa poin pertanyaan yang perlu dijawab oleh ‘penguasa Bireuen’. Apakah (edaran) ini hanya berlaku di warkop (saja)? Bagaimana standardisasi di pusat pemerintahan sendiri?” kata Inong Aceh Kabupaten Bireuen, Muazzinah Yacob, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu

Aktivis perempuan ini juga mempertanyakan edaran yang diteken Saifannur pada 30 Agustus lalu itu. Beberapa hal yang masih menjadi pertanyaannya adalah dasar Bupati mengeluarkan edaran tersebut hingga sanksi bagi pelanggar.

“Apakah sudah ada kajian bahwa perempuan yang menjadi pembeli misal pada poin 7 dan poin 13 tanpa mahram menimbulkan keresahan sosial?” tanyanya.

Menurutnya, edaran yang memuat 14 poin tersebut jangan sampai menjadi kebijakan sensasional tanpa memperhatikan substansi pentingnya.

“Syariat Islam adalah rahmatan lil alamin, bukan menjadi ‘ajang’ pengambilan kebijakan sepihak oleh penguasa tanpa melihat kajian menyeluruh untuk kemaslahatan umat,” jelas aktivis perempuan Aceh ini.

Seperti diketahui, Bupati Bireuen Saifannur mengeluarkan standardisasi warung kopi, kafe, dan restoran sesuai dengan syariat Islam. Dalam salah satu poin, laki-laki dan perempuan haram makan dan minum satu meja kecuali bersama muhrimnya.

“Poin ke-13 itu haramnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya. Kalau sama mahramnya kan tidak ada masalah, tapi kalau bukan mahram itu haram, karena di dalam hukum syariat itu haram hukumnya,” kata Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan saat dimintai konfirmasi detikcom.

Sedangkan pada poin ke-7 (sebelumnya tertulis ke-9) berisi larangan melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. Sementara itu, poin-poin lain berisi tata cara berbusana pramusaji dan warung kopi dilarang mempekerjakan LGBT, waria, dan lainnya.

“Jadi itu kan standar warung kopi, itu standarnya. Sedangkan wanita mau minum kopi, silakan tapi dengan mahramnya. Itu kan aturan syariat,” ungkap Jufliwan.

Sumber : detik.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More