Seorang Polisi Membangun Madrasah di Pekarangan Rumahnya

Polisi membangun madrasah, sumber : gomuslim.co.id
Bagikan:

Panji Islam – Portal Berita Islam Terkini – Seorang Polisi Membangun Madrasah di Pekarangan Rumahnya

Ada banyak cara untuk bisa memberikan manfaat untuk sesama, khususnya untuk kepentingan pendidikan Islam. Salah satunya seperti yang dilakukan polisi di Desa Banua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan ini.

Dia adalah Ipda Munadi, Kasium Polsek Takisung yang membangun Madrasah Ibtidaiyah di pekarangan rumahnya. Munadi sendiri mendapat hadiah pendidikan perwira dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian karena dedikasi dalam kegiatan sosial keagamaan.

Ia mengaku membeli lahan kosong yang menyatu di pekarangan rumahnya untuk bangunan ruang kelas belajar. Kini sudah berdiri pondasi untuk tiga ruang kelas belajar di atas lahan seluas tiga setengah hektare. Lahan itu dibeli dengan uang pribadi dan sebagian dari donatur.

Terkait :   Usul Pendidikan Vokasional dalam Madrasah Islam

“Latar belakangi pembangunan madrasah itu karena belum adanya madrasah ibtidaiyah di Desa Benua Tengah khususya dan Kecamatan Takisung pada umumnya,” kata Munadi seperti dilansir dari publikasi banjarmasinpost.

Polisi membangun madrasah, sumber : gomuslim.co.id

Menurutnya, banyak masyarakat yang berharap berdiri bangunan madrasah ibtidaiyah di Desa Banua Tengah. Itu untuk mengakomodir jika ada orangtua siswa yang anaknya ingin belajar agama Islam di madrasah.

“Masyarakat di Desa Banua Tengah Kecamatan Takisung jika ingin menyekolahkan anaknya di madrasah ibtidaiyah terpaksa harus ke Pelaihari,” katanya.

Rencana mendirikan madrasah ibtidaiyah bernama Nurul Adzulam, artinya penerang kegelapan yang akan menerangi sesuatu yang gelap. Ia menyebut nama itu sudah mendapatkan restu dari tokoh agama di Kecamatan Takisung dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Terkait :   Tingginya Minat Orangtua Mendidik Anak di Sekolah Islam

“Saya berharap berkah dan istiqomah saja. Satu ruang kelas itu dapat menampung anak didik sekitar 30 hingga 40 siswa,” katanya.

Tenaga pendidik di madrasah ibtidaiyah itu dijamin Munadi tidak menjadi kendala karena tidak sedikit alumni TPA yang sudah bergelar sarjana pendidikan Islam. Sumber : banjarmasinpost


Berita, Populer


Be Smart, Read More