Lebih Dari 13.000 Warga Palestina Terluka Selama Demonstrasi Great March Of Return Di Jalur Gaza Yang Terkepung

Lebih dari 13.000 warga Palestina terluka selama demonstrasi Great March of Return di Jalur Gaza
Lebih dari 13.000 warga Palestina terluka selama demonstrasi Great March of Return di Jalur Gaza yang terkepung. Foto/Istimewa
Bagikan:

Panjiislam.com : GAZA – Lebih dari 13.000 warga Palestina terluka selama demonstrasi Great March of Return di Jalur Gaza yang terkepung. Dari jumlah itu, korban kebanyakan adalah anggota satu keluarga yang ikut bergabung dalam aksi demonstrasi itu.

Salah satu contohnya adalah Marzouk dan putranya Mohammed, dari Deir Al-Balah. Keduanya ditembak di kaki kanan mereka dan saat ini sedang menunggu untuk di operasi.

Muhammed yang berusia dua puluh tiga tahun menjadi sasaran ketika mengambil bagian dalam protes yang dilakukan di Bureij. Itu adalah pertama kalinya ia berpartisipasi dalam demonstrasi. Semnatara ayahnya terluka di Khan Yunis.

“Luka kami sekarang jelas bagi dunia, mereka mengungkapkan upaya pendudukan untuk menekan protes damai rakyat Palestina dengan menghadapi para demonstran dengan peluru yang dilarang secara internasional,” kata mereka dari Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Gaza tengah seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (25/5/2018).

Terkait :   Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Dilaporkan Kembali Masuk Rumah Sakit

Sementara itu suami dan istri, Mohammed dan Asma Abu Daqqa, juga sama-sama menjadi sasaran penembak jitu Israel. Mohammed berusia dua puluh delapan tahun ditembak di kaki ketika dia menghadiri protes pada hari Jumat kedua setelah aksi Great March of Return diluncurkan.

Sedangkan istrinya yang berusia dua puluh tiga tahun ditinggalkan dengan beberapa patah tulang di kakinya, membuatnya kesakitan dan tidak dapat berpuasa pada Ramadhan ini. Muhammad sekarang berusaha menabung untuk membayar obat-obatan dan obat penghilang rasa sakit yang perlu ditangani pasangan itu untuk mengatasi luka-luka mereka.

Pasangan itu sekarang membutuhkan seseorang untuk membantu mereka merawat anak-anaknya dan berisiko kehilangan rumah mereka karena mereka tidak dapat melanjutkan pembayaran sewa.

Terkait :   London Saja Berdiri Untuk Protes Anti Trump, Bagaimana Kabar Indonesia?

sumber : international.sindonews.com


Berita, Populer


Be Smart, Read More