Truk Tetap Bebas Melintas Di Jalan Soebrantas Pekanbaru

Truk Tetap Bebas Melintas Di Jalan Soebrantas Pekanbaru
Truk Tetap Bebas Melintas Di Jalan Soebrantas Pekanbaru
Bagikan:

PANJI ISLAM, PEKANBARU – Kondisi Jalan HR Subrantas Panam, Pekanbaru kini sangat mengkhawatirkan. Selain bergelombang, juga ada beberapa lubang, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Kondisi ini ternyata, sudah diwanti-wanti Dinas PUPR Provinsi Riau, selaku penanggung jawab perbaikan jalan milik provinsi tersebut.

Ditegaskan Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto, penyebab, bergelombangnya Jalan Subrantas tersebut, karena truk tonase besar bebas melintas.

Padahal, Dinas PUPR sudah meminta Dishub Riau untuk menindak truk yang melintasi jalur tersebut.

“Kita sudah sampaikan (ke Dishub). Tapi nampaknya tak ada action,” tegas Dadang menjawab Tribunpekanbaru.com, Rabu (21/2/2018). Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman SH MH, sangat menyayangkan, belum adanya action nyata Dishub menindak truk melintasi jalur tersebut.

Jika dibiarkan berkepanjangan, lama-kelamaan jalan semakin hancur, dan warga bisa tambah celaka melintasi jalan tersebut.

“Ini harus menjadi perhatian penuh. Jika perlu libatkan kepolisian, untuk menindaknya. Karena sangat berbahaya,” tegas politisi PAN ini.

Disinggung tidak adanya anggaran untuk perbaikan Jalan Subrantas secara keseluruhan, ditegaskan Sondia lagi, seharusnya jalan tersebut tidak cocok lagi menggunakan aspal.

Tapi harus rigit, dengan alasan tingginya intensitas lalu lalang kendaraan di jalur tersebut.

“Kita minta Pemprov Riau mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Memang kita akui anggaran kita di daerah sekarang minim, tapi tidak justru dibiarkan begitu saja,” tegasnya lagi.

Seperti diketahui, Jalan HR Subrantas rusak parak, karena setiap hari dilewati kendaraan bertonase tinggi, dengan jumlah puluhan tonase. Sementara kekuatan jalan tersebut hanya 6-8 tonase.

Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto, mengatakan, tahun 2018 ini, pihaknya hanya sanggup memperbaiki jalan bergelombang yang sifatnya parah saja.

Sementara untuk perbaikan secara keseluruhan, serta merigit jalan tersebut, baru bisa dilakukan tahun 2019 mendatang. (*)

Sumber : Tribunnews.com



Be Smart, Read More