Paus Fransiskus: Mendesak Umat Kristiani dan Muslim untuk “Beralih dari Persaingan ke Kolaborasi”

Bagikan :
Jemaat dari China menyambut Paus Fransiskus untuk bersalaman saat audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus
Jemaat dari China menyambut Paus Fransiskus untuk bersalaman saat audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, di Vatikan (18/4). (AP/Gregorio Borgia)

Panjiislam.com : VATIKAN – Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama (PCID) merilis sebuah pesan pada hari Jumat 18 Mei 2018.

Dewan itu mendesak umat kristiani dan muslim untuk “Beralih dari persaingan ke kolaborasi”, karena persaingan di antara dua agama itu akan “memiliki konsekuensi negatif”.

“Persaingan telah sering menandai hubungan masa lalu antara orang Kristen dan muslim yang mengakibatkan konsekuensi negatif yang jelas, berupa kecemburuan, saling tuduh dan ketegangan,” kata pesan yang ditandatangani oleh Presiden PCID Kardinal Jean-Louis Tauran, dan Sekretaris PCID Uskup Miguel Ángel Ayuso.

Mereka mencatat bahwa “dalam beberapa kasus, persaingan itu telah menyebabkan konfrontasi kekerasan, terutama di mana agama telah diformalkan, terutama karena kepentingan pribadi dan motif politik.”

Terkait :   DMI Minta Pemerintah dan Aparat Sikapi Radikalisme

“Kompetisi antaragama semacam itu melukai citra agama dan pengikut mereka, dan itu menumbuhkan pandangan bahwa agama bukanlah sumber perdamaian, tetapi ketegangan dan kekerasan,” lanjut PCID Vatikan.

Untuk melawan persaingan dan konfrontasi itu, PCID Vatikan menyerukan kepada orang-orang kristen dan muslim untuk mengakui “nilai-nilai agama dan moral yang sama di antara kedua agama” dan menghormati “perbedaan-perbedaan di antara mereka” demi menghasilkan kerja sama yang efektif untuk kebaikan bersama.

Hal itu secara khusus terdiri dari membantu mereka yang paling membutuhkan, yang memungkinkan muslim dan kristen menjadi “saksi yang dapat dipercaya atas cinta Yang Maha Kuasa untuk seluruh umat manusia.”

PCID Vatikan dengan demikian meminta kedua komunitas untuk bekerja bersama dan menghormati satu sama lain untuk perdamaian dan hubungan persaudaraan lebih lanjut dan mempromosikan harmoni dalam masyarakat yang menjadi semakin multi-etnis, multi-agama dan multi-budaya.

Terkait :   Ini Pernyataan POLRI: Bendera yang Dibakar di Garut adalah Bendera HTI

 

sumber : liputan6.com