Pengakuan Bandar Narkoba dari Dalam Lapas Bangkinang…

Bagikan:

PANJI ISLAM,PEKANBARU- Direktorat Narkoba Polda Riau, Kamis (1/3/2018) melakukan pemberantasan narkotika jenis sabu seberat 1kg  hasil pengakuan kasus peredaran barang haram tersebut.

Menariknya peredaran narkotika ini dikendalikan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang, Kabupaten Kampar. Sebanyak empat orang tersangka dibekuk dari jaringan pengedar narkoba, yang diduga kuat merupakan sindikat peredaran barang haram internasional.

Keempat tersangka, masing-masing berinisial Mes, EW, Sy dan MN alias Pak Cik. Dua dari empat tersangka tersebut bestatus sebagai terpidana dalam kasus narkoba, masing-masing Sy, dan Pak Cik.

Tersangka terakhir diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) Malaysia. Ia sebelumnya ditangkap oleh jajaran Polres Bengkalis pada 2014 silam. Ia diamankan atas dasar kepemilikan narkotika jenis sabu, heroin, dan ganja. Atas kasus ini ia divonis 15 tahun penjara. Hukuman ini sempat dijalani empat tahun di Lapas Bengkalis, sebelum dipindah ke Lapas Bangkinang.

Terkait :   Fachri Albar Tercyduk Polisi saat Bangun Tidur

Di lapas Bangkinang inilah Pak cik melakukan pola pengendalian transaksi barang haram. Kasubdit II Ditnarkoba Polda Riau, Kompil Andy menerangkan proses pengungkapan dilakukan dengan penangkapan dua pria yang merupakan kaki tangan para terpidana. Keduanya, Mes dan EW alias Eko. Mereka ditangkap saat akan melakukan transaksi di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

“Kita mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba. Kita turunkan tim dan berhasil menangkap Mesyana alias Mes. Saat itu dia membawa ransel yang setelah diperiksa berisi sabu-sabu sekitar satu kilogram,” ungkapnya.

Dari keterangan mes, maka didapati informasi keterlibatan EW alias Eko. Dari sinilah, penyidik menemukan keerlubatan warga binaan Lapas Bangkinang.

“Eko inilah yang mengatakan jika narkoba merupakan pesanan Napi Lapas Bangkinang,” sebutnya.

Terkait :   Inilah Jurus Putri Elvy Sukaesih Simpan Sabu

Dari sini, polisi lantas mengembangkan penyidikan, dan mengejar warga binaan Lapas Bangkinang tersebut, melakukan peneriksaan di dalam Lapas. Dari sel Pak Cik dan Sy, petugas menemukan hp yang diduga sebagai alat komunikasi keduanya dari dalam Lapas ke luar untuk berkomunikasi.

“Dia kami duga sebagai pengendali. Saat kami geledah, ditemukan sejumlah ponsel. Itu yang digunakan untuk mengendalikan narkoba,” urainya.

Terhadao tersangka Pak Cik, polda terus melakukan oenyelidikan lebih lanjut, terkait kemungkinan peredaran narkotika ke sejumlah orang lainnya yang menjadi kaki tangannya.(*)

Sumber : Riau Redaksi


Berita, Populer


Be Smart, Read More