Keutamaan Sikap Sabar Dan Hukum Memaafkan dalam Islam

  • Whatsapp
Hukum Memaafkan dalam Islam
Memaafkan dan bersabar. Foto: iStock

Berita IslamPanjiislam.com : Keutamaan Sikap Sabar Dan Hukum Memaafkan dalam Islam. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan. Tentunya dengan memaafkan dan sabar ukhuwah islamiyah akan tetap terwujud. Hal ini tertuang dalam sebuah hadist dan surat-surat di dalam Al-Qur’an.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akhirnya membuka pintu maafnya kepada seseorang yang terlah menghinanya bernama Zikria Dzatil. Dikutip dalam detikcom beberapa waktu lalu, Risma mengatakan,”Karena Zikria sudah menulis surat dan secara lapang dada mengakui kesalahannya, maka saya wajib memaafkannya. Sebab, Tuhan sendiri juga selalu membuka pintu maafnya bagi umatnya.”

Bacaan Lainnya

Saling memaafkan juga sudah dicontohkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW, beliau dikenal sebagai orang yang paling baik akhlak dan perangainya. Berkat kebaikannya, Nabi Muhammad SAW tak hanya disegani oleh kawan tetapi juga lawan. Kebencian tidak pernah beliau balas dengan amarah dan dendam, melainkan kesabaran.

Aisyah RA pernah ditanya terkait watak pribadi Rasulullah, ia pun menjelaskan:

“Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban).

Allah SWT berfirman dalam surat Asy Syura ayat 40:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Arab – Latin : Wa jazā`u sayyi`atin sayyi`atum miṡluhā, fa man ‘afā wa aṣlaḥa fa ajruhụ ‘alallāh, innahụ lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn

Artinya, “Barangsiapa yang memaafkan dan mendamaikan maka pahalanya dari Allah SWT” (QS: Asy-Syura: 40)

Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu.” (QS. al-Hujurat: 10)

Allah SWT juga mengingatkan diantara nikmat yang besar, Allah SWT jadikan para sahabat saling mengasihi dan mencintai, padahal sebelumnya mereka saling bermusuhan.

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Artinya: “Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, kemudian Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kalian orang-orang yang bersaudara, karena nikmat Allah.” (QS. Ali imran: 103).

Sabar dalam Islam juga menjadi sikap yang harus dimiliki oleh seorang muslim dalam menjalankan kehidupan. Pentingnya sikap sabar juga telah digariskan dalam firman Allah:

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS: Asy-Syura: 43).

sumber : detik.com

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *