Pembunuhan Ust. Prawoto dengan Vonis 7 tahun

Pembunuhan Ust. Prawoto dengan Vonis 7 tahun, sumber : detik.com
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita Islam Terkini – Pembunuhan Ust. Prawoto dengan Vonis 7 tahun 

Jalan panjang kasus penganiayaan terhadap komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Ustaz Prawoto hingga tewas berakhir. Sang eksekutor, Asep Maftuh divonis hakim 7 tahun bui.

Asep yang merupakan tetangga Prawoto nekat menganiaya. Pria bertubuh tinggi itu awalnya diduga mengalami gangguan mental hingga nekat menganiaya Prawoto.

Insiden berdarah itu berlangsung di Blok Kasur RT 01/17, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Kamis (1/2) pagi. Kala itu, Asep tiba-tiba datang ke rumah Prawoto yang berjarak hanya sekitar lima langkah dari kediamannya.

Berbekal sebilah pipa besi, Asep memukul-mukul tembok rumah Prawoto. Pemilik rumah terganggu hingga keluar untuk memperingatkan. Asep justru marah kepada Prawoto hingga memukul Prawoto. Prawoto kemudian lari hingga ke sebuah warung dan dipukul beberapa kali oleh Asep.

Asep terluka hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Namun sore harinya, Asep dinyatakan meninggal dunia. Informasi sampai ke polisi dan kemudian datang membawa Asep. Insiden tersebut sempat ramai karena waktunya berdekatan dengan penganiayaan terhadap almarhum KH Umar Basri pimpinan pondok pesantren Al Hidayah Cicalengka yang dilakukan oleh pria diduga gangguan jiwa.

Asep lantas ditahan di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. Hingga berkasnya masuk ke pengadilan dan kasusnya mulai di meja hijaukan. Di sidang perdana, jaksa mendakwa Asep dengan dua dakwaan. Pada dakwaan pertama, jaksa mendakwa Asep dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana.

Sementara dakwaan kedua, Asep didakwa Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Pasal tersebut mendakwa Asep melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sidang terus berjalan hingga masuk ke agenda tuntutan. Dalam sidang tuntutan, Asep dituntut hukuman penjara 6,5 tahun oleh jaksa.

Asep menghadapi sidang vonis dengan majelis hakim dipimpin Wasdi Permana di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, kemarin, Kamis (24/8/2018). Dalam sidang, hakim menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan yakni 7 tahun bui.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Maftuh alias Asep Maftuh selama tujuh tahun,” ucap hakim.

Hakim menjelaskan Asep terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan Prawoto meninggal dunia. Perbuatan Asep sesuai dengan dakwaan kedua dari jaksa penuntut umum. Asep dijatuhi Pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

Vonis hakim mendapat respons kecewa dari keluarga dan massa pendukung Prawoto yang hadir di persidangan. Mereka justru mengharapkan Asep dihukum lebih berat lagi.

“Sangat tidak adil,” kata Erna, istri Prawoto yang terus menangis usai persidangan.

“Suami saya dipukul, dianiaya. Suami saya enggak berdosa. Semoga hukum Allah saja yang menjerat,” kata dia.

Erna menyebutkan Asep seharusnya dihukum secara berat. Bahkan menurutnya, Asep patut dihukum mati atas perbuatannya kepada sang suami.

“Saya harapannya dihukum mati. Dia tidak bertanggung jawab, kenapa gak dihukum mati saja,” katanya.

Sumber : detik.com



Be Smart, Read More