Terbongkar, Ternyata Pendiri PKS Adalah Anak Kandung Panglima DI TII

  • Whatsapp
PKS
Simpatisan PKS (foto:TEMPO/Eko Siswono Toyudho)

Panji Islam – Portal Berita Islam : Terbongkar, Ternyata Pendiri PKS Adalah Anak Kandung Panglima DI TII.

Jakarta – Awalnya tidak percaya mendengar informasi bahwa tokoh penting dari pendiri PKS , Hilmi Aminunddin adalah anak biologis pemberontak negara kelompok DI/TII di Jawa Barat, Danu Muhammad. Danu Muhammad pada masanya bahkan menjabat Panglima DI/TII di Jabar. Sudah agak lama mendengar berita tersebut dan seorang nitizen merasa awalnya itu adalah berita hoax untuk jatuhkan PKS. Namun setelah dicoba dicari, dan ditelusuri jejak digitalnya ternyata memang benar dan banyak media yang memberitakannya. Bak disambar petir membacanya.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana tribunnews.com (5/5/2011) memberitakan, Salah satu Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah bahkan tak membantah pernyataan mantan Menteri Peningkatan Industri Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto yang mengungkap, ayah dari Ketua Dewan Syuro PKS (tahun tersebut), ustadz Hilmi Aminuddin adalah Danu Muhammad, Panglima DI/TII wilayah Indramayu.

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah/Net

“Danu Muhammad itu memang bapaknya Pak Hilmi,” tegas Fachri saat dikonfirmasi wartawan di DPR, Kamis (05/05/2011) sebagaimana dikutip tribunnews.com.

Fachri kemudian menegaskan PKS seakan tersudutkan dengan apa yang diungkapkan Imam Supriyanto. Meski, apa yang dikatakan oleh mantan menteri NII siapa ayah ustadz Hilmi Aminuddin, memang benar adanya.

Begitu juga republika.co.id (5/5/2011), memberitakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut-sebut memiliki kedekatan biologis dan ideologis dengan Negara Islam Indonesia. Termasuk kaitannya dengan masuknya Ikhwanul Muslimin ke Indonesia. Menteri Peningkatan Produksi di Kabinet NII KW9, Imam Supriyanto, menyatakan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Amiduddin, punya sejarahnya sendiri di NII.

“Betul. Hilmi putra Danu Muhammad Hasan, yaitu Panglima Militer DII/TII bentukan Kartosuwiryo,” kata Imam pada Kamis (5/5) , dikutip republika.

Selanjutnya Ia menjelaskan, waktu itu, Danu bertugas di daerah operasi di Pantura seperti Cirebon dan Indramayu. Tak mengherankan jika masyarakat di sekitar pondok pesantren Al Zaytun sangat mengenal Danu. Karena, Indramayu menjadi salah satu daerah operasional DI/TII.

Hilmi Aminuddin
Hilmi Aminuddin (kiri) foto: dok batamnews.co.id

Saat terjadi kasus Komando Jihad, lanjut Imam bercerita, Danu ditangkap. Namun, agar anaknya, yakni Hilmi tak terlibat, ia pun dikirim tugas belajar ke Mesir di Universitas Al Azhar. “Selama jadi mahasiswa, ia bersentuhan dengan Ikhwanul Muslimin. Yang saya dengar, selesai kuliah, gerakan itu dibawa ke Indonesia,” kata Imam.

Jawa Pos, saat itu juga memberitakan hal yang sama. Hilmi begitu selesai kuliah, membawa gerakan Ichwanul Muslimin ke Indonesia. “Saya bisa cerita begini karena saya dulu sebelum ikut NII ikut Usroh (gerakan bawah tanah). Jadi Ikhwanul Muslimin itu mengadakan gerakan bawah tanah, semacam usroh-usroh. Namanya tarbiyah jadi dia merekrut pelajar dan mahasiswa waktu itu,” kata Imam ( jpnn, 5/5/11).

Jejak digital dan sejarah PKS di Tanah Air ini ternyata sangat dekat dengan DI/TII khususnya dilihat dari siapa pendirinya, Hilmi Aminuddin. Lalu apakah, visi misi Hilmi melalui PKS juga akan melanjutkan gerakan dan perjuangan DI/TII sang Ayah ? Wallohu a’alam. Sejarah akan mencatat dan membuktikan semua itu. Mari kita awasi bersama. NKRI Harga Mati. **

sumber : ucnews.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *