Jiwa Manusia Tetap Abadi, Meski Telah Meninggal Dunia, Maksudnya?

Bagikan :

PANJI ISLAM, London – Gabungan beberapa penelitian ilmiah terbaru Menyatakan bahwa otak manusia adalah ‘komputer biologis’, di mana fungsinya serupa dengan perangkat komputer personal berdaya kuantum. Hal tersebut menjadi dasar penelitian lanjutan yang menyebut bahwa jiwa manusia akan tetap abadi setelah jasadnya meninggal.

Namun, bukan abadi dalam pengertian yang dimiliki sejumlah keyakinan, melainkan kekal dalam bentuk energi yang mampu berhubungan dengan dimensi lain (multi universe), demikian dilansir dari situs Tetribe pada Senin (12/3/2018).

Adalah seorang ahli fisika Dr Stuart Hameroff, dan ahli matematika Sir Roger Penrose, yang berargumen bahwa jiwa sejatinya tersimpan pada sebuah mikro-tubulus di dalam sel otak.

Keduanya menyebut sistem ini sebagai ‘Pengurangan Tujuan Obyektifikasi’, atau Orch-OR, yakni ketika jasad manusia meninggal, maka mikro-tubulus pada otak berubah menjadi partikel kuantum yang tetap membawa informasi di dalamnya.

Terkait :   Setya Novanto: Fahri Hamzah Tidak Korupsi

Mikro-tubulus inilah yang kemudian disebut sebagai sifat abadi pada jiwa makhluk hidup. Tidak bisa dihancurkan, dan akan terus membawa informasi hingga menuju beragam dimensi yang lebih besar.

“Jika jasad kembali dihidupkan, yakni setelah koma atau pasca-operasi bedah khusus, memungkinkan kuantum informasi kembali ditangkap mikro-tubulus, namun dengan jumlah yang tidak bisa seratus persen sama dengan kondisi sebelumnya,” jelas Sir Roger seraya mengaitkan hal tersebut dengan kondisi mati sebagian, atau umum dikenal dengan istilah mati suri.

Ditambahkan oleh Dr Stuart, bahwa jiwa makhluk hidup sangat mungkin berupa hasil ‘interaksi’ antar neuron di otak.

Ia mengibaratkan interaksi neuron yang saling berkaitan itu serupa dengan sistem silang saling informasi pada server komputer, di mana inti memorinya dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya melalui transfer data.

Terkait :   Ma'ruf Amin Kunjungi Sidioarjo, Bicara Soal Arus Baru Ekonomi

Sumber : Riau Redaksi