Sempat Buron, Tersangka Duga’an Tipikor Tertangkap Sa’at Berjualan Kopi

Bagikan :
Sempat Buron, Tersangka Duga'an Tipikor Tertangkap Sa'at Berjualan Kopi
Sempat Buron, Tersangka Duga'an Tipikor Tertangkap Sa'at Berjualan Kopi

PANJI ISLAM, PEKANBARU – Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau beserta Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak berhasil mengamankan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan paket program sistem keuangan desa yang bersumber dari alokasi dana desa T.A 2015 kabupaten Siak.

Tersangka Abdul Hakim diamankan di kawasan Epicentrum, kuningan, jakarta selatan, Kamis (3/5/2018) malam.

Tersangka diamankan berdasarkan Surat permohonan kejaksaan Tinggi Riau nomor B – 259/N.4/Fd.1/01/2018 tanggal 25 januari 2018 2. Prinops-172/D/Dti.4/04/2018 tanggal 17 april 2018 3. Prinops-173/D/Dti.4/04/2018 tanggal 17 april 2018 .

Tim mengamankan tersangka di Jakarta. Yang bersamgkutan masuk dalam DPO Kejaksaan dalam perkara dugaan Tipikor di Siak,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Jumat (4/5/2018).

Terkait :   Tunda Sampai 2020, Apa Penyebab Pernikahan Putri Jepang Dengan Pria Biasa Di Tunda

Usai ditangkap, yang bersangkutan langsung dibawa ke Kejati Riau, Jumat sore guna menjalani proses pemeriksaan.

Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan paket program sistem keuangan desa Kabupaten Siak tahun anggaran 2015, Abdul Hakim diamankan oleh tim gabungan Kejagung, Kejati Riau, dan Kejari Siak saat menjalankan bisnisnya di Jakarta.

Ia menjalankan usaha penjualan kopi di Epicentrum, kuningan, jakarta selatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejati Siak, Imanuel Tarigan menjelaskan kepada Tribun, Jumat (4/5/2018).

“Yang bersangkutan kita amankan saat berjualan kopi di Epicentrum. Jadi dia punya usaha penjualan kopi di sana,” ungkapnya.

Imanuel Tarigan ikut serta dalam proses penangkapan tersebut, Kamis (3/5/2018) malam. Tersangka tidak melakukan perlawanan dalam proses penangkapan.

Terkait :   Penyelidikan Kasus Korupsi Bisa Dihentikan Apabila Uang Dikembalikan??

Sementara itu, dugaan korupsi pengadaan paket program sistem keuangan desa Kabupaten Siak dianggarkan pasa tahun 2015 silam. Penyidik menemukan adanya dugaan kerugian negara senilai Rp 1.163.000.000.

 

Sumber : Tribunnews.com