Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional, Hingga Tragedi Longsor Sampah TPA Leuwigajah yang Telan Dua Kampung

Bagikan :
Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional, Hingga Tragedi Longsor Sampah TPA Leuwigajah yang Telan Dua Kampung
Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional, Hingga Tragedi Longsor Sampah TPA Leuwigajah yang Telan Dua Kampung

PANJI ISLAM – Masyarakat Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional setiap 21 Februari.

Sampah menjadi keseharian dan ada di sekitar kita, namun terkadang luput dari ingatan.

Melaui Hari Peduli Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dan para aktivis diingatkan kembali pada permasalahan sampah yang semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah penduduk.

“Hari ini adalah Hari Peduli Sampah Nasional, kita diingatkan kembali untuk peduli pada permasalahan sampah. Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar membuat permasalahan sampah makin pelik,” tulis WWF Indonesia melalui akun Twitter @WWF_ID.

 

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional merupakan sebuah kenangan pada tragedi di TPA Leuwigajah, Cimahi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Terkait :   Tumpukan Sampah di Purbalingga Melebihi Candi Borobudur??

Dua kampung Cilimus dan kampung Pojok ditelan longsor dari tumpukan sampah pada pagi dinihari pukul 02.00 WIB, Senin (21/2/2018).

Sampah anorganik berupa plastik, gabus, kayu, hingga sampah organik datang bak gelombang tsunami.

Pemukiman kedua desa langsung luluh lantak tertimbun sampah meski berjarak satu kilometer lebih dari puncak tumpukan sampah.

 

Sumber : Tribunnews.com