• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Kamis, 14 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

Kamis. 14 Mei 2026 13:41
Reading Time: 2 mins read
428
A A
0
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b

JAKARTA – Peneliti dan pakar sosiologi, Dr. Saleh Basyari, mengamati adanya perubahan signifikan dalam peta kekuatan kultural keagamaan di Indonesia pasca mencuatnya riset nasab yang dipelopori oleh Kiai Imaduddin Utsman Albantani. Dalam diskusi daring di Padasuka TV (13/05/2026) ia mengungkapkan tesis-tesis Kiai Imad secara nyata telah menggerus dominasi tokoh-tokoh yang selama ini memegang otoritas aristokrasi keagamaan.

Dalam keterangannya, Dr. Saleh menyebut nama-nama besar yang selama ini identik dengan massa selawat dan pengaruh spiritual luas, seperti Syekh bin Abdul Qadir Assegaf dan Luthfi bin Yahya.

“Kita sudah merasakan hasil dari tesis-tesis Kiai Imaduddin. Kita tidak lagi melihat Habib Syekh merajai panggung-panggung selawat seperti sebelumnya. Begitu juga dengan Habib Luthfi bin Yahya, yang kini tidak lagi seleluasa dulu dalam mengaristokrasikan dirinya melalui label-label seperti waliullah atau simbol kesucian lainnya,” ujar Dr. Saleh.

Menurut Dr. Saleh, riset yang mengedepankan verifikasi sumber primer dan data genetik (DNA) ini telah menciptakan segregasi atau pemisahan di tengah masyarakat. Hal ini mengakibatkan wilayah pengaruh klan Ba’alwi—yang secara organisasi diwakili oleh tokoh seperti Taufik Assegaf—mengalami penyempitan ruang gerak kultural.

Ia menilai fenomena ini sebagai dampak dari “kerja ilmiah” yang berhasil membongkar hegemoni berbasis klaim nasab. Masyarakat kini mulai beralih dari pola penghormatan yang bersifat buta (husnuzon tanpa verifikasi) menuju pola pikir yang lebih kritis dan berbasis data.

Ia menyoroti dampak sosiologis dari tesis nasab Kiai Imaduddin terhadap peta kekuatan organisasi dan budaya keagamaan di Indonesia. Ia secara spesifik menyebutkan adanya penyempitan wilayah pengaruh bagi kelompok yang dipimpin oleh tokoh-tokoh tertentu.

“Ada segregasi dan juga penyempitan wilayah kaum Alawiyin yang diketuai oleh Taufiq Assegaf misalnya,” ujar Dr. Saleh. Ia menilai bahwa riset Kiai Imad telah memberikan sudut pandang baru bagi masyarakat dalam melihat otoritas keagamaan berbasis klan.

Salah satu perubahan nyata yang ia garis bawahi adalah menurunnya dominasi tradisi pembacaan kitab tertentu di masyarakat akar rumput. “Kita tidak mendengar lagi di kampung-kampung ada pembacaan Simtudduror yang masif seperti dulu, yang (sebelumnya sempat) menggeser Maulid Ad-Diba’i,” tambahnya.

Menurut Dr. Saleh, kembalinya masyarakat pada tradisi lokal seperti Maulid Al-Diba’i atau Barzanji dan berkurangnya dominasi Simtudduror merupakan bukti nyata bahwa kerja ilmiah Kiai Imaduddin berhasil membongkar hegemoni kultural yang selama ini dianggap absolut.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah sekadar masalah suka atau tidak suka, melainkan hasil dari sebuah proses intelektual yang memaksa masyarakat untuk melakukan verifikasi ulang terhadap narasi sejarah dan tradisi yang mereka terima.

Lebih lanjut, Dr. Saleh menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini adalah bentuk koreksi terhadap “aristokrasi agama” yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang terberikan (given). Dengan runtuhnya narasi kesucian absolut, otoritas keagamaan di Indonesia kini didorong untuk kembali pada prinsip meritokrasi, yakni kapasitas intelektual dan integritas pribadi, bukan semata-mata garis keturunan.

“Ini adalah pergeseran besar. Hegemoni kultural yang selama ini tidak tersentuh kini menemui titik baliknya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polemik nasab terus berkembang menjadi diskusi nasional yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pakar genetika, hingga lembaga negara.

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AbdulAssegafBasyaribinDanHabibImadKiaiLutfiMajlisNasabNasab HabibPersempitPolemikQadirRuangsalawatSalehSimtuddurarSyekhTaufiqTesis

ADVERTISEMENT
Previous Post

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib

Next Post

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

Berita Terkait

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 14 Mei 2026 15:42
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 14 Mei 2026 14:42
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 14 Mei 2026 12:40
K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 12 Mei 2026 11:46
K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 12 Mei 2026 10:45
Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 4 Mei 2026 11:22
Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda – Polemik Nasab Habib

by
Senin. 4 Mei 2026 01:10
Next Post
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt - Polemik Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan - Polemik Nasab Habib

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

55 menit ago
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

2 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

3 jam ago
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib

4 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD