Saeb Erekat, mengutuk penolakan Israel terhadap keputusan Dewan HAM PBB (UNHRC) untuk menyelidiki pelanggaran Israel

Bagikan :
Pasukan Israel menembakkan gas air mata ke arah demonstran Palestina di pagar perbatasan Gaza Jumat. Foto.Istimewa
Pasukan Israel menembakkan gas air mata ke arah demonstran Palestina di pagar perbatasan Gaza Jumat. Foto.Istimewa

Panjiislam.com : RAMALLAH – Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengutuk penolakan Israel terhadap keputusan Dewan HAM PBB (UNHRC) untuk menyelidiki pelanggaran Israel di wilayah Palestina khususnya di Jalur Gaza.

“Penolakan Israel terhadap penyelidikan dan tidak mengizinkannya untuk masuk ke negaranya adalah tindakan menyembunyikan kejahatannya terhadap Palestina,” kata Erekat dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (20/5/2018).

Ia menegaskan kembali bahwa pihak Palestina siap bekerja sama dengan komite investigasi dan menanggapi semua pertanyaan dan hak untuk pergi ke mana pun itu perlu.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi bertepuk tangan atas keputusan UNHRC, dan mengucapkan terima kasih kepada negara-negara anggota yang memilih mendukung penyelidikan independen sebagai sikap mengambil posisi berprinsip.

Terkait :   Lebih Dari 13.000 Warga Palestina Terluka Selama Demonstrasi Great March Of Return Di Jalur Gaza Yang Terkepung

“Keputusan ini mengirimkan pesan yang jelas dan kuat kepada Israel bahwa ada harga yang harus dibayar untuk tindakan sepihak dan tidak bermoral, pelanggaran ilegal,” ujarnya.

Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh keputusan UNHRC pada hari Jumat mendukung terorisme dengan meluncurkan penyelidikan kejahatan perang.

“Israel sepenuhnya menolak resolusi yang diadopsi oleh mayoritas anti-Israel yang otomatis hasilnya diketahui dari awal,” ujranya sembari menambahkan bahwa Israel akan terus membela warga dan tentaranya karena memiliki hak untuk membela diri.

UNHRC yang beranggotakan 47 negara memilih peluncuran komisi investigasi atas tindakan Israel di wilayah Palestina dengan 29 suara mendukung, 2 menentang, dan 14 abstain. Investigasi difokuskan pada perlakuan terhadap para demonstran Palestina di perbatasan Gaza.

Terkait :   Lagi dan lagi, Tentara Israel Tembak Mati Remaja 15 Tahun Palestina di Gaza

Lebih dari 100 orang Palestina tewas oleh tentara Israel selama unjuk rasa massal yang berlangsung selama sekitar enam minggu sejak 30 Maret di perbatasan Gaza dengan Israel.

Sumber : international.sindonews.com