Inilah Hukum Nyogok Masuk PNS (Kerja) dan Hukum Gajinya

  • Whatsapp
Inilah Hukum Nyogok Masuk PNS dan Hukum Gajinya

Panjiislam.com : Portal Berita Islam – Inilah Hukum Nyogok Masuk PNS (Kerja) dan Hukum Gajinya.

Bulan ini merupakan bulan Penerimaan CPNS, momen tahunan yang dinanti dan ditunggu jutaan muda mudi Indonesia.

Bacaan Lainnya

Jutaan orang mempersiapkan dirinya sebaik mungkin, agar dapat diterima sebagai CPNS sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Membanggakan memang jika kita dapat lolos seleksi Tes CPNS ini. Bahkan itu adalah cita-cita hampir semua generasi indonesia saat ini. Jaminan hidup yang sudah pasti, kebanggaan yang dinanti, cita-cita yang diimpikan.

Tapi apakah dengan jumlah jutaan yang ikut seleksi tersebut akan diterima semuanya? tentu tidak. Tergantung dari rizki dan kemampuan diri kita masing masing, karena tidak imbang antara jumlah pelamar dan jumlah yang diterima.

Nah disinilah letak masalah akan timbul, kadang karena pikiran tidak jernih, ambisi lebih besar dari nurani, terjadilah Tragedi. TRAGEDI yang sudah menjadi Rahasia Umum, Tragedi Siapa punya uang dia yang menang. Tragedi kebanggan Orangtua Yang ingin anaknya lolos CPNS, Tragedi Halal dan Haram diabaikan, Tragedi yang oleh sebagian masyarakat itu bahkan dianggap sebagai kewajaran. Apa tragedi itu???

MENYOGOK !!!!

Ya menyogok agar kita dapat diterima sebagai CPNS, sudah banyak kasus yang terbongkar, sudah banyak penipuan di Bisnis Tragedi ini, di media elektronik sudah sering diberitakan, banyak calon pelamar yang ditipu oleh oknum berkepentingan. Tapi herannya tidak kapok kapok, dan selalu terulang tiap tahunnya.

Berkaitan dengan itu panji islam mencoba untuk memberikan pandangan dan pencerahan melalui artikel yang diambil dari muslim.or.id berikut,

Hukum menyogok untuk masuk kerja

Menyogok untuk masuk kerja tentu tidak diperbolehkan dalam Islam dan hukumnya adalah haram.

Kita dapati ada oknum (segelintir orang) yang berusaha untuk menyogok agar bisa diterima oleh PNS (semoga tidak terjadi lagi di negara kita tercinta Indonesia).

Mereka berpikir tidak apa-apa menyogok dengan jumlah uang yang besar untuk masuk PNS. Sangkaan mereka bahwa ketika jadi PNS, maka hidup mereka akan terjamin oleh negara sampai mati, bahkan ada pesangon untuk anak dan istri sepeninggalnya.

Memberikan sogok (suap) dan menerima sogokan (suap) adalah dosa besar dan mendapat laknat. Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ

“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap”. [HR. Abu Daud, shahih]

Kerusakan di muka bumi ini terjadi karena merajalelanya sogok dan suap. Allah Ta’ala berfirman mengenai sifat orang Yahudi,

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.” [Al-Maidah : 42]

Maksud memakan yang haram (أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ) yaitu suap dan sogok. Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya,

أي : الحرام ، وهو الرشوة كما قاله ابن مسعود وغير واحد أي : ومن كانت هذه صفته كيف يطهر الله قلبه؟ وأنى يستجيب له

“Yaitu harta yang haram berupa sogok/suap sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud dan yang lainnya. Apabila ada orang yang bersifat dengan sifat ini, bagaimana Allah akan membersihkan hatinya? Bagaimana bisa doanya dikabulkan?” [Tafsir Ibnu Kastir]

Demikian juga Allah berfirman agar manusia jangan saling memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang haram. Termasuk dalam hal ini adalah harta dari suap/sogok.

Allah berfirman,

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188).

Bagaimana hukum gaji apabila dahulunya masuk kerja dengan cara menyogok atau menyuap?

Dalam hal ini dirinci, perlu dibedakan antara hukum masuk kerja dengan cara menyogok dan gaji yang didapatkan setelah dia bekerja. Rinciannya sebagai berikut:

Pertama:
Apabila ia tidak ahli dan tidak kompeten dalam pekerjaan tersebut, maka dia harus mengundurkan diri dan gajinya adalah haram

Bisa jadi dia menyogok karena tidak ahli/kompeten atau bukan bidangnya (tidak profesional) dalam pekerjaan tersebut, akan tetapi karena dia menyogok, maka ia diterima pada pekerjaan tersebut. Dalam hal ini dia harus bertaubat dan segera mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut, karena dia telah melakukan kedzaliman bekerja bukan pada keahliannya. Sebuah amanah pekerjaan harus diserahkan pada ahlinya.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)

Kedua:
Apabila ia ahli dan kompeten dalam pekerjaan tersebut, maka ia harus bertaubat dari menyogoknya, berusaha memperbaiki diri dan gajinya adalah halal

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa gajinya halal apabila dia adalah seorang yang kompeten dan ahli hanya saja dia harus bertaubat dari perbuatan menyogok.

لا حرج إن شاء الله، عليه التوبة إلى الله مما جرى من الغش، وهو إذا كان قائما بالعمل كما ينبغي ، فلا حرج عليه من جهة كسبه؛ لكنه أخطأ في الغش السابق، وعليه التوبة إلى الله من ذلك

“Tidak mengapa (gajinya halal) –insyaallah- dan wajib baginya bertaubat karena telah melakukan sogok. Hal ini apabila ia mampu (kompeten) melakukan pekerjaan tersebut sebagaimana seharusnya. Tidak mengapa baginya dari sisi pekerjaannya (gajinya), akan tetapi dia telah salah dalam perbuatan sogok sebelumnya dan wajib baginya bertaubat kepada Allah.” [Majmu’ Fatawa 19/31]

Hendaknya ia benar-benar memperhatikan zakat hartanya untuk membersihkan hartanya. Allah Ta’ala berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

Dan hendaknya banyak bersedekah juga dari gajinya tersebut.

Pandangan Panji Islam :

Untuk apa kita berbangga jika anda menjadi PNS, Kerja, Polisi dari hasil menyogok, karena sampai kapanpun uang yang akan anda dapatkan adalah haram. Kalau anda tidak segera bertaubat.

Yang lebih menyedihkan adalah, sebagian orang tua justru bangga, anaknya lolos PNS dengan hasil nyogok, mending kalau setelah diterima lantas taubatan nasuha dan segera memperbaiki diri. Tapi kalau terjadi sebaliknya bagaimana?

Setelah jadi PNS dan sudah merasakan kenikmatan dari hasilnya, eh malah mencari mangsa baru bahkan melakukan korupsi untuk mengembalikan uang sogokan dia dulu.

Apapun kerjaan kita, mau PNS swasta atau buruh kita wajib berbangga selagi itu memang kita dapatkan karena jerih payah kita sendiri, bukan dengan cara menyogok.

Lebih baik jualan cendol dengan modal uang sogokan itu, daripada menjadi PNS dengan cara menyogok.

Semoga kita dihindari dari semua itu, amiin….

 

Penulis : Raehanul Bahraen
Sumber: Muslim.Or.Id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *