Koalisi Keummatan: Golkar, Istilah Koalisi Umat Terlalu Tendensius

Bagikan :
Politikus Golkar Ace Hasan
Politikus Golkar Ace Hasan menyebut lebih baik pemimpin FPI Rizeiq Shihab untuk pulang dulu untuk merealisasikan koalisi umat yang dia usulkan. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).

Panji Islam – Portal Berita Islam : Partai Golkar menyarankan agar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) sekaligus tokoh Persaudaraan Alumni 212 Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia agar dapat merealisasikan usulannya membentuk koalisi umat.

“Sebaiknya Rizieq pulang dulu ke Indonesia, iya kan, lebih bagus kalau beliau mengatur politiknya di Indonesia saja,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (5/6).

Selain itu, Ace mempertanyakan koalisi umat bentukan Rizieq yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Meski hak Rizieq membentuk koalisi itu, namun dia menganggap istilah koalisi umat terlalu tendensius.

“Ya ini kan negara, bangsa, jadi pakailah istilah kebangsaan biar lebih bermanfaat untuk kita,” ujarnya.

Terkait :   Reuni 212 Dinilai Gerakan Politik Baru, Jelang Pilpres 2019

Rizieq Shihab2

Meski demikian, kata Ace, Golkar tidak khawatir dengan koalisi usulan Rizieq tersebut. Sebab, koalisi itu belum menyepakati bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung.

Dia juga tidak khawatir Golkar tidak solid meski ada kader yaitu Fuad Mahsyur yang ikut umrah bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Politikus Golkar Ace Hasan
Politikus Golkar Ace Hasan menyebut lebih baik pemimpin FPI Rizeiq Shihab untuk pulang dulu untuk merealisasikan koalisi umat yang dia usulkan. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).

“Tidak ada kaitannya dengan Golkar, kehadiran beliau di situ sebagai pemilik agen umrah. Dipastikan Golkar tidak akan berpindah ke lain hati kecuali akan terus mendukung dan memenangkan Jokowi,” katanya.

Di sisi lain, Politikus PDIP Arteria Dahlan mengatakan partainya tidak mempersoalkan pembentukan koalisi umat. Menurutnya hal itu adalah hak setiap orang, termasuk menggunakan politik identitas dalam menggalang dukungan.

Terkait :   Berikut penemuan dari muslim yang mengubah dunia

“Enggak ada (ancaman), silakan saja, masyarakat sudah cerdas, masyarakat sudah rasional mampu menilai ini mewakili ini mepresentasikan umat saya pikir enggak begitu,” kata Arteria terpisah.

Arteria mengatakan pemerintahan Jokowi sudah memiliki banyak representasi yang terwakili daripada pemerintahan sebelumnya.

“Bagaimana keberpihakan pak Jokowi sama umat ini jauh luar biasa, sebelum pemilu safari ramadan, menyapa semua, menetapkan hari santri, kemudian perhatian beliau terhadap TPG, tunjangan profesi guru agama dis‎elesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq Shihab meminta Gerindra, PKS, PAN, dan PBB segera membentuk koalisi keumatan. Usulan itu menguat saat Prabowo dan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais menemui imam besar FPI tersebut di Makkah, Arab Saudi.

Terkait :   Berita Islam: China Tutup Sekolah-Sekolah Islam, Ada Apa sebenarnya?

sumbe : cnnindonesia.com