Begini hukum islam mengatur kekerasan seksual

Bagikan :
kekerasan seksual pada perempuan, sumber : alodokter.com

Panji Islam – Portal Berita Islam Terkini – Begini hukum islam mengatur kekerasan seksual

Kekerasan seksual pada perempuan seakan tidak ada habisnya. Baik yang menimpa pada dewasa mau pun pada anak. Segala upaya dilakukan oleh pihak yang berwenang, dari mulai upaya pencegahan sampai pemberian sanksi bagi pelaku. Namun bak bola salju liar, kasus per kasus terjadi semakin masif dan memprihatinkan.

Alih-alih reda kasus kekerasan seksual semakin menjadi dengan berbagai bentuknya. Tak hanya itu kekerasan seksual pada perempuan juga ternyata menyisakan ironi lain, yaitu terjadinya aborsi jika korban sampai hamil.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 19 Juli, WA yang merupakan korban perkosaan divonis penjara selama enam bulan oleh majelis hakim PN Negeri Muara Bulian, Jambi, karena melakukan aborsi.

Yang menyayat hati adalah WA merupakan korban inses, pil pahit yang mesti ditelan di usianya yang masih 15 tahun. Kakak kandung yang semestinya menjaga dan melindungi begitu tega merusak kehormatannya sampai menyebabkan hamil. WA yang korban mesti merasakan dinginnya lantai hotel prodeo. Di satu sisi banyak kalangan menilai vonisnya tidak adil, WA sebagai korban yang semestinya dikuatkan malah dikriminalkan. Tapi di sisi lain aborsi yang dilakukan WA adalah tindak kejahatan yang tidak bisa dibenarkan.

Tindak kekerasan seksual pada anak memang kerap terjadi di lingkup keluarga. Komnas Perempuan menyebut tahun lalu saja terjadi 1.210 kasus kekerasan seksual inses yang terjadi di ranah privat. Mirisnya dari tahun ke tahun tren kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Untuk tahun lalu saja terdapat 350.472 kasus terdiri dari kekerasan fisik dan seksual.

Terlepas dari itu semua, inses dan aborsi adalah buah dari perilaku gaul bebas. Sekulerisme yang mengagungkan kebebasan berperilaku terbukti telah menjerumuskan manusia pada kehidupan bak hewan. Islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini, tak berpengaruh pada keluruhan perilaku. Hal ini karena Islam yang kaffah ditanggalkan hanya sebatas ibadah mahda.

Terkait :   Manchester City Masih Berada Dizona Nyaman Pada Puncak Klasemen, Setelah Kalahkan Chelsea

Syariat Islam Menjaga Pergaulan

Secara fitrah manusia memiliki naluri seks. Keberadaannya Allah maksudkan untuk memperbanyak keturunan. Dengan naluri seks inilah keturunan Adam berkembang biak. Melestarikan keturunan dengan beragam suku bangsa. Hanya saja naluri ini tidak boleh diumbar bebas. Kalimah ijab dan kabul menjadi prasyarat halalnya pemenuhan naluri ini.

Jika naluri seks diumbar tanpa batasan maka kita akan temui banyaknya penyimpangan, dari mulai seks bebas, LGBT, inses, sampai pedofil. Dampak berikutnya adalah kita akan berjumpa dengan permasalahan baru. Diantaranya banyaknya bayi yang lahir akibat hubungan haram kedua orang tuanya. Lebih tega lagi adalah bayi-bayi tak berdosa yang dibuang seperti sampah. Atau tindakan super tega lainnya adalah aborsi, menggugurkan janin yang sudah bernyawa di dalam rahim sang ibu.

Islam memiliki syariat yang mampu menjaga manusia dari penyimpangan. Dengan syariat tersebut manusia akan terjaga kehormatannya. Naluri seks akan dipenuhi hanya pada pasangan halal. Berikut penjagaan syariat Islam terhadap pergaulan manusia.

1. Perintah menutup aurat dan menundukkan pandangan

Dalam QS. An-Nur ayat 31, Allah berfirman;

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, ….”

Dari ayat tersebut Allah memerintahkan untuk kita menjaga pandangan dan kemaluan dari yang tidak halal. Selain itu juga perintah untuk kita menjaga aurat terhadap yang bukan mahrom. Dengan tunduk pada perintah tersebut, maka akan lebih menjaga kehormatan dan menjaga dari pandangan yang buruk.

2. Perintah menikah bagi yang sudah baligh dan mampu. Sedang untuk yang belum mampu Allah memerintahkan agar shaum

Terkait :   Kebakaran Hutan Di Meranti Menhabiskan Lahan Seluas 4 Hektar Terbakar, Tim Butuh Sepekan Untuk Padamkan Karlahut.

“Dari Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata : telah bersabda Rasulullah saw, kepada kami: Hai golongan orang-orang muda, Siapa-siapa dari kamu mampu berkeluarga, hendaklah dia menikah, karena yang demikian lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa tidak mampu, maka hendaklah ia bersaum, sebab ia dapat mengendalikanmu.”(Mutafaq ‘Alayhi)

Dengan menikah maka tiap pemuda akan terjaga dari nafsu setan yang jika tidak dikendalikan akan membawa pada pemenuhan yang menyimpang. Pernikahan adalah satu-satunya cara sah dan terhormat untuk melanjutkan keturunan. Sedangkan bagi yang belum mampu menikah, shaum adalah cara pengalihan yang tepat. Mengendalikan dan berpahala.

3. Perintah memisahkan tempat tidur anak

Perintah ini tertera dalam hadits Nabi,

“Perintahkan anak-anak kalian shalat pada usia tujuh tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkan di antara mereka tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan oleh An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin dan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Perintah dalam hadist tersebut adalah penjagaan bagi sesama saudara kandung. Dari usia kanak-kanak mereka sudah dibiasakan menjaga batas terhadap saudara kandung. Saat batas-batasnya diabaikan maka inses pun jadi resikonya.

4. Larangan saling melihat aurat dan tidur dalam satu selimut bagi sesama perempuan dan atau sesama laki-laki

Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

“Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).

Begini hukum islam mengatur kekerasan seksual

Maha besar Allah yang maha memahami karakteristik manusia. Kecenderungan untuk gay dan lesbian Islam cegah melalui perintah untuk menjaga pandangan pada sesama perempuan dan sesama laki-laki. Sehingga sekalipun sejenis mereka memiliki batasan aurat.

Terkait :   Laurent Koscielny: Tidak Begitu Yakin Soal Arsenal Akan Lolos ke Liga Champions Musim Depan

5. Larangan khalwat bagi yang bukan mahrom

Khalwat artinya adalah bertemunya dua lawan jenis secara menyendiri (al-ijtimâ’ bayna itsnayni ‘ala infirâd) tanpa adanya orang lain selain keduanya di suatu tempat khusus, dan perlu izin keduanya jika ada yg masuk; misalnya di rumah atau di tempat sepi yang jauh dari jalan dan keramaian manusia.(An Nidzom Al Ijtimai, An Nabhani 97).

Khalwat hukumnya haram berdasarkan hadist: “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436].

Khalwat adalah salah satu pintu menuju zina. Larangan tegas dalam khalwat menjaga agar manusia tidak terjerumus pada bisikan setan untuk berzina.

Kelima hal di atas, jelas mesti dibangun atas dasar keimanan individu agar tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Syariat dilaksanakan semata-mata dorongan taqwallah. Selain itu masyarakat dan negara juga memiliki peranan penting. Masyarakat mesti memiliki kepedulian untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Jangan melakukan pembiaran terhadap perbuatan asusila di lingkungan sekitar.

Negara merupakan kunci bagi terjaganya pergaulan masyarakat. Negaralah yang mampu mengawasi media agar tidak dengan mudah menyebarkan konten-konten yang berbau pornografi. Penayangan film, penerbitan buku dan majalah, penyebaran DVD, tayangan televisi, dan internet mesti diawasi agar tidak menyebarkan konten yang mengumbar aurat dan kemesuman. Karena setiap hal yang berbau pornografi akan dengan mudah membangkitkan birahi dan berujung pada pemenuhan nafsu sembarangan.

Terakhir, Sudah saatnya kaum muslimin kembali kepada tuntunan Allah berupa syariat Islam agar segala problematika bisa menemukan solusinya. Inses dan aborsi sebagai akibat dari buruknya pergaulan masyarakat bisa dihindari. Tiap orang terjaga kemaluan dan kehormatannya dengan Islam. Wallahua’alam bish-showab.

Sumber : islampos.com