• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 28 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967) – Polemik Nasab Habib

Senin. 29 Desember 2025 10:31
Reading Time: 3 mins read
442
A A
0
Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967) – Polemik Nasab Habib

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967)

Oleh: Hamdan Suhaemi

Surat kabar di era 1960-an memberitakan kegiatan Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia pasca Dekrit 5 Juli 1959. Pemberitaan itu hampir selalu disertai ulama NU, apalagi dalam kegiatan keagamaan. Intensitas kegiatan bersama para kiai NU sering menjadi headline surat kabar pada masa itu.

Surat kabar nasional Harian Indonesia Raya, meskipun sempat diberedel sebelum dekade 1960-an, pernah memuat liputan tentang hubungan NU–Soekarno. Suluh Indonesia, salah satu surat kabar yang terkait dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), juga sering meliput kegiatan presiden dan kebijakan pemerintah, termasuk soal hubungan negara dan organisasi NU.

Dalam jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertema The Development of Indonesian Press Freedom in the Period of Old Order (1950–1965) yang ditulis oleh Andi Sebastian, Ardi Tri Yuwono, Pieter-Jan Clumpers, dan Mustafa Basara, tema jurnal tersebut mendeskripsikan pemberitaan surat-surat kabar pada era 1960–1965—era yang dikenal dengan Demokrasi Terpimpin dan politik NASAKOM.

Surat kabar harian Duta Masjarakat edisi 29 Agustus 1960, dengan tajuk “Pekan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W.” memberitakan peringatan Maulid yang digelar secara besar-besaran di Ibu Kota Jakarta. Di antara kegiatan yang dihelat adalah: 1 September 1960 diadakan Malam Qira’atul Qur’an yang berlokasi di Masjid Matraman; 2 September 1960 digelar Malam Deklamasi Sajak di Menteng Raya 58, di mana para peserta akan membacakan sajak-sajak keagamaan dan puisi yang bertemakan Maulid Nabi; serta 3 September 1960 diadakan parade sepeda berhias.

Pada edisi 5 September 1960, Duta Masjarakat juga memberitakan kegiatan Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Lapangan Istana Merdeka pada tanggal 4 September 1960. Satu hal penting yang dikemukakan Presiden Sukarno dalam pidatonya adalah kesadaran dirinya yang merasa tidak punya ukuran yang cukup untuk menilai kebesaran Nabi Muhammad S.A.W. Dengan pikirannya, hatinya, dan buku-buku yang dibacanya tentang Nabi Muhammad, Presiden Sukarno merasa ukurannya “tak gaduk” (tak sampai). Begitu yang diberitakan Duta Masjarakat dalam tajuk “Presiden Sukarno: Nabi Muhammad adalah tjontoh jang tidak bisa salah.”

Surat kabar lainnya juga memberitakan kegiatan Bung Karno saat menyampaikan pidato di depan para peserta muktamar, 28 Desember 1962. Dalam pidato itu, Bung Karno menyinggung peran penting NU dalam upaya perjuangan merebut Irian Barat dari Belanda. Ia juga menyampaikan apresiasi atas saran yang telah diberikan Kiai Wahab yang dikenal dengan “Diplomasi Cancut Tali Wondo”.

Inilah isi pidato Bung Karno di pembukaan Muktamar NU di Solo:
“…Saudara-saudara sesudah bersenda gurau demikian saya insya Allah hendak memberi amanat pada Mu’tamar Nahdlatul Ulama. Sekarang hari Jumat, sehingga amanat saya itu tidak dan tidak boleh melewati jam 12… Saya sangat cinta sekali kepada NU. Saya sangat gelisah jika ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak cinta kepada NU. Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke muktamar ini, agar orang idak meragukan kecintaan saya kepada NU.”

Fase dekade 1960–1967 adalah fase kedekatan Bung Karno dengan NU, terutama ta’dhim-nya kepada para kiai NU, antara lain kepada Mama KH. TB. Muhammad Falaq Pagentongan, Mbah KH. Wahab Chasbullah Tambak Beras, Mbah KH. Mahrus Ali Lirboyo, Mbah KH. R. As’ad Syamsul Arifin, Mbah KH. Bisri Syansuri, Prof. KH. Endad Musadad Garut, dan Buya KH. Abdulloh Syafi’i (ulama NU Betawi). Tentu masih banyak ulama NU lainnya yang dianggap Bung Karno sebagai guru sekaligus penasihat agamanya.

Untuk mengatasi krisis keabsahan sikap beragamanya Bung Karno, para ulama NU yang dipelopori oleh KH. Wahab Chasbullah memberikan solusi keagamaan dengan menetapkan Bung Karno sebagai Waliyul Amri ad-Dharuri bi as-Syaukah. Gelar ini mengesahkan kekuasaan Bung Karno secara agama dalam kondisi darurat, sehingga semua kebijakan dan urusan keagamaan di bawah pemerintahannya menjadi sah bagi umat Islam Indonesia.

Gelar tersebut disahkan dalam Muktamar NU Tahun 1954 di Surabaya, dan menurut Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputeri, gelar tersebut tidak pernah dicabut oleh NU hingga sekarang (Sumber: kompas.com, 2018).

Serang, 28 Desember 2025

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AkhirBungDandenganFaseHabibKarnoKedekatannyaNasabNasab HabibPolemikulama

ADVERTISEMENT
Previous Post

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR – Polemik Nasab Habib

Next Post

Fakta Mengejutkan: 58,26% Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib

Berita Terkait

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 23:37
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 16:30
Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 24 Juni 2026 06:17
Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 18 Juni 2026 21:55
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 02:38
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 01:37
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 16 Juni 2026 00:35
Next Post
Fakta Mengejutkan: 58,26% Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib

Fakta Mengejutkan: 58,26% Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca Al-Qur’an - Polemik Nasab Habib

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib

BERDISKUSI DENGAN AI GOOGLE TENTANG BATALNYA NASAB HABIB BA’ALWI - Polemik Nasab Habib

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib

KISAH KLAN HABIB BA’ALWI MENJADI TEMAN DAN ANTEK PENJAJAH BELANDA MENURUT L.W.C. VAN DEN BERG - Polemik Nasab Habib

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026 – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD