Panji Islam – Portal Berita Islam – Berita Islam : PBNU Mengutuk Keras Teroris di Masjid Al-Noor New Zealand.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor, Kota Christchurch, New Zealand. Hal itu disampaikan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Pihaknya menilai bahwa tindakan terorisme yang dilakukan itu merupakan perbuatan yang sangat keji, kejam, dan tidak berperikemanusiaan. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama apa pun.
“Pertama, PBNU menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban. Kedua, kami mengutuk keras pelbagai tindakan terorisme, atas dasar dan latar belakang apa pun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, bukanlah ajaran agama. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan cara-cara kekerasan” jelas Helmy.
Helmy menegaskan bahwa gerakan terorisme yang dilakukan mencederai kemanusiaan. Lebih jauh, Helmy mengajak warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.
PBNU mengajak semua pihak untuk membangun dialog antar umat beragama dengan tujuan untuk mengokohkan kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak terpengaruh dengan upaya provokasi, pecah belah pada bangsa Indonesia.
“Kami juga mengajak umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan setempat,” pungkas Helmy.
Untuk alasan menghormati keluarga korban dan menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab, Helmy mengimbau agar semua pihak menghentikan penyebaran video yang berisi kekejaman tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan instagram untuk menghapus segala konten video yang berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan terorisme.
“Kami meminta pada pemilik platform media sosial untuk memblok dan menghapus konten dan akun yang tersambung dengan jaringan teroris berdasarkan data algoritma yang dimiliki,” pungkas Helmy.
Dikabarkan korban yang meninggal dunia diperkirakan 40 orang.
40 Orang Meninggal Dunia, Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru.

Sejumlah orang melakukan aksi penembakan brutal ke dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru pada saat shalat Jumat berlangsung. Insiden tersebut tepatnya terjadi di Masjid Al Noor di Deans Ave dan di sebuah masjid lainnya di pinggiran Linwood.
Sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat (15/3), Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengonfirmasi kalau setidaknya 40 orang meninggal dan lebih dari 20 orang mengalami luka serius dalam aksi penembakan brutal tersebut.
“Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris,” kata Ardern.
Ardern menyatakan, saat ini ada empat orang –tiga laki-laki dan satu perempuan- yang ditahan polisi setempat terkait dengan penembakan brutal di dua masjid di wilayah Christchurch tersebut. Akan tetapi, identitas orang-orang yang ditangkap itu belum diungkap ke publik secara detil. Perdana Menteri Australia mengorfimasi, salah satu pelaku adalah warga Australia yang diketahui sebagai ‘teroris keji ekstrem kanan’.
Menurut Ardern, insiden ini sebagai salah satu hari terkelam di Selandia Baru. Dia juga menganggap kalau tragedi ini sebagai kejadian yang luar biasa karena karena belum pernah terjadi sebelumnya di negeri Kiwi tersebut.
Para pelaku juga menggunakan bahan peledak dalam aksi terornya. Dilaporkan kalau mereka memasang bom rakitan di kendaraany sebagai bagian dari serangan yang dilancarkan.
Komisari polisi Mike Bush membetulkan kabar itu. Menurutnya, pihaknya menemukan bom rakitan, improved explosive devices (IED), yang dipasang di mobil tersangka pelaku. Namun demikian, sejumlah bahan peledak tersebut sudah berhasil diamankan oleh pihak keamanan.
“Ini menunjukkan seriusnya situasi,” tutur Bush seperti dilansir media CNN, Jumat (15/3).
Sebelumnya, Bush menghimbau kepada umat Islam untuk sementara waktu tidak pergi ke semua masjid di Selandia Baru, mengingat situasi yang belum aman. Bahkan, ia meminta warga untuk menutup pintunya hingga mendapatkan kabar kalau situasi sudah normal kembali.
“Kepolisian merekomendasikan warga Christchurch menjauhi jalan-jalan dan tetap berada di dalam ruangan sampai pemberitahuan selanjutnya. Sekolah-sekolah di Christchurch akan ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya,” jelas Bush.
Idris Khairuddin (14) melihat langsung penembakan brutal yang menyasar Masjid Al Noor. Dia mengaku mendengar suara tembakan ketika shalat Jumat hendak dimulai. “Awalnya saya pikir itu hanya pengerjaan konstruksi atau hal lain, kemudian orang-orang berlarian dan berteriak,” terang warga negara Malaysia itu, diberitakan media lokal Selandia Baru,The New Zealand Herald, Jumat (15/3).
Pada saat penembakan terjadi, Idris duduk di dekat pintu masjid. Dirinya selamat setelah melarikan diri dari lokasi penembakan hingga melompati pagar pagar ke Hagley Park. “Tembakan senjata terdengar seperti dor, dor, dor… Saya mendengar lebih dari 50 kali,” aku Idris.
Idris menyebut, pamannya yang bernama Tamizi terkena tembakan di punggungnya. Dia berharap, luka tembak pamannya tidak serius. “saya berdoa semoga tidak terlalu serius. Pekan ini merupakan pertama kalinya saya ke masjid. saya masih gemetar dan saya trauma,” ucapnya.
Sumber : NU online
















Discussion about this post